Seni Tetap Mencintai Pasangan yang Dulu Kurus, Kini Gendut

Marriage

[Image: abclocal.go.com]

11.5K
Dulu kurus. Bagus. Seksi. Sekarang gendut, 'polisi tidur' bergelimpangan di mana-mana. Dulu six pack, kini 'menyusut', jadi one pack. Dulu datar, sekarang cembung. Dulu seperti biola, kok sekarang seperti gentong?

Banyak sekali pria maupun wanita yang sebelum menikah kurus, tetapi sesudah menikah berubah menjadi gendut. Lalu bagaimana menghadapi kenyataan tersebut bila itu terjadi pada kita? Mari belajar satu hal ini:

seni untuk tetap mencintai pasangan, yang dulu kurus, kini gendut.



1. Semua Ada Sebabnya

Jujur saja, kita sering terjebak membandingkan pasangan kita dengan orang lain. Kebiasaan buruk Ini berlaku baik untuk wanita maupun pria.

Rasanya sulit sekali menerima keadaan pasangan yang berubah setelah menikah. Dulu kurus. Bagus. Seksi. Sekarang gendut, 'polisi tidur' bergelimpangan di mana-mana. Dulu six pack, kini 'menyusut', jadi one pack. Dulu datar, sekarang cembung.

Dulu seperti biola, kok sekarang seperti gentong?

Bercanda atau serius, kalimat seperti itulah yang sering keluar ketika melihat pasangan yang kini tidak setampan atau secantik dahulu. Meskipun demikian, satu hal yang perlu kita ingat, setiap perubahan tubuh pasangan pasti ada faktor penyebabnya.

Bagi wanita, hamil dan melahirkan anak menjadi penyebab utama perubahan bentuk tubuh. Setelah melahirkan, kebanyakan wanita menggemuk. Sedangkan pria, perubahan pola hidup menjadi sebabnya. Setelah menikah, pria yang biasa mengurus dirinya sendiri di masa lajang, kini merasakan indahnya memiliki istri yang melayani.

[Image: bellybelly.com.au]

Jika demikian, bagaimana kita menyikapinya? Tetaplah setia pada pasangan. Setialah pada istri yang rela bentuk tubuhnya berubah demi suami dan anak-anak. Kalau dipikir-pikir, suami menjadi gendut, juga karena kerelaan istri, bukan? Kerelaan istri untuk melayani suami dengan kasih. 'Cocok susunya,' begitu kata kebanyakan orang.

Hanya maut, bukan bentuk tubuh yang berubah, yang membuat kita berpisah. Apalagi pindah ke lain hati.

Baca Juga: Merasa Salah Memilih Pasangan setelah Menikah? Inilah 5 Penyebab Utamanya



2. Jangan Hanya Lihat Kemasan

Apa yang kita lihat jika hendak membeli barang? Kemasannya atau kualitas barangnya?

Banyak orang tergoda membeli suatu barang hanya karena tertarik pada kemasan yang menawan. Setelah beberapa waktu mereka menjadi kecewa. Ternyata kualitas tidak sebanding dengan kemasannya. Demikian juga halnya dengan manusia. Banyak orang hanya melihat apa yang tampak di luar lalu alpa melihat karakter.

Kita kadang lupa, kemasan bisa saja dibuat menarik untuk menutupi isi yang kurang laik.

Demikian halnya saat menghadapi kenyataan tubuh pasangan yang berubah bentuk. Jangan hanya melihat kemasan yang telah berubah. Lihatlah lebih dalam dari sekadar kulit dan tulang. Lihatlah karakter dan kepribadiannya, yang telah membuat kita jatuh cinta dan memutuskan untuk mengambilnya sebagai pasangan, menghabiskan seumur hidup bersamanya.

[Image: scarymommy.com]
Cintailah pasangan, bukan hanya karena jasmaninya, tetapi karena karakter dan kepribadiannya. Kecantikan dan ketampanan bisa dipoles untuk menipu, tetapi kualitas karakter dan kepribadian tidak akan bisa membohongi.

Baca Juga: Wanita, Bukan Soal Kecantikan, Inilah 4 Kualitas Diri yang Dapat Membuat Pria Jatuh Cinta



3. Ajak Berolahraga

Berolahraga adalah hal yang sangat penting dan harus dilakukan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Setidaknya satu minggu satu kali kita harus berolahraga, seperti waktu sekolah dulu.

Mengajak dan mendorong pasangan untuk rajin berolahraga adalah bukti bahwa kita mencintainya dan peduli akan kesehatannya. Selain itu, berolahraga bersama pasangan juga merupakan hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Lari pagi, bersepeda, fitness bersama bisa membuat hubungan dengan pasangan senantiasa dekat dan hangat.

[Image: New York Daily News]

Manfaat lain yang didapat dari berolahraga pun tak kalah banyak. Selain mengendalikan berat badan, olahraga juga bisa menyehatkan jantung dan pembuluh darah, mengurangi stres, membuat awet muda, meningkatkan kekebalan tubuh, dan masih banyak lagi.

Tak ada kata terlambat untuk mengajak pasangan hidup sehat dengan berolahraga, sekalipun sekarang ia sudah gendut.

Baca Juga: Ingin Menambah Kemesraan dengan Pasangan? Cobalah 5 Kegiatan Bersama yang Anti Mainstream ini!



4. Makan Sehat dan Seimbang

Memilih untuk makan makanan sehat sangatlah penting. Dengan diet sehat dan seimbang, kita akan terhindar dari berbagai macam penyakit. Diabetes, kolesterol, asam urat, tekanan darah tinggi adalah contoh penyakit yang disebabkan terutama oleh pola makan yang salah.

[Image: Aroheee.com]

Saat kita makan bersama pasangan, baik di rumah ataupun di luar, ingatkan untuk tidak makan makanan yang berlemak tinggi, mengandung kadar gula tinggi, terlalu asin atau minum minuman yang terlalu manis. Sediakan selalu sayur mayur dan buah-buahan. Selain itu, bantu perhatikan porsi makan pasangan. Jaga agar ia tidak makan berlebihan sehingga berat badannya tidak terus bertambah.

Pasangan boleh saja menggendut, hanya pastikan ia tetap sehat. Meskipun gendut.



Baca Juga:

Dalam Suka maupun Duka, Sehat ataupun Sakit, Hingga Maut Memisahkan: 3 Kisah Cinta Sejati

Diet Anda Gagal? Jangan-Jangan Satu Ini Penyebabnya!

Rahasia Hubungan Cinta yang Harmonis: Lakukan 10 Hal Sederhana, Dengan atau Tanpa Kata-Kata Ini, Setiap Hari





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Seni Tetap Mencintai Pasangan yang Dulu Kurus, Kini Gendut". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Christine Santoso | @christinesantoso

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar