Suami Kecanduan Game? Inilah Kisah Saya Menikah dengan Pro-Gamer

Marriage

[image: packtrain]

2.3K
Bila hobi itu menimbulkan masalah dalam hubungan Anda dengan pasangan, bahkan dengan keluarga, maka bicaralah terus terang dan minta agar pasangan Anda mengalihkan pada hobi lain saja.

Anda tidak salah membaca, suami saya seorang Pro-Gamer bukan Programmer. Sekalipun suami saya lulus dari universitas komputer di Surabaya, ia tidak menjadikan programmer sebagai profesinya.

Jika Anda pernah mendengar game “Tekken”, mungkin Anda pernah mendengar nama suami saya. Ya, semenjak mengenal suami saya, ia memang sudah sangat aktif di dunia game “Tekken” ini. Berbagai lomba dalam skala nasional dan internasional diikutinya. Ia pun berhasil menjuarai beberapa di antaranya. Selama bertahun-tahun, ia digadang-gadang sebagai pemain “Tekken” terbaik di Indonesia. Berkali-kali ia dikirim untuk mewakili Indonesia dan hasilnya ia berhasil memperoleh urutan ketiga, di bawah Jepang dan Korea.

[image: dokumentasi penulis]

Apakah saya bangga? Tentu saja. Namun, bagaimana lika-liku hidup bersama seorang pro-gamer? Saya ingin membagikan sedikit tips yang saya lakukan.



Minta Pasangan Membagi Waktunya

Jika pasangan Anda hobi bermain game, maka bicaralah terus terang kepadanya. Buatlah perjanjian. Minta agar ia bisa mengatur kapan waktunya bermain game dan kapan harus bersama dengan keluarga.

[image: Priotime]

Pekerjaan suami saya menuntut dirinya harus bekerja dari pagi sampai malam, sehingga waktu luang yang dimilikinya hanyalah Sabtu malam dan Minggu.

Suami saya meminta agar setiap Sabtu malam diizinkan bermain game sejenak bersama teman-teman komunitasnya, dan hari Minggu ia akan menemani anak-anak kami bermain. Maka saya dan suami membuat perjanjian. Saya mengizinkan ia main game pada hari Sabtu, asal tidak pulang terlalu malam sehingga bisa menidurkan putri kami yang pertama. Kemudian, hari Minggu sepulang gereja, kami akan mengajak putri-putri kami berjalan-jalan atau sekadar makan bersama.

Sepertinya sudah adil, kan? Apakah sudah tidak ada lagi masalah? Tidak juga. Masalah tentu tetap ada. Terkadang suami pulang terlalu malam dan akhirnya putri kami yang besar rewel karena tidak bisa tidur. Masalah lainnya? Terkadang lomba diadakan tidak mengenal hari, bisa di hari Senin, Sabtu, dan juga hari Minggu!

Baca Juga: Untuk Kita yang Masih Diberi Waktu, dari Berpulangnya dr. Oz Indonesia, Ryan Thamrin



Bicara Sejujurnya Jika Anda Keberatan

Seperti yang saya tulis di atas, bicarakan dengan pasangan dengan sejujurnya, katakan jika memang Anda keberatan. Mungkin ia akan mendengar, mungkin juga tidak.

Akan tetapi, tetap saja, katakan sejujurnya. Suatu hari ia akan paham dan bisa lebih bijak dalam mengatur prioritasnya.

Baca Juga: Tak Sekadar Buka Suara, tapi Jagalah Kualitas Kata. Ini 4 Panduannya



Dukung Hobinya

Mungkin poin ini agak berlawanan dengan poin-poin sebelumnya di mana saya terlihat menyempitkan waktu suami saya dalam menjalankan hobinya. Akan tetapi, seorang pria tidak dapat hidup tanpa hobinya. Selama hobi itu baik dan wajar, maka dukunglah.

Namun, bila hobi itu menimbulkan masalah dalam hubungan Anda dengan pasangan, bahkan dengan keluarga, maka bicaralah terus terang dan minta agar pasangan Anda mengalihkan pada hobi lain saja.



Sikap Anda Menentukan Keputusannya

Jika Anda keberatan dan diam saja, suatu saat akan menjadi masalah besar pada hubungan Anda dengan suami. Namun, jika Anda terlalu memaksa pasangan tanpa mau berdiskusi dengannya, pasangan Anda malah akan semakin menjadi-jadi.

[image: Donna Nanopress]

Bicarakan baik-baik dengannya, utarakan perasaan Anda, dan berikan alasan-alasan yang masuk akal. Sebaliknya, dengarkan juga bagaimana perasaannya dan pertimbangan-pertimbangannya.

Baca Juga: Ketika Pertengkaran Tak Terhindarkan, Ingatlah Bahwa Permusuhan adalah Pilihan. Inilah Cara Menyikapi agar Pertengkaran Tak Menghancurkan Relasi



Apa pun hobi suami Anda, buat perjanjian dengannya dan usahakan untuk tidak melanggarnya.


Karena jujur saja, dalam tahap normal, saya lebih senang suami saya memiliki hobi bermain game daripada hobi-hobi lainnya, seperti berjudi, minum alkohol, pergi ke tempat hiburan malam, bahkan bermain wanita. Ketika ia bermain game, saya tahu pasti di mana ia berada, bersama siapa, dan sedang apa. Keuntungan lainnya lagi, setelah seharian lelah bekerja, suami saya bisa menyalurkan emosi dan stresnya pada game, sehingga di rumah ia sudah lebih ceria. Benar, masih lebih banyak dampak positifnya daripada negatifnya.



Lalu, bagaimana dengan Anda? Apakah pasangan Anda juga memiliki hobi yang sama? Atau bahkan Anda sendiri yang memiliki hobi bermain game? Bagikanlah kisah dan pengalaman Anda di RibutRukun.




Baca juga:

Menghasilkan Uang dari Hobi? Bisa, Asal Tahu Caranya. Mengubah Hobi Menjadi Hoki, Ini Strateginya

9 Tips Mendapatkan Uang Sekaligus Mengatasi Kecanduan Game






Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Suami Kecanduan Game? Inilah Kisah Saya Menikah dengan Pro-Gamer". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar