Telanjur Kehilangan Keperawanan? Masih Ada Kesempatan Kedua. Pulihkan Hidup, Lakukan 7 Langkah ini

Singleness & Dating

[Image: Magazine Delle Donne]

52.5K
Kesempatan Kedua. Itulah yang diharapkan dari mereka yang menyesali kecerobohan mereka dalam menjaga kemurnian seksualitas.

"Saya sudah nakal, saya berhubungan terlalu jauh dengan pacar saya."

Saya terhenyak.

Sejak awal terjun dalam pelayanan terhadap remaja, saya memang banyak menerima pengakuan-pengakuan semacam ini dari mereka yang sebenarnya tidak terlalu lama saya kenal. Mereka berani mengaku karena merasa "aman" - hanya akan bertemu saya dalam jangka waktu pendek. Toh nantinya saya akan meninggalkan kota mereka, begitu setidaknya salah satu pemikiran yang mendasari tindakan berani curhat mereka.

Tapi tidak demikian dengan ia yang sekarang ada di hadapan saya. Orang yang selama kurang lebih dua tahun ini dekat dengan saya. Seorang gadis SMA yang cerdas.

[Image: babyproofedparents.com]

Betapa hati saya hancur mendengar kata demi kata yang ia ucapkan hari itu.


Saya masih berusaha memastikan bahwa apa yang dikatakannya itu bukan sebuah hiperbola. Maklum, seringkali saya mendapati para remaja bercerita dengan berdasarkan dugaan atau ketakutan semata. Mereka bukan bermaksud berbohong, hanya saja logika mereka kadang tidak sejalan dengan bayang-bayang ketakutan mereka.

Setelah mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya, juga memanggil pacarnya, saya mendapat kepastian: mereka benar-benar telah melakukannya, hubungan seks di luar nikah. Dalam ketidaksiapan, saya mencoba memberi nasihat ini dan itu, mengambil ayat-ayat dari kitab suci, bahkan berkhotbah di hadapan mereka. Namun semua nampaknya berakhir sia-sia. Mereka berdua menghilang, lenyap tanpa kabar.

Sejak itu, kasus yang sama dengan remaja dan pemuda yang berbeda makin sering datang ke hadapan saya. Mau tak mau saya harus mempelajari dengan serius, bagaimana memberi nasihat yang tepat pada mereka, baik untuk pencegahan [bagaimana mempertahankan keperawanan] juga untuk pemulihan.

Kesempatan Kedua. Itulah yang sesungguhnya diharapkan oleh mereka yang telah menyesali kecerobohan mereka dalam menjaga kemurnian seksualitas.

Keperawanan adalah sesuatu yang tak dapat dikembalikan. Operasi memang mampu menutup kembali selaput dara. Namun operasi tak dapat menghapus kenyataan akan keperawanan yang telah hilang sebelumnya.

Baca Juga: Seks Pranikah: Selain Keperawanan dan Keperjakaan, 3 Hal Penting Ini Ikut Lenyap


"Kesempatan kedua. Berarti ga apa-apa dong kalau belum pernah jatuh dalam dosa seksual lalu mencoba-coba? Toh bisa ada kesempatan kedua."

Jika ada di antara pembaca memiliki pemikiran demikian, sebaiknya kamu membaca artikel ini hingga selesai dengan cermat. Langkah pemulihan dari dosa seksual itu begitu berat. Mereka yang memilih untuk mengambil langkah itu harus menanggung banyak malu, memikul derita batin yang pedihnya tak terkatakan. Tak sedikit di antara mereka yang awalnya ingin pulih, memilih mundur, tak mampu menelan pil pahit, harga mahal yang harus mereka bayarkan. Akhirnya, hingga kini mereka masih belum kunjung move on dari kejatuhan mereka.

Jika kamu tahu bahwa jauh lebih mudah dan lebih bermanfaat untuk menjaga kemurnianmu daripada harus menempuh langkah untuk memulihkannya, maka kamu tidak akan mencoba-coba aktif secara seksual sebelum pernikahan.

Baca Juga: Bukan Hanya Soal Dosa, Inilah 7 Manfaat Menolak Seks Pranikah

Akan tetapi, jika sungguh-sungguh ingin bangkit dan pulih dari pergaulan bebas dan efeknya, setidaknya ada hal-hal yang dapat dilakukan dan diusahakan. Berikut adalah saran-saran yang saya sampaikan kepada kaum muda yang ingin bertobat dari kejatuhan seksual:



1. Mohon pengampunan Tuhan

Bawalah segala rasa takut dan penyesalanmu pada Tuhan dalam kejujuran dan kerendahan hati. Tak perlu lagi berdalih, tak perlu juga membela diri, karena Dia begitu setia dan adil.

[Image: livinghopenh.com]

Tuhan sanggup dan bersedia menerima Engkau kembali dan memulihkan hidupmu.

Mencari kambing hitam, tak mau mengakui akan nafsu yang menguasaimu dalam kebodohanmu saat 'hal itu' terjadi adalah hambatan untuk mengajukan permohonan yang tulus untuk pengampunan-Nya.

Ketahuilah, Tuhan adalah tempat paling aman untuk sebuah pengakuan dosa.

Salah seorang pemudi yang saya kenal mengambil langkah yang salah. Bukannya mengaku di hadapan Tuhan bahwa ia telah jatuh dalam dosa percabulan, ia malah mengaku kepada pacar barunya. Sebuah pengakuan yang berakhir dengan luka hati dan pengulangan dosa yang sama bersama pacar baru.

Jika kamu mengaku dosa di hadapan Tuhan, Ia tidak akan terkejut. Bukankah Ia Maha Tahu? Ia akan memulihkanmu, bukan memanipulasimu.

Baca Juga: Pacar Mengaku Tak Lagi Perawan atau Perjaka. Apa Sikap Terbaik yang Bisa Dilakukan?



2. Berhenti sama sekali dari aktivitas seksual, belajar tentang batasan sentuhan fisik

Sulit? Banget! Namun, mau tidak mau, berhenti sama sekali dari aktivitas seksual di luar pernikahan adalah satu-satunya bukti nyata bahwa kamu benar-benar sudah bertobat. Bahwa kamu bukan sekadar 'menyesal cabe', hari ini menyesal karena merasakan pedasnya, besok - ketika rasa pedas itu hilang, mengulang kembali kesalahan yang sama.

Berjuanglah untuk menahan dirimu dari sentuhan-sentuhan yang menimbulkan rangsangan-rangsangan seksual.
[Image: mombaby.tw]

Bibir, telinga, area tubuh depan dari bawah leher hingga ke paha, dan bagian bokong adalah area privasimu. Mungkin selama ini kamu lupa, atau telanjur melewati batas, mem'bebas'kan orang lain menyentuh area-area privat itu hingga berujung pada hilangnya keperawanannmu.

Kini waktunya untuk membangun kembali kesadaran ini: kamu harus menjaga area tubuh privasimu tak tersentuh oleh orang lain, sama seperti kamu tidak boleh menyentuh orang lain pada area-area tersebut.

Selalu ingat, area tersebut diperuntukkan hanya bagi suami/istrimu yang sah nantinya.

Baca Juga: Selama Pacaran, Raih 5 Relationship Goals yang Benar-Benar Penting ini demi Kebahagiaan Pernikahan Kelak



3. Bicara pada orangtua

"What?! Kasih tahu orangtua? JANGAN!" Sambil bercucuran air mata, kalimat ini diteriakkan, bukan hanya oleh satu orang saja, tapi oleh hampir semua mereka yang datang mengaku dan meminta arahan.

Menakutkan? Tentu. Akan tetapi ini adalah langkah yang harus ditempuh.

[Image: ministrymatters.com]

Orangtua memikul tanggung jawab terhadap anak-anak mereka, bagaimanapun kondisinya. Tentu kamu akan menghadapi kemarahan dan kekecewaan mereka. Namun, mereka juga akan memberikanmu perlindungan dari keganasan dunia luar - yang jauh lebih keras dari apa yang sedang kamu hadapi sekarang. Mereka juga yang akan menolongmu untuk menempuh langkah-langkah berikutnya, yang mungkin tak akan mampu kamu hadapi dan tanggung sendirian.

Baca Juga: Lewat Orangtua yang Otoriter dan Overprotektif, Saya Menemukan 7 Pelajaran Hidup Penting Ini



4. Check up kesehatan

Salah satu dukungan yang dapat diberikan orangtuamu adalah mengantarkan dan membiayaimu untuk sebuah medical check up, yang biasanya tidak murah, khususnya berkaitan dengan tes HIV/AIDS.

[Image: medscape.com]
Seks di luar pernikahan memiliki banyak konsekuensi kesehatan. Medical check up akan membantumu untuk dapat mengetahui dan memastikan kondisimu. Apakah kamu terkena/tertular penyakit kelamin, HIV, mengalami kehamilan, dan lain sebagainya atau tidak.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kamu tidak menderita penyakit kelamin, tidak terserang virus HIV, maupun tidak mengalami kehamilan, paling tidak kamu dapat merasa sedikit lebih tenang, beban kegelisahanmu terangkat sebagian.

Baca Juga: Pacar Mengaku Tak Lagi Perawan atau Perjaka. Lakukan 3 Pemeriksaan Penting ini sebelum Mengambil Keputusan tentang Kelanjutan Hubungan



5. Menerima konsekuensi

Bagaimana jika hasil pemeriksaan menunjukkan kamu positif hamil? Atau bahkan, positif terserang virus HIV?

Beberapa orang yang baru mengetahui mereka mengidap HIV setelah beberapa tahun bertobat dari pergaulan bebas kerap kali mengeluh, "Mengapa Tuhan jahat? Mengapa masih harus menanggung konsekuensi setelah bertobat?"

[Image: lifesitenews.com]

Tuhan tidak menjadi jahat hanya karena seorang manusia menanggung konsekuensi perbuatannya sendiri. Itu adalah sebuah keharusan, sesuatu yang semestinya demikian. Ada pelanggaran, ada konsekuensi yang harus ditanggung. Tuhan adil dengan aturan-Nya.

Menerima kenyataan dan konsekuensi dengan lapang dada adalah salah satu bukti bahwa kamu benar-benar serius untuk bertobat.

Jika hamil, jangan gugurkan! Membunuh janin hanya akan menambah dosamu. Jika terserang HIV, jangan dengan sengaja menyembunyikan penyakitmu. Stop penyebaran virus HIV, jangan tularkan itu kepada orang lain!

Baca Juga: Hamil di Luar Nikah? Bukan Hanya Aborsi atau Terpaksa Menikah Solusinya. Renungkan 7 Hal ini!



6. Menjalani hidup baru

Beberapa orang yang saya kenal ada yang berani meninggalkan pergaulan lama mereka, yang punya daya tarik kuat untuk membuat mereka kembali jatuh. Mereka memulai kembali, dari nol membangun pertemanan dengan orang-orang yang positif gaya hidupnya.

Namun, tidak sedikit juga yang karena takut kehilangan "teman", mempertahankan lingkungan lama, walau tahu itu telah merusak hidup mereka. Hingga akhirnya mereka benar-benar "habis", secara emosional, kesehatan, hingga kejiwaan.

[Image: RibutRukun.com]
Untuk menjalani hidup baru, kamu harus berani meninggalkan hidup lama sama sekali.

Baca Juga: Waspada! Inilah 5 Ciri Cowok dan Cewek Nakal. Jangan Sampai Salah Pilih Pacar!



7. Menghadapi rasa bersalah

Walau telah memasuki hidup baru, rasa bersalah tak serta merta hilang. Jika rasa bersalah itu datang, hadapi dengan fakta bahwa kamu telah bertobat dan berubah.

[Image: Teo Trandafir]
Jangan biarkan kegelapan menjadi pendakwamu atas masa lalu yang telah kamu selesaikan.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kesalahan Menghancurkan Hidupmu! Bangkit dan Keluarlah dari Jerat Rasa Bersalah dengan 5 Langkah Ini!


Semoga kita semua terlindungi dari pergaulan yang menjerumuskan.

Semoga bermanfaat.



Baca Juga:

Lepas Diri dari Kecanduan Pornografi dan Masturbasi Bukanlah Sebuah Kemustahilan! Lakukan 3 Langkah Mendasar Ini

Masturbasi: 5 Langkah Tepat untuk Lepas dari Jeratnya

Inilah Trik dan Rayuan Pria untuk Mendapatkan Keperawananmu sebelum Menikah. Kamu Harus Bisa Menolak! Begini Caranya



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Telanjur Kehilangan Keperawanan? Masih Ada Kesempatan Kedua. Pulihkan Hidup, Lakukan 7 Langkah ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Heren Tjung | @herentjung

Public speaker. Pendiri Gerakan Kekudusan Seksual Kaum Muda True Love Waits Indonesia (pemegang lisensi resmi TLW International). Penulis buku Membongkar Rahasia Pornografi-bimbingan terpadu lepas dari jerat pornografi. Kontak:tlwindonesia@gmail.com

BAGAIMANA MENURUTMU ?