Suami Memilih Kembali ke Wanita Simpanan setelah Mengaku Menyesali Perselingkuhan

Marriage

[Photo credit: Jesi]

2.2K
Menghancurkan memang lebih mudah daripada membangun.

"Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Sepintar-pintarnya orang menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga.”

Itulah kiasan yang dengan tepat menggambarkan kondisi Doni, seorang suami dan ayah berusia 50 tahun. Bertahun-tahun ia berhasil menyembunyikan wanita simpanan, akhirnya ketahuan juga.

Awalnya, sang istri tidak menaruh curiga. Memang, kabar tak sedap tentang sang suami sudah kerap ia dengar. Namun itu tidak cukup mampu membuatnya berprasangka. Ia yakin, suaminya setia kepadanya.

Hingga akhirnya suatu ketika tak sengaja ia mendapati pesan 'tak biasa' di handphone sang suami yang tergeletak begitu saja. Dari daftar panggilan keluar-masuk yang tertera di sana terungkap juga, suaminya intens berkomunikasi dengan si wanita pengirim pesan. Mereka bahkan berkirim foto satu sama lain.

Terguncang hebat, istri Doni jatuh pingsan lalu sakit berbulan-bulan.


Setelah diinterogasi oleh anak-anak dan istri, Doni mengaku. Perselingkuhan itu telah berjalan dua tahun, tepatnya sejak ia pindah kerja ke luar kota. Di sana ia menjalin hubungan dengan wanita simpanannya. Doni mengaku khilaf, ia menyesal telah mengkhianati keluarga.

Cerita selesai? Sayangnya, tidak.

Istri dan anak-anak memang menerima permintaan maaf Doni. Namun, untuk setiap kesalahan yang telah terjadi, ada konsekuensi yang menyertai.



1. Cinta Mula-Mula

Inilah konsekuensi pertama yang harus ditanggung Doni. Ia kehilangan cinta mula-mula sang istri.

Jangankan bermesraan, sekadar tawa dan canda saja musnah sudah dari rumah. Istrinya tak lagi melepas Doni hingga depan pintu setiap ia hendak pergi bekerja. Tak ada lagi makanan terhidang di meja sebelum ia meninggalkan dan kembali ke rumah.

Cinta dan sayang tak lagi punya arti. Yang ada kini kau dan aku, masing-masing mengurus diri sendiri.

Meski tinggal serumah, mereka sesungguhnya telah bercerai. Cinta sudah hilang, bersatu hanya karena tanggung jawab dan anak-anak. Ironis!



2. Kepercayaan

Suatu kali, istri Doni sakit. Doni berusaha menunjukkan perhatian. Ia pun mengambilkan air putih untuk istrinya yang hendak meminum obat. Ketika ia menyodorkan gelas itu kepada istrinya, sang istri menolak. Istrinya menuduh Doni hendak meracuninya dengan memasukkan obat aneh-aneh ke dalam minuman tersebut. Bahkan ketika Doni berusaha bersikap baik, istrinya tidak lagi percaya kepadanya.

Inilah konsekuensi kedua dari perselingkuhan. Setelah hilang rasa cinta, hilang juga rasa percaya.

Kepercayaan itu ibarat benda antik berharga mahal yang amat rapuh. Ia bisa hancur seketika jika kita tidak berhati-hati menjaganya.

Kepercayaan diberikan, bukan diraih. Kita tidak bisa 'memaksa' orang mempercayai kita, karena pada dasarnya orang lainlah yang harus memilih untuk memberikan kepercayaan kepada kita. Ketika dikecewakan, sulit untuk kembali memberi kepercayaan kepada orang yang sama.

Baca Juga: Aku Melukai Hati Istriku dengan Menduakannya



3. Kenyamanan

Pernahkah melihat pasangan kehabisan topik pembicaraan ketika sedang nge-date berdua? Atau pernahkah merasa canggung ketika komunikasi yang terjadi sebatas basa basi?

Itulah yang terjadi dengan Doni dan sang istri ketika mereka keluar makan bersama. Satu jam penuh dihabiskan dengan menatap handphone masing-masing, tanpa percakapan berarti. Beberapa kali Doni berusaha membuat lelucon untuk memecah keheningan. Namun upaya itu hanya menuai tawa yang dipaksakan.

Inilah konsekuensi ketiga yang menyertai sebuah perselingkuhan: hilangnya rasa nyaman.

Bukan hanya istri, anak-anak juga mulai menjauhi Doni. Mereka tidak lagi merasa nyaman berelasi dengan ayah yang mereka anggap telah mengecewakan keluarga. Perselingkuhan tidak hanya menyakiti pasangan, anak-anak juga ikut terluka karenanya.

Ketika kenyamanan hilang dalam relasi, tempat tinggal terasa seperti rumah angker tak berpenghuni.

Baca Juga: Anak Gadis Saya Melihat Sendiri Mamanya Dipeluk Mesra Lelaki Muda



Rumah Tangga Hancur

Doni telah berupaya memperbaiki kesalahan, tapi tampaknya memang benar, menghancurkan itu jauh lebih daripada membangun.

Dosanya tak cukup ditebus dengan ribuan kata maaf. Anak-anak dan istri telanjur memandang hina dirinya.

Usahanya tak kunjung berbuah, Doni pun merasa lelah. Ia memilih kembali ke wanita simpanannya, ia merasa diterima dan disayangi apa adanya di sana.

Tak perlu waktu lama, Doni menggugat cerai istrinya. Relasi mereka kelar, rumah tangga mereka bubar.

Baca Juga: 3 Hal Keliru yang Istri Lakukan Setelah Mengetahui Suami Berselingkuh


Perselingkuhan bisa jadi memang nikmat. Namun, tak pernah membawa dampak baik. Mungkin tidak segera, setiap perselingkuhan pasti mendatangkan keretakan yang berujung kehancuran.




Baca Juga:

Dari Mira, Seorang Perempuan 'Simpanan', Untuk Para Istri di Rumah

Lima Belas Tahun Berselingkuh, Tak Ketahuan

Mengapa Pria Berselingkuh? Inilah Pengakuan Mengejutkan 5 Pria Peselingkuh





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Suami Memilih Kembali ke Wanita Simpanan setelah Mengaku Menyesali Perselingkuhan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


jevin sengge | @jevinsengge

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar