Stop Kekerasan Pada Anak! Kepedulianmu Bisa Menyelamatkan Mereka

Parenting

photo credit: HelpGuide

341
Kini 15 tahun sejak meninggalnya Baby Brianna, kasus ini masih menghantui sebagai kasus penyiksaan anak paling sadis di sejarah Amerika.

Untuk memperingati hari anak yang baru saja lewat pada tanggal 20 November lalu, saya ingin mengangkat sebuah kisah sedih dari New Mexico, tentang Baby Brianna.

Baby Brianna terlahir pada hari kasih sayang 14 Februari 2002, dengan nama Brianna Mariah Lopez. Namun bertolak belakang dengan kelahirannya di hari kasih sayang, Brianna tidak pernah mendapatkan kasih sayang dalam masa hidupnya yang singkat. Semenjak pulang ke rumahnya, ia telah menghadapi berbagai siksaan yang brutal dari ayah dan pamannya baik secara fisik dan verbal. Tidak hanya itu, ibu kandung Brianna juga turut ambil bagian dalam penyiksaan demi penyiksaan kepada bayi malang ini. Cubitan, gigitan, pukulan, tendangan, bahkan kekerasan secara seksual diterima oleh tubuh kecilnya. Bahkan setiap kali Baby Brianna menangis, penyiksanya justru akan tertawa dan menyumpal mulutnya dengan kain agar teriakannya tidak terdengar. Seluruh anggota keluarganya tidak peduli dan membiarkan kekerasan demi kekerasan terjadi hingga akhirnya di usia yang masih 5 bulan, Baby Brianna meninggal dunia.

Kini 15 tahun sejak meninggalnya Baby Brianna, kasus ini masih menghantui sebagai kasus penyiksaan anak paling sadis di sejarah Amerika. Siapa pun menolak lupa bagaimana Baby Brianna harus menderita sepanjang hari seumur hidupnya yang singkat itu.

Pertanyaannya adalah mengapa tidak seorang pun berusaha menghentikan sebelum kejadian berakhir fatal?

photo credit: Verywell

Melalui penyelidikan diketahui jika sesungguhnya kakek dan nenek dari Baby Brianna mengetahui jika cucunya mendapatkan siksaan terus menerus, tapi mengapa mereka diam saja dan tidak bertindak? Bagaimana dengan orang-orang di sekitarnya? Tetangganya misalnya. Tidakkah mereka merasa curiga mendengar jeritan kesakitan bayi kecil yang tidak berdaya ini. Mengapa tak satu pun mengambil tindakan?

Kasus Baby Brianna memang telah lama berlalu, tapi bukan berarti tidak ada lagi Baby Brianna-Baby Brianna lain yang mengalami kejadian serupa, bahkan mungkin terjadi di dekat kita.


Bukan kepo, tapi kepedulian Anda mungkin menyelamatkan sebuah nyawa

photo credit: The Spruce

Jika Anda mengetahui ada tindakan kekerasan pada anak yang terjadi di sekitar Anda, jangan diam saja. Laporkan pada pihak yang berwenang. Secepat mungkin lebih baik karena Anda tidak akan tahu kapan si penyiksa akan memulai lagi tindakan kejinya. Jika Anda menunggu, kemungkinan berikutnya adalah hilangnya nyawa.


Bukan hanya siksaan fisik, kekerasan pada anak bisa juga terjadi secara verbal

photo credit: Psychology Benefits Society

Anak yang tersiksa biasanya akan menunjukkan gejala-gejala yang tidak wajar. Secara emosional pasti ia tidak berkembang seperti rekan-rekannya yang menjalani kehidupan normal. Ia mungkin akan menutup diri, nampak tertekan, tidak banyak bicara, lebih banyak melamun, tidak memiliki teman, dan mungkin juga tumbuh menjadi seorang yang suka menyiksa. Anak-anak ini kelak memiliki kecenderungan untuk berbuat kriminal di kala ia dewasa. Oleh karena itu, semakin cepat diberi pertolongan semakin baik, kita mungkin bisa mengubah masa depan seorang anak.


Menelantarkan atau berpura-pura tidak tahu juga salah satu bentuk penyiksaan

photo credit: The Scientific Parent

Orang tua yang menelantarkan anaknya juga secara tidak langsung melakukan kekerasan. Misalnya, orang tua yang secara sengaja tidak memberi makan atau minum anaknya, meninggalkan anak seorang diri tanpa penjagaan orang dewasa lainnya, meninggalkan anak di bawah umur atau bayi di dalam kendaraan seorang diri, bahkan orang tua yang secara sadar membiarkan ketika melihat orang lain melakukan tindakan yang tidak semestinya kepada anaknya.

Baca juga: Demi Masa Depan Anak, 6 Hal yang TAK BOLEH Dilakukan Orangtua

Baru-baru ini beredar di sosial media, video seorang ayah yang memberikan bir pada anak balitanya. Terlepas dari sekadar candaan atau tidak, tidak semestinya seorang balita diberikan minuman beralkohol. Apalagi secara sadar sang ayah merekam kejadian ini dan membagikannya di media sosialnya. Entah dimana sang ibu pada saat kejadian itu, apakah mengetahui atau tidak. Tapi, apabila ia mengetahui dan hanya tertawa atau berpura-pura tidak tahu dan membiarkan saja, maka sang ibu juga turut mengambil bagian dalam tindakan kekerasan terhadap anaknya.

Saya mengapresiasi tindakan cepat netizen mem-viralkan video ini dan mengecam tindakan sang ayah. Saya berharap dengan cepat pihak yang berwenang dapat memberikan hukuman atau pelajaran pada kedua orangtuanya sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.


Orang tua yang menyiksa anaknya juga harus ditolong agar kelak jika memiliki anak lagi tidak terjadi kejadian serupa

Orang tua yang melakukan tindakan kekerasan pada anaknya, pada umumnya adalah orang-orang bermasalah. Karena pada normalnya, tidak mungkin orang tua dengan sadar menyiksa anak kandungnya. Bisa saja mereka sendiri adalah korban penyiksaan yang dilakukan oleh keluarganya dulu. Oleh karena itu, mereka perlu juga mendapatkan pertolongan. Selain untuk menyelamatkan anak mereka saat ini, tetapi juga untuk menghindari kekerasan yang sama terjadi kembali jika mereka di kemudian hari saat memiliki anak lagi.

Baca juga: Lelah Mengurus Anak? 4 Hal yang Membuat Para Ibu Tersenyum Kembali

Anak adalah karunia dan titipan Tuhan yang berharga. Sudah sewajibnya kita sebagai orang tua menjaga dan memberikan kasih sayang, bukan justru menyiksa dan menjadikan mereka sasaran dari pelampiasan amarah atau rasa depresi kita.

Sebaliknya, jika Anda mengetahui ada tindakan kekerasan terhadap anak yang terjadi di sekitar Anda, janganlah diam saja. Segera ambil tindakan nyata. Anda mungkin saja telah menyelamatkan sebuah nyawa yang sangat berharga. Jangan sampai kejadian yang dialami Baby Brianna terulang kembali.

People ask, "How can a person abuse a child?"
I ask, "How can so many good people NOT do anything about it?"
Speak up! Act up! Stop child abuse.

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Stop Kekerasan Pada Anak! Kepedulianmu Bisa Menyelamatkan Mereka". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar