Teman Saya Menikah dengan Seorang Gay. Inilah Kisah 10 Tahun Pernikahan Mereka dan Apa yang Saya Pelajari

Marriage

[image : relationship matter]

7.4K
Hidup ini adalah soal pilihan. Pilihan untuk menerima atau meninggalkan. Teman saya memilih untuk menikah dengan seorang gay dan bukan meninggalkannya.

Sebut saja namanya Susan, seorang wanita karier yang tinggal di Jakarta. Ia telah menikah dan memiliki 3 orang anak. Suami Susan adalah sahabat saya. Hari itu ketika kami makan siang bersama, Susan menceritakan sebuah kisah tentang rumah tangganya.

Ia mengatakan bahwa suaminya pernah menjalani hidup sebagai gay. Tentu saja, sebagai sahabat, saya mengerti benar latar belakang suami Susan. Tapi, darimana Susan tahu tentang hal itu? Siapa yang memberitahunya?

Ternyata, suaminya sendiri yang membuka kehidupan masa lalunya pada Susan. Luar biasa! Saya belajar 5 hal penting ini dari keluarga sahabat saya itu.


Setiap orang memiliki masa lalu

Ternyata, Susan telah mengetahui kondisi suaminya sejak berpacaran. Suaminya bercerita bahwa ia mengenal hubungan sejenis dari seorang saudara yang tinggal di rumah yang sama. Saudara itu sering memeluknya ketika tidur, bahkan hingga memegang alat kelaminnya. Perlahan namun pasti, ia menikmatinya, hingga makin lama makin terasa sebagai sebuah kebutuhan yang tak terbendung. Sampai akhirnya, ia pernah mmenjadi pria panggilan bagi pria yang menyukai sejenis.

Susan mengerti tentang masa lalu suaminya ini. Ketika mereka berpacaran dan kemudian menikah, Susan tetap bisa menerima kekasihnya karena ia menyadari bahwa tiap orang punya masa lalu.

Baca Juga : Sahabat Saya Mengaku Gay. Inilah Kisah Kehidupannya.


Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua


Tak ada pengakuan jujur yang tak mengejutkan. Begitu pula yang dialami Susan setelah mendengarkan pengakuan sang calon suami pada saat mereka menjalani pacaran. Sebelumnya, Ia tak pernah curiga pada orientasi seksual kekasihnya itu. Tak ada perilaku yang aneh dari suaminya, baik kepada dirinya maupun pada teman-teman prianya. Namun, kejujuran itulah yang membuat Susah merasa layak untuk memberikan kesempatan kedua bagi hidup kekasihnya itu.

Semua orang pernah melakukan kesalahan, baik yang sengaja maupun tidak. Tak ada yang berhak memberi label bahwa orang yang bersalah tak akan bisa berubah.

Susan percaya jika kesempatan dan pengampunan mampu mengubah kekasih hatinya itu.


Baca juga: Perbedaan, Perubahan, dan Cinta yang Tetap Bertahan: Pelajaran dari 10 Tahun Pernikahan Kami


Kejujuran menguatkan rasa yakin untuk memberi kepercayaan

Tidak mudah bagi seorang pria untuk membuka masa lalunya yang kelam, apalagi mengakui bahwa pernah menjalani hidup sebagai gay. Keterbukaan bukan saja awal dari pemulihan, namun juga ekspresi kepercayaan penuh pada siapapun kisah lama dibukan kembali. Sebelum menikah, sang calon suami bahkan pernah meminta tolong Susan untuk membantunya, jika ia tergoda untuk kembali pada pola kehidupan yang lama sebagai seorang gay. Bagi Susan, kejujuran seperti ini malah menguatkan rasa yakin untuk memberikan kepercayaan pada kekasih hatinya itu.

Baca juga: Menjadi Istri Kesayangan dan Kebanggaan Suami, Ini 4 Rahasianya


Kepercayaan menghapuskan rasa takut


Susan meyakini dirinya tak menikah dengan seorang gay. Kehidupan sebagai gay adalah masa lalu suaminya, yang tak harus menjadi masa kini apalagi masa depannya.

Tak pernah ada penyesalan dan rasa takut yang mendominasi perjalanan pernikahan Susan dan suaminya. Mereka mempunyai tiga anak, dan menurut pendapat Susan, suaminya telah berusaha menjadi ayah yang baik bagi anak-anak mereka.


Menikah dengan siapa pun ada risikonya


Susan justru merasa beruntung karena telah mengetahui risiko dari pernikahannya, karena ketebukaan calon suaminya tetang masa lalunya. Dengan begitu, Susan telah menyiapkan dirinya. Susan percaya tidak ada cobaan yang melebihi kekuatannya. Jika pun ada pencobaan, maka Tuhan pasti memberi jalan keluar. Prinsip itulah yang membuat Susan tetap memilih untuk menerima calon suaminya dengan segala catatan di masa lalunya.

Baca Juga : Tolong, Suamiku Ternyata Gay!


Dalam perbincangan kami, Susan tentu tak menyarankan setiap wanita untuk mengikuti jejaknya, yakni menikahi pria dengan masa lalu sebagai gay. Jika perjalanan hidup membawa pada perjumpaan dengan calon pasangan yang punya latar belakang kehidupan yang tak kita harapkan, selalu ada dua pilihan : berjuang bersama atau relasi cukup sampai di sini. Tiap orang harus mengambil keputusan dengan segala resikonya.


Buat Kamu yang berjuang untuk menata kehidupan, tulisan-tulisan ini akan memberikan inspirasi :

4 Tantangan Menjelang Pernikahan bagi Setiap Pasangan. Inilah Cara Kami Melewatinya

Pacar Mengajak Segera Menikah? Cek 8 Hal ini Sebelum Menjawab Ya!

Selama Berpacaran, Perhatikan 4 Bahaya yang Mengancam Relasimu Sekarang dan Dalam Pernikahan Kelak



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Teman Saya Menikah dengan Seorang Gay. Inilah Kisah 10 Tahun Pernikahan Mereka dan Apa yang Saya Pelajari". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Robita Sembiring | @robitasembiring

Public Speaker. Pemerhati Anak. Dosen. Treaner. OWNER Sekolah CROWN SCHOOL yang berdiri di Surabaya. (WA - 0858-8375-9612)

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar