Tak Semua Orang Harus Menjadi Pengusaha, Bukan? Sebagai Pegawai, Inilah 4 Keuntungan yang Saya Rasakan

Work & Study

photo credit : pexels

21.7K
A Great Employee is like a four leaf clover. Hard to find and lucky to have. -Tammy Cohen-

Sebuah plakat berpigura akan diberikan sebagai penghargaan oleh perusahaan tempat saya bekerja untuk setiap karyawan yang sudah mengabdi selama 5 tahun. Plakat ini dibuat dengan bahan perak dan didesain khusus oleh perusahaan kami sebagai bentuk apresiasi untuk setiap karyawan yang menerimanya. Bukan hanya dari bahan dan desainnya yang membuat pigura ini menjadi lebih istimewa di hati saya, namun lebih dari itu ada banyak cerita, perjuangan dan perubahan yang terjadi selama 5 tahun saya mengabdi di dunia profesional.

Berikut 4 hal utama yang saya rasakan manfaatnya ketika saya menjadi seseorang yang menekuni pekerjaan sebagai pegawai di dunia profesional:


1. Membuat hidup saya lebih teratur

shutterstocks

Sebagai seorang pegawai tentu saja saya harus menaati aturan yang berlaku di perusahaan saya, salah satunya yaitu jam kerja tetap setiap harinya 08.00 – 17.00 WIB. Jam kerja ini membuat saya harus lebih cermat dalam mengatur waktu karena jika terlambat sedikit saja maka akan kacau semua jadwal saya dan seringkali akan berakibat lembur di sore harinya.

Lima tahun menjadi karyawan memicu saya untuk memiliki siklus biologis yang tepat seperti jam berapa saya harus bangun pagi, sarapan, berangkat kerja kemudian makan siang sampai hal yang detail seperti target minum air putih harian.

Pernah suatu kali saya mengambil hak cuti tahunan cukup panjang, dan saya merasakan kesehatan saya berbeda ketika beberapa kali saya bangun lebih siang dan melupakan target minum air putih harian yang biasanya saya ukur.


2. Mengembangkan intrapreneurship

shutterstocks

“Lebih baik jadi bos kecil daripada karyawan besar” sering mendengar istilah tersebut? Entah kapan dimulainya yang pasti image yang berkembang di masyarakat saat ini adalah setinggi apapun jabatannya pegawai tetaplah pegawai bukan pemilik perusahaan. Namun sebagai pegawai yang memimpin sebuat team, saya malah menemukan energi dan pembelajaran lain dari perkerjaan saya yaitu intrapreneurship.

Secara bebas intrapreneurship dapat diartikan sebagai entrepreneuship yang ada di dalam perusahaan. Saya menemukan banyak pengalaman bagaimana saya harus pandai-pandai mengelola pekerjaan saya pribadi dan team saya agar kami mampu memberikan layanan lebih bagi pengguna kami. Tentunya keahlian mengelola ini bukan merupakan kecakapan yang mudah didapat tanpa sebuah pengalaman, bukan?

Baca juga: Lulus S1: Kerja atau Lanjut S2? 3 Pedoman Ini Akan Membantumu dalam Mengambil Keputusan


3. Melatih ketrampilan skala prioritas

Pexels


Dalam pekerjaan kita tentu diharapkan untuk bisa membagi pekerjaan. Biasanya pekerjaan dibagi menjadi 4 bagian yaitu penting dan mendesak, penting namun tidak mendesak, tidak penting namun mendesak, dan tidak penting dan tidak mendesak. Skala prioritasnya dari yang terutama adalah penting dan mendesak sampai paling akhir adalah tidak penting dan tidak mendesak.

Skala prioritas ini sebenarnya berlaku tidak hanya pada jam kerja kantor saja. Namun lebih dari itu, karena terbiasa berpikir menggunakan skala prioritas seperti ini, maka sikap ini terbawa sampai ke dalam kehidupan pribadi saya di luar jam kantor.

Saya jadi terbentuk menjadi pribadi yang mampu membuat skala prioritas untuk setiap hal yang saya lakukan.

Meskipun tidak membuat catatan secara tertulis, namun secara otomatis saya mengaturnya dalam otak, atau bisa juga saya mengaktifkan pengingat melalui smartphone.


4. Memahami risiko dan mengembangkan diri

jellymetrics

Setiap pilihan hidup memiliki risiko yang akan selalu mengiringi pilihan tersebut. Pengusaha berisiko mengalami kebangkrutan, sedangkan pegawai berisiko kehilangan pekerjaan entah karena pemecatan, pensiun ataupun pengunduran diri atas kehendak pribadi.

Mengingat risiko tersebut memang seorang pegawai tidak bisa menutup mata. Sebaliknya, ada baiknya dia melakukan tindakan antisipasi.

Saya belajar dari banyak senior saya maupun rekan-rekan yang di sela-sela kesibukan dan tuntutan sebagai karyawan mau berusaha mengembangkan diri.

Ada yang memulai membuka usaha sampingan sampai belajar lagi ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, maupun menjadi pengajar di lembaga-lembaga pendidikan. Memang hasilnya sementara tidak lebih tinggi dari gaji mereka, namun ada sebuah asa yang tersemat di setiap langkah.

Baca juga: Apakah Saya Salah Memilih Pekerjaan? Mantapkan Pilihan lewat 3 Hal Ini


Keempat hal di atas mengingatkan kita bahwa menjadi seorang karyawan juga bukan merupakan sebuah pilihan yang salah. Hal terpenting yang juga ingin saya bagikan adalah pemahaman bahwa bekerja menjadi karyawan adalah juga merupakan proses pembelajaran untuk mensyukuri setiap berkat yang Tuhan percayakan pada kita melalui saluran apapun dan tetap belajar mengembangkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


Tertarik membaca artikel seputar dunia bekerja lainnya? Klik di sini:

Mencari Pekerjaan, Kehilangan Kesempatan dan Terpaksa Harus Menganggur, Pengalaman Saya Mengajarkan 3 Hal Berharga Ini

Kaya : Tak Sekadar Meraih Banyak Uang, namun juga Hidup Penuh Berkat. Inilah 5 Caranya

"Ditembak" Teman Kantor? Sebelum Menjawab "Ya" Pertimbangkan 4 Hal Penting Ini


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tak Semua Orang Harus Menjadi Pengusaha, Bukan? Sebagai Pegawai, Inilah 4 Keuntungan yang Saya Rasakan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dian Rosania | @dianrosania

Karyawan swasta Penikmat kopi

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar