Suami Selingkuh: Bukan Cerai, 4 Hal ini yang Dilakukan Sahabat Saya untuk Menyelamatkan Pernikahannya

Marriage

[Image: pinkroma.it]

23K
Tak mudah menerima kenyataan bahwa suami telah berselingkuh. Perceraian segera terbayang, namun luka tak akan selesai di meja hijau. Inilah kisah sahabat saya menyelamatkan pernikahan dari perceraian, setelah perselingkuhan suaminya

"Le, suamiku selingkuh dengan teman kantornya."

"Sudah jelas-jelas ketahuan, tapi dia mengelak. Aku ndak sengaja buka WA dia, katanya hanya sebatas teman ngobrol. Aku sudah tanya sama temannya. Bukti-bukti sudah lengkap," lanjut sahabat saya itu sambil menahan tangis.

"Apa sih yang kurang dari aku? Mulai bangun tidur sampai tidur lagi, hanya suami dan anak-anak yang ada dalam benakku!"

... Dan tangisnya pun pecah ...


Mengapa Perselingkuhan Terjadi?

Perselingkuhan ada dua jenis: perselingkuhan fisik dan perselingkuhan emosional. Keduanya merusak kepercayaan dan rasa hormat, yang merupakan dasar sebuah hubungan. Keduanya juga dapat berujung ke perzinahan.

Perselingkuhan, di zaman ini, seolah telah menjadi sebuah tren. Diumbar dengan bebasnya di tayangan televisi, disaksikan jutaan pasang mata seakan sesuatu yang wajar. Entah mana memengaruhi yang mana: karena tren maka ditayangkan, atau justru karena ditayangkan lalu menjadi tren.

"Witing tresno jalaran soko kulino," demikian kata sebuah pepatah Jawa. Seringnya bertemu dan intensitas komunikasi dapat menimbulkan rasa cinta di antara dua insan manusia. Inilah yang mungkin menjadi sebab banyak perselingkuhan terjadi di tempat kerja.

Jarak, baik dalam hitungan kilometer maupun dalam soal hati, yang memisahkan suami dan istri juga dapat menjadi pemicu. Hati yang haus, tak lagi dapat dipuaskan dengan apa yang diberikan oleh pasangan. Mungkin istri di rumah cuek, sedangkan pasangan selingkuh romantis dan perhatian. Rekan sekerja tampil cantik dan wangi, sementara istri berpakaian seadanya serta malas berdandan.

Kekecewaan akibat ekspektasi yang tak terpenuhi, bahwa ternyata pernikahan tidaklah seperti apa yang dibayangkan ketika berpacaran. Bahwa ternyata suami atau istri ternyata berubah, atau malah mungkin juga, tidak kunjung berubah setelah berumah tangga. Kecewa dan putus asa, salah satu [atau bisa juga keduanya] memutuskan untuk mencari sosok lain.

Banyak hal yang dapat mengkibatkan terjadinya sebuah perselingkuhan. Namun, sebab utama sebenarnya ini: konsep yang salah tentang pernikahan.

Lebih dalam daripada soal hubungan dua manusia, setiap perselingkuhan sesungguhnya merupakan usaha menjauh dari Tuhan.



Memulihkan Luka akibat Perselingkuhan Pasangan

Ketika sebuah perselingkuhan tersingkap, ada luka yang timbul. Rasa sakit itu, kata sahabat saya, begitu pedih dan perih menggores-gores hatinya. Ketika suaminya pulang ke rumah, hanya amarah yang disisakannya untuk keluarga. Anak-anak menjadi pelampiasan. Hubungan suami-istri terasa hambar. Yang dibutuhkan oleh sahabat saya, dan juga semua orang yang terluka akibat perselingkuhan pasangan, adalah sebuah proses pemulihan. Inilah langkah-langkahnya:


1. Ungkapkan Perasaan

Langkah pertama dan paling penting: ungkapkan apa yang dirasakan dengan jujur. Apakah itu kesedihan, kemarahan, kekecewaan, atau trauma sekalipun.

"Kamu tahu, Le. Aku memang terlihat kuat dan tetap tersenyum, tapi hatiku menjerit-jerit setiap mengingat dan melihat suamiku," begitu sahabat saya mencoba menjelaskan apa yang ia rasakan.

Luka hati akan menggerogoti jiwa [dan raga] apabila terus dipendam dan dibiarkan tak terungkap. Ungkapkan pada orang yang tepat. Salah tempat curhat hanya akan menimbulkan luka hati yang baru.

Baca Juga: Kejujuran, Satu-satunya Jalan Penyembuhan. Inilah 7 Pengakuan yang Akan Membebaskan Diri dari Rasa Sakit karena Menyimpan Luka Batin


2. Maafkan dan Lupakan

Jika pasangan mau mengakui kekhilafan dan bersedia berjuang untuk kembali pada jalan kebenaran, ambil langkah memaafkan dan melupakan kesalahan. Sepertinya mudah, tetapi praktiknya, saya yakin, amatlah sulit. Bayang-bayang perselingkuhan: apa yang pernah dilakukan, yang pernah dikatakan pasangan dengan selingkuhannya, tentu tak bisa dihapus begitu saja. Bagaikan hantu, pikiran-pikiran itu akan muncul, mampir kapan saja tanpa permisi ke benak kita. Dalam hal ini, perlu kesabaran dan keikhlasan hati.

Sesuatu yang hanya dapat terjadi jika hati kita telah dibaharui dan dipimpin oleh Tuhan, bukan lagi oleh ego atau perasaan kita.

Baca Juga: Dikhianati? Jangan Meratap, Lakukan 8 Langkah ini!


3. Membangun Komitmen

Tak cukup berhenti hanya di pengampunan, harus ada komitmen baru yang dibangun di atasnya. Pasangan harus benar-benar memutuskan hubungan dengan si selingkuhan, menghapus semua kontak, atau jika perlu, pindah kerja agar tak perlu lagi bertemu - jika perselingkuhan itu terjadi dengan teman kerja. Ada tindakan nyata yang harus diupayakan untuk kembali membangun hubungan dan kepercayaan. Tindakan nyata itu harus pula disertai dengan kesabaran dari pihak yang berselingkuh untuk menunggu pulihnya luka hati pasangan. Kedua belah pihak juga harus saling terbuka, saling mengakui kelemahan, saling menyesuaikan diri, memperbaiki dan mengubah hal-hal buruk di masa lalu dan menata langkah baru dalam bingkai komitmen yang baru pula.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kesalahan Menghancurkan Hidupmu! Bangkit dan Keluarlah dari Jerat Rasa Bersalah dengan 5 Langkah ini


4. Merenovasi Pernikahan

Langkah berikutnya adalah merenovasi pernikahan. Artinya, pasangan suami-istri secara sadar bersama-sama membangun kembali pernikahan. Bersama-sama mengembalikan pernikahan tersebut pada rel yang benar, jalan kebenaran Tuhan. Ini bukan perkara mudah, karenanya butuh perjuangan berat dari kedua belah pihak.

Pihak yang pernah melakukan kesalahan harus benar-benar bertobat. Minta pengampunan tak hanya dari pasangan, tetapi pertama dan terutama, pada Tuhan sumber kebenaran. Hanya dengan cara itulah ia akan dimampukan untuk kembali dan bertahan setia pada pasangan.

Baca Juga: 4 Prinsip yang Membuat Relasi Cinta Makin Kokoh


Beberapa bulan berselang dari waktu sahabat saya mencurahkan isi hatinya, saya dapati bahwa kasih di antara mereka telah dibaharui. Pernikahan mereka telah kembali dipulihkan. Syukur pada Tuhan atas pekerjaan-Nya yang indah itu.



Baca Juga:

3 Jenis Keintiman yang Harus Dimiliki Pasangan untuk Menyelamatkan Hubungan dari Godaan Perselingkuhan

Fenomena Suami Kesepian: Bukan Sekadar Seks, Inilah 6 Hal yang Dapat Dilakukan Istri untuk Mendampingi Suami

Rahasia Hubungan Cinta yang Harmonis: Lakukan 10 Hal Sederhana, Dengan atau Tanpa Kata-Kata ini, Setiap Hari



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Suami Selingkuh: Bukan Cerai, 4 Hal ini yang Dilakukan Sahabat Saya untuk Menyelamatkan Pernikahannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Elisa Aprilia | @elisaaprilia

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar