Stres dalam Pekerjaan: Sadar atau Tidak Sadar, Inilah 3 Pemicunya! Kenali dan Atasi demi Kebahagiaan Diri

Work & Study

photo credit: clinicians.co.nz

23.7K
Kerjaan kok bikin stres yah? Apa harus resign?

Ada karyawan yang penghasilannya sedikit tetapi terlihat bahagia. Ada pula karyawan yang gajinya besar tetapi setiap hari merasa stres. Demikian juga dalam dunia bisnis. Ada pengusaha meskipun usahanya kecil tetapi bahagia. Di sisi lain, ada juga pengusaha yang omzetnya banyak tetapi hidupnya penuh dengan stres.

Realita seperti itu sering terlihat di sekitar kita. Ternyata, faktor stres itu sebenarnya timbul dari dalam diri kita sendiri. Hal-hal inilah yang sebenarnya sadar atau tidak dapat memicu hadirnya stres.

Baca juga: 3 Prinsip Pengelolaan Uang yang akan Menjauhkanmu dari Jerat Hutang


1. Ingin cepat kaya

photo credit: India Opines

Peribahasa mengatakan, “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.”

Peribahasa tersebut tidak asing lagi terdengar di telinga, bukan? Dan peribahasa itu sangat bagus sekali maknanya. Mengajarkan untuk bisa menabung sedikit demi sedikit pasti lama-lama akan terkumpul banyak.

Orang jawa juga bilang, “Pelan-pelan asal kelakon” yang intinya mengajarkan untuk jangan terburu-buru.

Suatu pagi, karena terburu-buru mau pergi, saya meminta bantuan asisten rumah tangga untuk membersihkan kamar saya dengan cepat. Karena terburu-buru, akhirnya ia membersihkannya tanpa hati-hati. Pyar! Pecahlah pigura di kamar saya. Padahal, seharusnya jika saya tidak terburu-buru, mungkin pigura itu tidak akan pecah, tetapi karena faktor terburu-buru keinginan bisa cepat malah jadi lebih lama karena harus membersihkan pecahan kaca piguranya.

Baca juga: Kaya : Tak Sekadar Meraih Banyak Uang, namun juga Hidup Penuh Berkat. Inilah 5 Caranya

Hal itu sama halnya dengan kita di perkerjaan dan bisnis. Banyak orang yang maunya “terburu-buru” ingin cepat kaya. Padahal, “terburu-buru” itu justru berisiko besar. Maunya dapat uang banyak, lupa dengan risiko. Kerja menjadi ngawur. Banyak perusahaan asal dapat omzet banyak, mereka lupa untuk safety. Akhirnya bukan cepat kaya, justru jatuh bangkrut. Karena ketidak hati-hatiannya.

Ingin cepat kaya, sangat memicu kestresan yang cukup besar. Karena selalu berpikir “Kapan jadi kaya, ya?” Sehingga melihat isi tabungan kok tidak banyak-banyak. Omzet kok tidak besar-besar. Akhirnya menimbulkan stres pada diri sendiri.

Hidup ini sebenarnya simple, biarkan mengalir saja. Asalkan kita mau kerja keras, mau berusaha yang terbaik, rajin menabung, dan hidup benar. Pasti kita akan kaya. Tak perlu dipikirkan dengan terlalu “Kapan jadi kaya” nanti bisa membuat stres sendiri.


2. Memasang harapan yang terlalu tinggi

photo credit: Bankrate
Banyak orang yang memiliki harapan yang terlalu tinggi. Baik dalam gaji, omzet dan juga pada anak. Apakah salah? Ya, hal ini akan membawa pada banyak masalah.

Seorang pengusaha yang sangat besar dan kaya, memiliki harapan kelak dua orang anaknya akan meneruskan perusahaannya. Semua diarahkan seperti apa kemauannya, supaya dua anaknya bisa menggantikan posisinya. Tetapi, minat kedua anaknya berbeda dengan orang tuanya. Sehingga saat mereka besar mereka menolak untuk menjadi pengusaha seperti ayahnya. Begitu mengetahui bahwa kedua anaknya tidak ada yang mau meneruskan perusahaannya, pupuslah harapannya. Akhirnya, stres pun melandanya setiap hari.

Memiliki harapan memang harus. Tetapi, memasang harapan terlalu tinggi juga tidak baik. Alangkah baiknya jika menurunkan harapan itu sewajarnya saja. Supaya jika kenyataan tidak terjadi seperti yang diharapan maka tidak timbul stres dan kekecewaan yang berlebihan.


3. Lupa bersyukur

photo credit: Huffington Post

Pedagang sayur yang menjadi langganan lama saya, terlihat setiap hari wajahnya bahagia. Sering bercanda dan bersenandung menyanyikan lagu-lagu lama tahun 70-an. Pernah saya bertanya kepada dia “Bapak kok terlihat tidak pernah stres, bahagia terus setiap hari?” Jawabannya singkat tapi cukup memberi inspirasi “Yang penting bersyukur, Bu.”

Baca juga: Apakah Saya Salah Memilih Pekerjaan? Mantapkan Pilihan lewat 3 Hal Ini

Benar sekali bersyukur adalah obat yang manjur untuk stres.

Banyak orang yang pendapatannya sedikit, namun mereka bahagia. Bagi mereka asal tubuh sehat bisa makan setiap hari bersama keluarga dan tidak kekurangan itu sudah cukup.

Tetapi, ada orang yang kedudukannya tinggi dan memiliki gaji besar, mobil bagus dan rumah mewah, namun setiap hari mereka terlihat stres sekali. Lalu apa yang membedakannya antara yang pendapatannya sedikit tapi bahagia sedangkan yang pendapatannya banyak justru stres? Jawabannya adalah yang pendapatannya sedikit mereka tidak lupa untuk selalu bersyukur dengan apa yang ada, sedangkan yang pendapatannya banyak mereka lupa untuk bersyukur. Bahwa keadaan mereka masih jauh lebih baik daripada yang lainnya.

Janganlah melihat ke atas saja, tetapi lihatlah juga ke bawah. Bersyukurlah setiap hari dengan apa yang ada. Orang yang tidak lupa bersyukur juga tidak akan lupa untuk bahagia.

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang - Salomo



Baca juga tulisan-tulisan yang akan memberikan inspirasi bagimu:

Mencari Pekerjaan, Kehilangan Kesempatan dan Terpaksa Harus Menganggur, Pengalaman Saya Mengajarkan 3 Hal Berharga Ini

Jenuh dengan Pekerjaan? Jangan Buru-Buru Resign, Coba Lakukan Dulu 3 Hal Ini!

Lupakan Passion! 7 Alasan Ini Membuktikan Konsistensi Menghasilkan Kesuksesan


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Stres dalam Pekerjaan: Sadar atau Tidak Sadar, Inilah 3 Pemicunya! Kenali dan Atasi demi Kebahagiaan Diri". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Christine Santoso | @christinesantoso

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar