Setelah 71 Tahun Indonesia Merdeka, 4 Hal Ini Ternyata Masih Menjajah Indonesia. Ayo, Lanjutkan Perjuangan Kita!

Reflections & Inspirations

nasional.republika.co.id

1.8K
71 tahun Indonesia merdeka. Namun, dalam empat hal ini Indonesia masih terjajah. Bahkan penjajahan ini makin lama makin menjadi-jadi. Apa yang dapat kita lakukan?

17 Agustus tahun ’45, itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka, nusa dan bangsa, hari lahirnya rakyat Indonesia

Merdeka, s’kali merdeka tetap merdeka, selama hayat dikandung badan


Saya yakin kita semua pernah mendengar bahkan menyanyikan lagu ini. Menjelang 17 Agustus lagu Hari Merdeka ini akan kembali terdengar dan pasti kita nyanyikan. Lingkungan tempat tinggal dan sekolah akan ramai dengan pelbagai aktivitas menyambut peringatan kemerdekaan Indonesia. Umbul-umbul dipasang menjulang tinggi agar lingkungan sekitar semakin semarak dan menarik. Tidak lupa kerja bakti untuk mempercantik lingkungan sekitar juga dilakukan. Di perempatan jalan punbanyak pedagang menawarkan bendera merah-putih yang dapat ditempelkan di kaca depan mobil.

Di tengah kemeriahan itu, benarkah Indonesia sungguh-sungguh sudah merdeka? Indonesia memang sudah diakui merdeka oleh bangsa-bangsa lain sejak puluhan tahun lalu. Merdeka berarti Indonesia berdaulat untuk menentukan pilihan dan bebas dari pengaruh bangsa lain. Merdeka berarti tidak ada tekanan dari bangsa lain dalam membuat kebijakan. Merdeka berarti pemerintah wajib untuk mensejahterakan rakyatnya seperti yang tertuang dalam undang-undang. Namun, benarkah Indonesia sungguh-sungguh merdeka?

Saya merasa empat hal ini masih menjajah Indonesia dan bahkan makin lama penjajahan itu makin menjadi-jadi.


1. Indonesia Terjajah Peredaran Narkoba

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan peningkatan jumlah pengguna Narkoba secara signifikan. Pada November 2015, seperti tercatat dalam sebuah media, jumlah pengguna Narkoba adalah 5,9 juta jiwa. Prestasi? Jelas bukan. Mendapatkan perhatian pemerintah jika ingin bangsa ini tidak terus terjajah oleh narkoba.

Baca Juga : Pengakuan Seorang Mantan Pecandu Narkoba

Perputaran uang yang luar biasa besar menjadikan orang sangat tertarik untuk terjun dalam jual-beli Narkoba. Dapat dipastikan milyaran rupiah terbuang cuma-cuma hanya untuk konsumsi obat-obatan terlarang tersebut. Selain milyaran rupiah yang menguap sia-sia, kehidupan generasi muda sebagai penerus bangsa dapat dipastikan terjajah dan terhancurkan oleh Narkoba.

Generasi muda yang seharusnya mempunyai semangat yang tinggi untuk berkarya, kreativitasnya sirna karena penggunaan Narkoba. Generasi muda yang seharusnya ide yang luar biasa untuk membangun negeri, menjadi tak berdaya karena efek Narkoba.


2. Indonesia Terjajah Kendaraan Bermotor Bermerk Asing

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan mobil pada 2015 sebanyak 1,01 juta unit dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebutkan jumlah penjualan sepeda motor pada 2015 adalah sebesar 6,48 juta unit. Apakah ini adalah data yang bagus? Tentu bagus jika dilihat dari sudut pandang daya beli masyarakat Indonesia meningkat dalam memenuhi kebutuhan transportasi di dalam negeri. Namun, ironis jika kita memperhatikan merk-merk kendaraan bermotor yang terjual.

Dari penjualan jutaan unit kendaraan bermotor tiap tahun, penjualan tertinggi didominasi oleh merk yang berasal dari luar negeri, seperti Jepang, Eropa dan bahkan Korea yang mulai menyusul.

Di mana merk-merk kendaraan bermotor yang berasal dari Indonesia? Tersungkur tak berdaya.

Apakah membuat kendaraan bermotor itu susah? Tidak. Kendaraan bermotor dengan jenis mesin konvensional saya yakin telah dikuasi tehnologinya oleh anak bangsa. Namun, entah mengapa bangsaa ini tidak segera membangun industri otomotifnya sendiri. Jika kita tidak mulai dari sekarang, maka kita akan jauh tertinggal. Apalagi pada saat ini, bangsa-bangsa lain sudah mulai mempersiapkan diri membangun industri kendaraan bermotor yang tak lagi konvensional, namun hybrid.

Baca Juga : Inilah Satu Rahasia Kemajuan Hidup yang Saya Pelajari Ketika Mengalami Kemacetan Lalu Lintas


3. Indonesia Terjajah Pertumbuhan Ekonomi yang Tak Merata

Indonesia terdiri dari wilayah yang sangat luas dan mempunyai kondisi demografi yang berbeda-beda. Mulai dataran tinggi hingga dataran rendah, daerah yang panas hingga gunung bersalju. Tanah yang gersang hingga salah satu hutan hujan tropis terbesar. Semua ada di Indonesia. Belum lagi jika kita membicarakan aneka keragaman hayati yang terkandung di dalamnya. Tidak akan pernah ada habisnya percakapan tentang kekayaan alam Indonesia.

Ternyata kondisi geografis tersebut juga membuat pertumbuhan ekonomi tidak merata.

Pusat ekonomi masih berada di pulau Jawa, begitu juga fasilitas pendukung terbaikbaik juga masih berada di pulau Jawa. Saya memang belum pernah berkeliling ke seluruh penjuru di Indonesia. Namun, saya merasakan bagaimana susahnya mencari sinyal telepon genggam dan aliran listrik ketika berada di pedalaman Kalimantan. Pengalaman kecil itu saya rasa cukup memberikan gambaran bagaimana kondisi hidup masyarakat di daerah-daerah tertentu yang berbeda kontras dengan apa yang ada di pulau Jawa.


4. Indonesia Terjajah Kemiskinan dan Pengangguran

Badan Pusat Statistik (BPS), pada semester II tahun 2015, memberikan angka rata-rata Garis Kemiskinan pada kisaran Rp. 350.000,00 (tiga ratus ribu rupiah). Angka ini adalah kebutuhan hidup minimum per orang tiap bulannya. Ya, Anda tak salah membacanya. Jika pendapatan Anda di atas angka itu, maka Anda bukan termasuk penduduk miskin.

BPS juga merilis data yang membuat saya cukup terkejut. Dari jumlah angkatan kerja pada tahun 2015 sebanyak 103 juta jiwa, ternyata 7 juta jiwa menganggur dalam usia yang produktif. Dapat kita bayangkan 7% dari angkatan kerja ini menganggur dan harus menjadi tanggungan dari 93% yang bekerja. Bahkan, bukan tidak mungkin lagi jumlah tanggungan jauh lebih besar dari angka ini apabila kita mencermati pengangguran terselebung yang ada di sekitar kita.

Baca Juga : Tiga Rahasia Menaklukkan Wawancara Kerja

Terhitung sudah 71 tahun Indonesia merdeka. 71 tahun yang lalu bangsa ini harus merebut kemerdekaan dari penjajah. Tak terhitung darah yang tercurah dan raga yang dikorbankan agar lepas dari penjajah. Tak terhitung peluh dan airmata agar bangsa ini dapat mandiri alias berdiri di atas kaki sendiri. Kini tantangannya berbeda.

Saat ini, kita harus melanjutkan perjuangan itu. Bukan melawan penjajah yang mengajak berperang secara terbuka, namun dalam mengupayakan kesejahteraan bersama. Ayo, generasi muda, terus berjuang untuk mencintai dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia.


Baca Juga :

Jangan Hanya Ngefans, Teladani 5 Gaya Kerja Ahok Ini untuk Indonesia yang Lebih Baik

Berpikir Sederhana, Hidup Luar Biasa


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Setelah 71 Tahun Indonesia Merdeka, 4 Hal Ini Ternyata Masih Menjajah Indonesia. Ayo, Lanjutkan Perjuangan Kita!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Nicho Krisna | @nichokrisna

Auditor | Banker | Blogger

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar