Sering Tak Disadari, 5 Perilaku Perempuan Ini Memperpanjang Masa Single

Singleness & Dating

[Photo credit: Corynne Olivia Photography]

12.5K
Tulisan ini tidak ditujukan bagi yang sudah menyerah atau menerima dengan sukacita status single-nya. Tulisan ini ditujukan untuk mereka yang sering kali bertanya-tanya, ”Mengapa saya belum mendapatkan pasangan hidup?”

Tak terbilang berapa kali saya mendapatkan pertanyaan seperti ini,

”Pak Wepe,

Memang, mayoritas yang menanyakan itu adalah perempuan. Mungkin tak banyak pria yang gelisah dengan pertanyaan seperti itu, atau barangkali faktor gengsi saja.

Tak mudah menjawab pertanyaan yang tampak sederhana itu. Tentu saja, ada banyak alasan mengapa seseorang belum mendapatkan pasangan hidup. Tak ada jawaban pasti untuk pertanyaan semacam itu. Seperti setiap pribadi unik, demikian pula pergumulan untuk menemukan pasangan hidup ini.

Biasanya, saya malah bertanya balik, ”Apa yang kamu lakukan untuk memperbesar kemungkinan bertemu dengan pasangan hidup?”

Perempuan yang mendengar pertanyaan itu sering kali bereaksi, "Apa saya harus agresif dalam mencari? Saya khan perempuan. Nanti dipikir orang lain, saya murahan.”

Budaya kita tampaknya memang membuat perempuan merasa risi apabila harus agresif mencari pasangan. Walau diam-diam ada juga perempuan yang mendaftar ke biro jodoh online atau menggunakan aplikasi online dating tertentu.

Nah, kali ini, saya tak hendak memberikan rumus jitu tentang bagaimana mendapatkan pasangan hidup. Saya ingin berbagi tentang hal-hal yang malah memperpanjang masa single.

Tulisan ini tidak ditujukan bagi yang sudah menyerah atau menerima dengan sukacita status single-nya. Tulisan ini ditujukan untuk mereka yang sering kali bertanya-tanya, ”Mengapa saya belum mendapatkan pasangan hidup?”

Inilah 5 hal yang memperpanjang masa single-mu:



1. Tak mau meluaskan pergaulan

Kita tentu harus mengenal pasangan hidup sebelum memutuskan untuk hidup bersamanya.

Maka, jalur untuk mendapatkan pasangan hidup adalah: kenalan - teman - sahabat - pasangan hidup.

Nah, masalahnya beberapa perempuan tak meluaskan pergaulan mereka. Satu per satu teman mulai menikah, sementara tak ada upaya sengaja untuk memperluas pergaulan.

Memperluas pergaulan yang saya maksudkan bukan hanya soal menambah teman di dunia maya, namun juga di dunia nyata. Kita akan menikah di dunia nyata, bukan maya, bukan?

Dengan demikian, tak mau memperluas pergaulan sama artinya dengan memperpanjang masa single. Pilihan tidak kunjung bertambah, kita justru akan makin frustasi tiap kali menerima undangan pernikahan teman-teman. Makin tak didapati manusia single yang available di circle kita.

[Photo credit: twitter @maryrosesoma]

Memperluas pergaulan dapat dilakukan dengan ikut serta dalam aktivitas sosial kemasyarakatan yang ada, mengikuti komunitas hobby tertentu, termasuk kesediaan untuk dikenalkan lewat keluarga dan teman-teman.

Siapa tahu, seiring dengan meluasnya pergaulan, kita akan melihat ternyata ada begitu banyak kandidat pasangan hidup yang tersedia.



2. Tergesa-gesa bergerak menuju pernikahan

”Saya baru saja kenalan lewat media sosial. Minggu yang lalu kami ketemu. Eh, ia sudah menanyakan kapan saya akan melamarnya. Takut saya, Pak Wepe. Saya delete aja kontaknya,” begitu tutur seorang pria yang juga sedang bergumul mencari pasangan hidup.

Perempuan yang pasif membingungkan pria, sementara yang agesif menakutkan bagi pria.

Mungkin ada hal-hal yang tertentu yang membuat perempuan ingin secepat-cepatnya menikah, seperti faktor usia atau tekanan sosial dari masyarakat. Saya memahami hal ini. Namun, terlalu cepat membawa relasi pada pernikahan malah akan kontraproduktif. Bukan hanya menakutkan bagi pria, namun juga tak memberikan kesempatan bagi relasi untuk berkembang secara alami.

Jika perempuan sudah merasa cocok dengan seorang pria, demikian juga sebaliknya, kapan waktu yang tepat untuk bertanya tentang masa depan hubungan? Setidaknya setelah melewati satu tahun.

Satu tahun berelasi di dunia nyata, bukan maya, cukup bagi pria untuk mempersiapkan hatinya memasuki pernikahan. Jika pria itu serius, maka setahun setelah pertanyaan itu, pernikahan akan terjadi.

[Photo credit: The Happy Bloom]

Sebaliknya, jika pria merasa sudah cocok namun tak kunjung melamar, jangan biarkan relasi itu berlarut-larut. Putuskan saja!

Perempuan yang tergesa-gesa mengajak menikah akan membuat pria ketakutan. Sementara pria yang tak kunjung mengajak menikah layak untuk ditinggalkan.

Baca Juga: 4 Fase dalam Pacaran yang Harus Kamu Lewati untuk Hubungan yang Mantap Menuju Pernikahan



3. Memberikan kesan kesempurnaan

High quality single. Inilah kesan yang ingin ditampilkan beberapa perempuan, khususnya lewat akun media sosial mereka. Cantik, cerdas, dan mandiri. Siapa yang tak akan tertarik? Namun, sayangnya bagi sebagian pria, ’kesempurnaan’ seperti itu terasa menakutkan.

Pria malah berpikir, ”Kalau ia benar-benar seperti itu, mengapa belum mendapatkan pasangan?” Pria lain, malah justru dengan cepat akan merasa minder dan berkata, "Ngga selevel dengan saya, Pak Wepe.”

[Photo credit: Evgenia Kohan]

”Saya sebenarnya tertarik dengan si Y, Pak Wepe. Tapi, kalau saya lihat akun media sosialnya. Wah, saya ragu tuh apakah memang ia membutuhkan pria untuk mendampingi hidupnya. Tangguh dan mandiri sekali! Kariernya mantap, penampilannya sempurna. Tak pernah saya membaca tentang kegelisahan dan kegentaran hidupnya. Hidupnya sudah sempurna,” begitu curhat seorang pria ketika kami minum kopi bersama.

Bukan berarti kemudian para perempuan single mesti memberikan kesan lemah dan tak berdaya. Bukan!

Hanya, tampillah apa adanya. Dengan segala kelebihan dan kekurangan. Dengan segenap keyakinan dan kegentaran, yang silih berganti datang dalam hidup.

Baca Juga: Bukan Menanti Pasangan Hidup dengan Berpangku Tangan, Wanita Lajang Mesti Berkembang dalam 3 Hal Ini



4. Melihat apa yang seharusnya ada, bukan apa yang ada

Nah, perilaku ini biasanya terjadi setelah melewati tahap perkenalan. ”Ia jauh dari harapan saya, Pak Wepe. Dari 10 poin yang saya harapkan dari pasangan, hanya terpenuhi 7 sajalah.” Begitu isi pesan WhatsApp seorang perempuan, selepas saya memperkenalkannya dengan seorang pria.

”7 dari 10 poin itu sudah bagus lho, jarang bisa mendapatkan yang terpenuhi semua poinnya,” demikian jawaban saya.

”Menikah khan hanya sekali seumur hidup. Makanya saya mencari yang memenuhi setidaknya 9 dari 10 poin, Pak Wepe.” Begitu jawaban selanjutnya.

”Ya, sih. Menikah hanya sekali. Bisa saja ada orang yang memenuhi 9 atau bahkan 10 poin. Namun, belum tentu orang itu juga tertarik padamu, bukan?” Saya mencoba mengingatkannya.

”Iya sih, seperti mantan saya dulu. 9 dari 10 poin terpenuhi, tapi ia malah menikah dengan sahabat saya,” jawaban ini diikuti dengan emoticon wajah menangis.

Dalam mencari pasangan hidup, tentu saja wajar wanita punya harapan tertentu. Namun, rasanya kecil kemungkinan kita akan menemukan orang yang memenuhi semua harapan yang kita punya.

[Photo credit: Shannon Lee Miller]
Perlu diingat juga, ada kualitas-kualitas tertentu yang baru akan terlihat sepanjang perjalanan relasi.

Jadi, jangan buru-buru tak berminat meneruskan komunikasi, hanya karena merasa ada begitu banyak yang tak seperti harapan.

Lihatlah apa yang ada, cermati selebihnya dalam perjalanan relasi.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah Pilih Jodoh, Jangan Juga Terlalu Pilah-Pilih. Pertimbangkan 3 Hal Ini Saja!




5. Tak berani mengomunikasikan perasaan

[Photo credit: Girl Power! blog]

Apakah saya sedang mengajarkan bahwa perempuan harus mengomunikasikan perasaan tertariknya pada pria? Ya!

Bahkan mengomunikasikan terlebih dahulu? Ya!

Sebelum para perempuan merasa keberatan, saya ingin memberikan penjelasan terlebih dahulu. Pertama, pria bukanlah peramal yang bisa mengetahui isi hati seorang perempuan. Kedua, pria pada umumnya tak berani maju kecuali kemenangan tampak jelas di depan mata.

Ketiga, nah ini yang penting. Komunikasi bukan melulu bicara tentang kata yang terucap atau tertulis secara eksplisit untuk mengungkapkan perasaan. Jika tak nyaman untuk secara eksplisit mengungkapkan isi hati, bukankah bisa melalui tanda-tanda tertentu yang menunjukkan bahwa perempuan mempunyai ketertarikan pada pria?

Menanyakan kabar atau mengirimkan sesuatu, misalnya, adalah sinyal ketertarikan yang dapat perempuan kirimkan. Jika sinyal ini ditanggapi dengan komunikasi yang lebih intens dan ajakan untuk bertemu, bukankah ini yang diharapkan?

Jika tidak ada tanggapan, maka sering kali bukannya pria itu tidak paham. Ya, ia memang tidak tertarik saja.

Baca Juga: Boleh Nggak Sih Wanita Nembak Duluan?



Baca Juga:

Kamu yang Masih Menunggu Jodoh yang Tepat, Ini Penting Untukmu!

Wanita, Sering Mengalami Kesulitan Memahami Pria? Inilah 3 Rahasia Pria yang Perlu Kamu Tahu

Dapatkan Inspirasi dan Strategi untuk Menemukan Jodoh Lewat 5 Artikel RibutRukun.com Ini!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sering Tak Disadari, 5 Perilaku Perempuan Ini Memperpanjang Masa Single". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wahyu ‘wepe’ Pramudya | @pramudya

Wahyu 'wepe' Pramudya adalah seorang pembicara, nara sumber acara di radio dan penulis buku. Wepe tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar