Bukan Kesempurnaan Pasangan, Dua Hal ini yang Membuat Relasi Langgeng

Marriage

[image: Cyberspaceandtime]

1.8K
Ada keluarga yang terlihat begitu harmonis dan mesra meski telah memasuki usia pernikahan hampir dua puluh tahun. Namun, ada yang baru beberapa tahun menikah, justru kini sudah berada di ujung tanduk. Apakah yang membedakan mereka?

Pikiranku menerawang jauh. Aku memang belum berkeluarga, tetapi sudah banyak dicurhati teman-teman yang telah membangun rumah tangga. Ada keluarga yang terlihat begitu harmonis dan mesra meski telah memasuki usia pernikahan hampir dua puluh tahun. Namun, ada yang baru beberapa tahun menikah, justru kini sudah berada di ujung tanduk.

Dua orang yang baik tidak otomatis menjadikan pernikahan itu baik. Tetap dibutuhkan usaha untuk menjalin kebahagiaan dalam pernikahan. Apalagi yang dari awalnya sudah tahu pasangannya tidak baik.

Otakku berusaha menganalisa apakah yang sedang terjadi. Apa yang membedakan pernikahan mereka? Aku mulai berkaca pada pernikahan orang-orang terdekatku yang kulihat baik. Akhirnya aku menemukan sebagian jawabannya.

Inilah dua hal kecil yang ternyata dapat membuat hubunganmu dengan pasangan menjadi baik:



1. Selalu dapat melihat sisi positif dari pasangan

“Dia memiliki hati seorang dewi, Von.”

Itu adalah kata-kata seorang suami tentang istrinya kepadaku. Pasangan ini baru saja merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-12.

Aku mengangguk perlahan, setuju dengannya. Aku tahu wanita ini bukan wanita yang sempurna. Namun, dalam ketidaksempurnaan itu, dia tetap indah di mata suaminya.

[image: Top Best USA]

Tidak ada pasangan yang sempurna. Jika ingin mencari kekurangan pasangan, kita akan sangat mudah menemukannya. Jika mata kita selalu tertuju pada kekurangannya, itulah yang membuat hubungan memburuk. Ingatlah bahwa kita juga bukan manusia yang sempurna. Sesungguhnya, keangkuhanlah yang membuat kita merasa lebih baik dari pasangan kita.

Aku melihat mereka yang sering bercerita tentang kebaikan pasangannya kepada orang lain cenderung memiliki kehidupan pernikahan yang lebih sehat. Ketika aku mengenal pasangannya, apakah dia sempurna? Tentu saja tidak. Pasti banyak kekurangannya. Apakah mereka pernah bertengkar? Pasti pernah. Aku juga tahu tentang itu.

Namun, ketika mereka mampu melihat kebaikan pasangannya, itu yang membuat mereka tetap menghargai dan mengasihinya.

Dengan terus menceritakan kebaikannya kepada orang lain, ia juga membuat orang lain dapat menghargai pasangannya. Itu adalah hal penting yang harus kita jaga dalam pernikahan. Sebenarnya, membeberkan keburukan pasangan sama saja membeberkan keburukan diri sendiri. Sebab mereka yang telah menikah bukan lagi dua, melainkan satu.

Baca Juga: Tak Seindah Dongeng, Inilah 3 Realita yang Saya Pelajari dari Kisah Cinta Orangtua Saya



2. Menghargai setiap usaha dan jerih lelah pasangan kita

Terkadang kita dapat bersikap lebih baik kepada orang lain daripada pasangan kita sendiri. Kita sering mengatakan terima kasih kepada sopir taksi yang mengantarkan kita ke tempat tujuan, tetapi pernahkah kita berterima kasih kepada pasangan yang mengantar jemput kita? Kita mungkin terbiasa mengucapkan terima kasih pada pelayan restoran yang mengantarkan makanan pesanan kita, tetapi pernahkan kita berterima kasih kepada istri yang memasak untuk kita setiap harinya?

[image: Waman Infoseek]

Kalau mau pakai logika, para sopir taksi dan pelayan restoran hanya melakukan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Mereka dibayar untuk itu. Namun, pasangan kita tidak dibayar. Mereka melakukannya dengan kasih. Sayangnya, sering kali justru tidak kita hargai.

Jika pasangan datang terlambat, kita marah. Jika masakan istri tidak enak, kita marah. Jika uang gaji yang diberikan suami tidak cukup untuk keperluan sehari-hari, kita juga marah. Jika istri semakin lama semakin membesar dan keriput, kita makin mengabaikannya, bahkan mencibirnya.

Mari kita ingat, kapankah dengan tulus kita mengucapkan terima kasih kepada hal rutin yang pasangan kita lakukan untuk kita? Kita lupa bahwa pasangan kita telah bekorban sedemikian rupa untuk kita. Kita terlalu sering take it for granted. Kita menganggap semua itu adalah lumrah. Sudah seharusnya begitu. Bahkan apa yang dia lakukan tidak cukup baik dibandingkan pasangan orang lain.

Lalu, ada pasangan yang mulai menyalahkan pasangangannya. Terkadang ekspektasi yang tidak realistis membuat relasi hancur. Kita kecewa, karena memiliki ekspektasi yang terlalu sempurna. Apalagi, ketika kita membanding-bandingkan pasangan kita dengan orang lain. Itu adalah gerbang menuju memburuknya relasi.

Aku melihat ada pasangan yang tetap romantis sampai tua adalah pasangan yang dapat menghargai jerih lelah pasangannya di tengah kekurangannya.

Tidak ada orang yang sanggup bertahan dengan kritikan pedas setiap hari. Sebaliknya, pujian dan penghargaan justru dapat memacu semangat untuk meraih yang lebih baik.

Baca Juga: Wanita, Jangan Lakukan 3 Kesalahan Fatal dalam Berkomunikasi Ini jika Tidak Ingin Hubunganmu dengan Pasangan Rusak!


“Von, aku ingat. Gaji pertama yang diberikan suamiku dulu, hanyalah sepersekiannya gajiku. Tetapi dia memberikannya semua kepadaku. Aku sangat menghargainya. Apakah itu hal yang mudah? Tidak! Tetapi bisa dengan pertolongan Tuhan.”

Begitu cerita seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dengan bangga dan tersenyum. Dia dulunya adalah wanita karier, tetapi memilih menjadi ibu rumah tangga dan menjalaninya dengan sepenuh hati.

Aku hanya dapat terpana mendengarnya. Dia telah menunjukkan pengorbanan yang dia dan pasangannya lakukan demi membangun sebuah keluarga. Mereka pun saling menghargai pengorbanan itu. Aku merasa itu adalah salah satu hal penting dalam membangun sebuah keluarga.

Aku sering kali tersenyum kagum melihat kemesraan pasangan yang sudah di usia pernikahan yang tidak muda lagi ini. Aku berharap, aku pun dapat mengikuti jejak mereka.


[image: pixabay]

Hal-hal yang terlihat kecil, jika dilakukan setiap hari, akan menjadi siraman kasih yang terus memelihara dan membesarkan rasa cinta yang pernah ditemukan di awal relasi.

Jika jatuh cinta itu indah, lalu mengapakah tidak kita upayakan terjadi setiap hari? Daripada menunggu, bukankah lebih baik kita yang memulainya?






Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bukan Kesempurnaan Pasangan, Dua Hal ini yang Membuat Relasi Langgeng". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Vonny Thay | @vonnythay

Seorang finance yang memiliki panggilan untuk menulis. Buku pertamanya telah di rilis pada bulan Mei 2017 yang berjudul, "Wonderful Single Life" telah terjual laris manis. Jika ingin mengenalnya lebih jauh, kamu dapat membaca blog pribadinya di www.vonny

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar