Suporter Sepak Bola: Apa yang Bisa Kita Pelajari demi Persatuan Indonesia?

Reflections & Inspirations

[image: suporter Indonesia]

376
Seperti para suporter yang rela bersatu demi melihat kejayaan sepakbola Indonesia, kitapun harus rela bersatu untuk Indonesia yang lebih baik.

Akhirnya musim pertandingan Liga 2 telah selesai, Persebaya Surabaya yang menjadi juaranya. Tiga klub teratas Liga 2 (Persebaya Surabaya, PSMS Medan dan PSIS Semarang) akan dipromosikan masuk ke Liga. Klub-klub ini akan bertanding dalam kasta yang lebih tinggi, dengan lawan lebih berat, yang tentunya akan menciptakan banyak pertandingan yang lebih menarik, apalagi ketiga klub ini merupakan tim-tim legendaris Indonesia.

Tiga klub yang naik kasta ini adalah klub-klub lama yang memiliki sangat banyak suporter fanatik. Persebaya didukung oleh Bonek, PSIS didukung Panser Biru, dan PSMS didukung Smeck Mania. Ketika semifinal Liga 2 diadakan di Bandung, yaitu kota yang tentu cukup jauh dari lokasi para suporter tersebut tinggal, ribuan orang suporter rela datang ke sana untuk memberikan dukungan bagi klub-klub yang dicintainya. Apalagi suporter Persib (Bandung), Viking, sebagai “tuan rumah” juga menyambut mereka dengan sangat baik.


Kabar Buruk tentang Suporter

[image: oknews]

Selama ini kita mendengar berita buruk tentang suporter sepakbola, yaitu mulai soal perkelahian sampai penjarahan yang dilakukan para suporter tersebut. Tetapi di dalam Liga 2 musim ini, kita justru mendengar berita baik tentang mereka--sesuatu yang tentu sangat melegakan. Memang di masa akan datang, kita masih bisa "kecolongan" dan bisa saja masih ada hal-hal buruk yang akan dilakukan oleh para suporter tersebut.

Baca juga: Bagi Para Pengejar Cita-Cita, Inilah 3 Rahasia di Balik Kesuksesan Rio Haryanto Menembus

Sebetulnya jika terjadi kekacauan itu adalah sesuatu yang wajar karena tidak mudah mengendalikan ribuan orang, yang sebagian besar adalah anak-anak muda yang mudah tersulut emosinya.

Tetapi harus diakui, aadalah lebih baik jika ada lebih banyak suporter dewasa yang fokusnya adalah bagaimana membela tim kesayangannya di dalam stadion, bukan membuat keonaran di luar tempat bertanding. Bahkan akan lebih baik lagi, jika ada suporter yang bisa menerima kenyataan dengan lapang dada ketika tim yang dibelanya kalah.


90 Menit Rival, Selebihnya Indonesia

Judul di atas adalah judul salah satu artikel di dalam media nasional yang membahas isu tentang suporter di Indonesia. Tulisan ini tentu memberikan optimisme dan harapan karena inilah wajah Indonesia yang sesungguhnya: Berbeda-beda tetapi tetap satu.

Ketika pertandingan semifinal Liga 2 berlangsung semua suporter memang bisa duduk bersama dengan damai dan bahkan saling mendukung. Tidak ada kerusuhan atau pun ucapan kasar yang terlontar selama pertandingan berlangsung. Bahkan ketika Persebaya sedang tidak bertanding, banyak Bonek yang rela membaur bersama dengan suporter tim yang saat itu sedang bertanding. Begitu pula sebaliknya, Persebaya juga mendapatkan dukungan dari kelompok suporter yang lainnya juga. Mereka rela membaur karena selain mencintai klub kesayangannya, mereka sama-sama mencintai sepakbola Indonesia.

Alangkah indahnya kalau suasana Indonesia yang ada di stadion bisa dirasakan juga di dalam kehidupan kita sehari-hari.

Bagaimana di tengah segala perbedaan yang ada, kita tidak saling memusuhi. Di tengah banyaknya kompetisi yang harus dihadapi di sekolah, kantor, ketika mengikuti perlombaan, atau dalam persaingan usaha, kita tidak boleh hanya mengedepankan emosi dan berusaha saling menjatuhkan saja. Hal-hal negatif pasti akan merugikan semua pihak; dan sebaliknya situasi akan menjadi jauh lebih baik ketika hal-hal postif terjadi. Semua orang harus mau berusaha untuk menjalin relasi yang baik dengan sesama, mau bersinergi dan berkolaborasi untuk menghasilkan karya yang lebih besar. Dengan demikian, suasana rukun dan damailah yang akan dirasakan oleh semua orang, sehingga kita bisa menjalani perjuangan kehidupan ini dengan lebih baik dan nyaman.

Baca Juga: Inilah 3 Jalan Menuju Hidup yang Bermakna. Apakah Kamu Sedang Menjalaninya?


Menyisihkan Ego demi Persatuan

[image: republika]

Sebagai manusia tentu tidak mudah untuk menyingkirkan ego kita masing-masing demi persatuan, karena natur kita memang lebih suka mencari kesenangan sendiri, dan tidak mau dikalahkan orang lain.

Tetapi hal yang tidak mudah bukan berarti mustahil, asalkan kita mau berjuang mengusahakannya. Tujuan yang benar akan memampukan kita untuk bisa melepaskan ego.

Selalu berfokuslah pada bagaimana hidup ini harus bisa membawa kebaikan bagi orang lain, bagi bangsa kita dan bahkan bagi dunia. Seperti para suporter yang rela bersatu demi melihat kejayaan sepakbola Indonesia, kitapun harus rela bersatu untuk Indonesia yang lebih baik.

Selamat kepada sepakbola Indonesia! Kemenangan ini adalah milik kita semua!


Ingin membaca artikel-artikel menarik lainnya? Klik di sini:

6 Tindakan Nyata untuk Merawat Indahnya Keragaman Indonesia

Indahnya Keberagaman, Inilah Tiga Kunci Hidup Rukun dalam Perbedaan yang Saya Pelajari di Tarakan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Suporter Sepak Bola: Apa yang Bisa Kita Pelajari demi Persatuan Indonesia?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Davy Hartanto | @davyedwin

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar