Sering Mengajak Anak-Anak ke Mall? Inilah Bahaya yang Tak Disadari Orangtua

Parenting

photo credit: Family Mall Shopping and Entertaintment Center

3.4K
Di mall kita bisa bermain, makan bersama keluarga, dan berbelanja. Tetapi hati-hati, sering pergi mall bersama anak bukan sama sekali tak berdampak.

Kini tak sedikit keluarga yang menjadikan pusat perbelanjaan atau mall sebagai destinasi berlibur atau sekadar refreshing. Di dalam mall, anda dan keluarga bisa bermain, makan, hingga berbelanja. Hal ini lambat laun menjadi kebiasaan yang dilakukan dalam keluarga. Sepertinya tak ada yang salah, namun berhati-hatilah. Di mall kita bisa bermain, makan bersama keluarga, dan berbelanja. Tetapi hati-hati, sering pergi mall bersama anak bukan sama sekali tak berdampak loh.


Mall dan Konsumerisme

photo credit: Family Mall Shopping and Entertaintment Center

Menurut KBBI, konsumerisme adalah paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang (mewah) sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, atau bisa juga dikatakan sebagai gaya hidup yang tidak hemat. Biasanya slogan konsumerisme adalah "you are what you eat" atau "you are what you wear".

Baca juga: Anak Nakal? Pikirkan 2 Hal yang Akan Meredakan Amarah Ini

Di era ini, barang-barang mewah dan branded seolah-olah menjadi kebutuhan primer yang harus dimiliki. Mall pun menjadi tempat produk-produk itu ditawarkan. Anda bisa jadi sangat mudah tergiur dengan diskon-diskon dan promo-promo yang ditawarkan. Dari keinginan semata seolah berubah menjadi kebutuhan.

"Mumpung diskon, nanti juga pasti terpakai."

Hal ini kemudian menjadi sebuah budaya yang kelihatannya wajar untuk dilakukan.


Budaya konsumerisme dan dampaknya bagi anak-anak

photo credit: Theknotstory

Anda mungkin sudah sering melihat orang dewasa hidup dalam budaya konsumerisme, dan seolah-olah budaya tersebut adalah hal yang benar. Budaya ini tidak hanya terjadi bagi orang dewasa, tapi juga dapat terjadi bagi anak-anak yang sejak kecil dibiasakan membeli apa saja yang mereka inginkan di mall. Mereka akan menganggap bahwa mall adalah tempat belanja yang paling cocok untuk mereka. Akhirnya budaya konsumerisme pun terbentuk tanpa disadari.

Budaya konsumerisme akan membuat anak-anak tidak bisa membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan. Anak-anak pun tumbuh dengan kebiasaan menghabiskan uang dengan barang yang sebenarnya tidak berguna.

Bayangkan anak anda sudah terlatih dengan gaya hidup seperti itu sejak kecil. Dampaknya akan sangat besar ketika besarnya nanti. Gaya hidup hedonistik, indvidualistis, materialistis dapat menjadi menjadi ideologi-ideologi yang mengekor di belakang.


Kalau bukan mall, lalu apa hiburan anak-anak?

photo credit: kallinfamily

Sebenarnya ke mall bukanlah hal yang tidak diperbolehkan. Naif jika zaman sekarang kita justru anti dengan perkembangan zaman. Tetapi bukan berarti hiburan anak hanya ada di mall.

Anda bisa membawa anak anda ke banyak tempat selain mall. Misalnya, anda bisa membawa anak anda ke pantai atau pengunungan agar mereka sejak kecil diajarkan untuk mencintai alam ini. Anda juga bisa mengajak anak-anak ke museum, satu tempat yang sudah jarang dikunjungi oleh keluarga, padahal tak hanya menyenangkan, tempat ini juga mengajarkan kepada anak-anak kita mengenai sejarah dan budaya kita yang amat kaya. Mungkin juga sesekali anda bisa mengajak anak untuk berbelanja di pasar tradisional, bermain-main tradisional, berolahraga bersama, jogging di sore hari, dan sebagainya.

Baca juga: Ajarlah Anak Bersyukur agar Tak Mudah Putus Asa. Ini Caranya!

Masih banyak hal lain yang bisa dilakukan bersama anakmu. Apa yang disebutkan di atas hanya segelitir dari banyaknya kegiatan yang bisa dilakukan. Hanya saja kurangilah mall agar anak tidak tumbuh besar dengan budaya konsumerisme.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sering Mengajak Anak-Anak ke Mall? Inilah Bahaya yang Tak Disadari Orangtua". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yogi Liau | @yogiliau

Mahasiswa tingkat akhir STT Bandung

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar