Sepenuh Hati Saya Mencintainya, Ternyata Ia Tidur dengan Lelaki Lain

Reflections & Inspirations

[Photo credit: Nima Salimi]

30.3K
"Kamu pikir saya tidak tahu apa yang selama ini kamu lakukan! Kalau kamu bisa melakukannya, saya juga bisa, kan?"

“Lalu, apa yang harus saya lakukan, Pak Wepe?”

Tak pernah mudah bagi saya menjawab pertanyaan seperti ini. Walaupun pertanyaan semacam ini sering kali terdengar di telinga, namun tiap masalah kehidupan adalah unik dan khas.



[Photo credit: Brooke Cagle]

Pria yang duduk di depan saya mungkin adalah idola bagi banyak perempuan. Ganteng dengan tinggi badan di atas rata-rata. Cerdas serta punya pekerjaan yang mapan. Tak heran begitu banyak perempuan jatuh hati padanya. Ia bukan tak menyadari hal ini. Berganti-ganti pacar, bahkan secara bersamaan berpacaran dengan beberapa perempuan pernah ia lakoni. Tujuannya? Cinta. Dan seks. Tentu saja. Apalagi?

”Saya tidak tahu kapan semua ini mulai. Namun yang jelas, bagi saya, merayu dan membawa perempuan ke tempat tidur memberi kebanggaan luar biasa. Apalagi bila itu adalah pengalaman pertama bagi si perempuan.” Setelah mengatakan kalimat ini, ia meminta izin saya untuk menyalakan rokoknya.

”Kira-kira, sudah berapa perempuan yang berhasil kamu tiduri?” Saya bertanya sambil menarik cangkir kopi mendekat.

”Satu, dua, tiga …. hmm … entahlah, Pak. Saya tak mengingatnya lagi. Yang jelas lebih dari sepuluh,” tuturnya

”Kamu tak mengingatnya, tapi korbanmu pasti ingat, ya?” respons saya tanpa basa-basi

Tawanya pecah.

”Korban, kayak kecelakaan aja,” begitulah responsnya.

Sepanjang hidup, saya selalu mengingatkan para perempuan untuk berhati-hati dengan jenis pria seperti ini. Pria yang hanya mencari seks dan keperawanan, tanpa peduli dengan masa depan perempuan. Pria-pria manipulatif yang banyak beredar dengan tampilan yang begitu manis.

Baca Juga: Inilah Trik dan Rayuan Pria untuk Mengajak Berhubungan Seks sebelum Menikah. Kamu Harus Bisa Menolak! Begini Caranya



“Lalu, apa yang harus saya lakukan, Pak Wepe?”

Pria itu menanyakan pertanyaan itu setelah bercerita panjang tentang kehidupannya. Petualangannya bersama perempuan-perempuan hingga kejenuhan hidupnya.

Pada suatu titik dalam hidupnya, ia memilih untuk menjalin relasi dengan seorang perempuan. Tampaknya, ia benar-benar jatuh cinta kali ini.

”Yang ini benar-benar berbeda, Pak Wepe. Rasanya baru kali ini saya jatuh cinta pada perempuan dan bukan sekadar ingin menikmati tubuhnya. Saya bahkan menjaga diri saya untuk tak merayu apalagi menidurinya.”

”Lalu, mengapa kamu tak menikahinya?” Saya meneguk kopi dari cangkir.

”Saya sudah merencanakannya, Pak. Saya sudah melamarnya. Undangan pernikahan sudah beredar. Tinggal menghitung hari saja. Tapi ya ….” pria itu menarik nafas panjang.

Saya tahu apa yang akan ia katakan. Tadi ia sudah menceritakannya.

Beberapa saat setelah acara lamaran, pria itu bertugas mendadak di luar kota. Kini, berbeda dari biasanya, ia tak lagi menikmati malam-malamnya bersama dengan pacar-pacarnya yang tersebar di banyak kota. Ia sudah menghentikan relasi-relasi itu sebelum melamar kekasihnya. Cinta benar-benar punya kuasa untuk mengubah hidup seseorang, bukan?

Malam itu ia terpaksa lembur, menyelesaikan tugas bersama-sama dengan rekan-rekannya di sebuah kamar hotel. Ia sebenarnya tak menginap di hotel itu. Hanya karena harus lembur, tak ada pilihan, ia pun tertidur di kamar hotel itu bersama rekan-rekan yang lain. Pagi hari, setelah bangun, ia keluar dari kamar, bermaksud menuju hotel tempat ia menginap.

Selang beberapa detik setelah ia membuka pintu, pintu kamar di sampingnya juga terbuka. Spontan ia menoleh.

Kekasih yang telah dilamarnya tengah menggandeng seorang pria. Mereka terlihat mesra.

Selanjutnya, saya dan Anda bisa menduga apa yang terjadi. Ada keributan besar pagi itu.

”Saya tidak ingat lagi apa yang saya katakan, tapi saya ingat betul apa yang dikatakan kekasih saya waktu itu.”

”Apa?”

”Kamu pikir cuma kamu yang bisa gonta-ganti pacar! Kamu pikir saya tidak tahu apa yang selama ini kamu lakukan! Kalau kamu bisa melakukannya, saya juga bisa, kan?” begitu kata kekasih saya.

[Photo credit: Sophia Louise]

”Hati saya hancur. Saya patah hati untuk pertama kalinya. Perempuan yang saya cintai setengah mati, saya jaga dengan hati-hati, eh ternyata diam-diam juga tidur dengan pacar-pacarnya.”

Dengan mata menerawang ia mengucapkan kalimat-kalimat tadi.

Baca Juga: Mengapa Wanita Berani Berselingkuh? Inilah 3 Penyebab Utamanya



“Lalu, apa yang harus saya lakukan, Pak Wepe?”

Jawab saya,

”Kalau kamu benar-benar mencintainya,
terimalah ia dengan segala masa lalunya.
Sama seperti ia menerima kamu
dengan segala masa lalumu.”

Ia terdiam.

”Tapi, tapi saya tidak bisa menerima kalau saya tak menjadi yang pertama di hidupnya. Saya tidak bisa menerima kalau ia ternyata sudah tidak perawan lagi.”

Kini giliran saya yang terdiam.

Pria, sebagian di antaranya, kadang memang punya ego yang luar biasa tinggi. Meniduri perempuan-perempuan dengan gembira, namun masih menuntut kesucian dari calon istrinya.



“Lalu, apa yang harus saya lakukan, Pak Wepe?”

Kini, saya tak punya jawaban lagi, selain yang terucap ini,

”Sebagaimana kamu ingin diperlakukan,
perlakukanlah yang demikian juga untuk calon istrimu!”

Kalimat itu mengakhiri percakapan kami menjelang tengah malam. Mungkin tak menjawab pertanyaannya.

Namun, saya yakin, mayoritas orang menghendaki diterima dan dicintai apa adanya. Jika demikian, mengapa tak mencoba menyingkirkan gengsi, dan menerima orang lain apa adanya?



* kisah ini ditulis dengan izin pihak terkait, tanpa pencantuman nama dan detail lokasi.



Baca Juga:

Pacar Mengaku Tak Lagi Perawan atau Perjaka. Apa Sikap Terbaik yang Bisa Dilakukan?

Seks Pranikah: Selain Keperawanan dan Keperjakaan, 3 Hal Penting Ini Ikut Lenyap

Tentang Cinta yang Tak Selalu Indah: Sebuah Kenyataan, yang Tidak Muluk-Muluk, Apa Adanya



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sepenuh Hati Saya Mencintainya, Ternyata Ia Tidur dengan Lelaki Lain". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wahyu ‘wepe’ Pramudya | @pramudya

Wahyu 'wepe' Pramudya adalah seorang pembicara, nara sumber acara di radio dan penulis buku. Wepe tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar