Selain Soal Keperawanan, 7 Nasihat ini Harus Ibu Sampaikan pada Putrinya

Parenting

photo credit: sheknows

1.3K
Jika dulu orang tua saya menganggap saya akan hidup di zaman edan, maka kini saya menganggap zaman yang akan dijalani kedua putri saya adalah zaman super edan.

Bisa memiliki dua putri cantik adalah anugerah terindah dalam hidup saya. Namun, membesarkan dan mendidik dua orang putri di era zaman now ini membuat saya merasa was-was. Jika dulu orang tua saya menganggap saya akan hidup di zaman edan, maka kini saya menganggap zaman yang akan dijalani kedua putri saya adalah zaman super edan.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang ingin saya ajarkan kepada kedua putri saya, agar ia kelak dapat bertumbuh menjadi wanita yang bijak yang dihargai oleh siapa saja.


1. Bukan kecantikan yang membuat seorang wanita dihargai, namun citra diri yang baik

photo credit: The Sydney Morning Herald

Ibarat kopi, kita semua tentu saja mengenal kopi Starbucks dan betapa kita harus membayar mahal untuk bisa mendapatkan segelas kopi di Starbucks. Jika saya menanyakan pada semua orang yang telah mencoba kopi di Starbucks dan kopi di tempat lainnya, kemungkinan mereka bisa menjawab bahwa ada kopi lain yang lebih enak dari kopi Starbucks yang harganya lebih murah.

Lalu apa yang membuat kopi di Starbucks memiliki harga yang teramat mahal? Apa yang membuat orang bersedia mengeluarkan uang yang tidak sedikit demi membeli segelas kopi di Starbucks? Jawabannya adalah brand image. Untuk menciptakan image yang baik dari sebuah brand dibutuhkan sebuah proses yang tidak hanya terjadi sehari atau dua hari, namun bertahun-tahun dan terus menerus.

Untuk itu, perusahaan tersebut harus bisa menjaga kualitas baik produk maupun pelayananya secara menyeluruh. Karena sekali saja ia melakukan kesalahan, maka hancurlah image yang telah ia bangun.

Demikian halnya dengan seorang wanita, bukan semata-mata mengutamakan kecantikannya jika ia ingin siapa pun menghargainya, melainkan ia harus dapat menjaga sikap dan perilakunya juga. Sekali saja ia melakukan kesalahan, hancurlah citra diri yang sudah ia bangun. Belum tentu orang-orang bisa menghargainya kembali.


2. Keperawanan bagaikan gelas, setelah pecah ia tak lagi berharga

photo credit: jw

Saya selalu mengingat ucapan ayah saya ketika masih kecil, beliau mengibaratkan keperawanan sebagai vas bunga. Vas bunga akan tetap cantik dilihat ketika ia utuh. Sekali saja vas ini pecah, maka apa pun tidak dapat mengembalikan keutuhannya. Barang yang telah rusak tidak mungkin lagi dihargai seperti barang yang masih utuh. Sekalipun kita telah merekatkannya kembali dengan lem super kuat dan memberikan berbagai macam iklan agar orang tertarik, belum tentu ada orang yang mau membeli barang yang telah rusak.

Sama halnya dengan keperawanan. Apalagi di Indonesia, keperawanan seorang wanita masih dianggap sesuatu yang sakral. Ketika seorang wanita hendak berhubungan serius dengan seorang pria dalam arti hingga ke jenjang pernikahan, pada umumnya sang pria berharap kekasihnya masih utuh terjaga keperawanannya. Untuk itu, para wanita hendaklah menjaga keperawanannya hanya untuk suaminya kelak dalam pernikahan.


3. Pria yang benar-benar mencintai akan senantiasa menjaga dan bukannya merusak

Jika seorang karyawan sungguh-sungguh mencintai pekerjaannya, maka ia akan senantiasa membantu perusahaan dalam menjaga image-nya. Ia tidak akan bertindak seenak hatinya yang dapat merugikan perusahaannya kelak. Kecuali jika memang hatinya tidak sungguh-sungguh mencintai tempatnya bekerja dan hanya ingin menjadi seorang kutu loncat yang berpindah dari satu tempat kerja ke tempat kerja lainnya.

Demikian juga seorang pria yang mencintai wanitanya, maka ia akan sungguh-sungguh menjaga sang wanita. Ia tidak akan melakukan satu hal pun yang dapat merusak citra diri wanita yang dicintainya. Kecuali jika ia memang seorang bajingan yang hanya ingin bersenang-senang dengan mencicipi dari satu wanita ke wanita lainnya. Berhati-hatilah dengan pria yang meminta wanita untuk menyerahkan kesuciannya dan bukannya menjaga, ia bukanlah pria yang benar-benar mencintai Anda.

Baca juga: 7 Tindakan Orangtua yang Membuat Anak Betah di Rumah

4. Jangan percaya pada siapa pun yang berkata bahwa pendidikan tidak penting bagi wanita, termasuk jika saya mengatakannya

photo credit: jw

Anggapan orang-orang kuno bahwa tugas wanita hanyalah mengurus rumah dan menjaga anak sehingga tidak membutuhkan pendidikan tinggi adalah salah besar. Sekalipun pada akhirnya setelah menikah wanita memilih untuk menjadi ibu rumah tangga, pendidikan tetap tidak boleh dikesampingkan.

Seperti kita tahu bahwa pendidikan yang paling pertama kita terima adalah di rumah, dari ibu kita. Itulah sebabnya saya merasa bahwa pendidikan tinggi tetap sangat penting bagi seorang wanita karena kelak ia akan mengajarkan kepada anak-anaknya sesuai dengan kualitas pendidikan yang telah ia terima. Semakin well educated seorang wanita, maka saya yakin semakin well educated juga anak-anaknya. Dan kelak wanita juga bisa memanfaatkan, baik pendidikan maupun keahliannya, untuk membantu suami mencari nafkah.


5. Dalam mencari pasangan hidup

photo credit: Tinystep

1. Janganlah mencari pria yang kaya, karena kekayaan bisa hilang seketika. Carilah pria yang giat bekerja dan mau berjuang sekalipun harus memulai dari awal.

2. Janganlah melihat pria dari penampilan fisiknya saja karena ketertarikan fisik tidak akan berlangsung lama. Setampan-tampannya seorang pria, setelah menikah dan bertemu setiap saat pasti akan bosan juga dilihat. Jangan hanya mencintai penampilan seorang pria, cintailah kepribadiannya.

3. Jika seorang pria sejak awal sudah berani berbuat kasar pada wanita, maka kelak ia akan bertindak lebih kejam setelah menikah. Segera putuskan hubungan dengan pria macam ini. Jangan pernah berharap ia akan berubah, manusia sulit untuk diubah.

4. Jangan pernah terburu-buru memutuskan untuk menikah. Kenali dulu pasanganmu, ikutilah proses yang ada. Berpacaran dulu lebih baik karena lebih baik putus saat masih pacaran daripada cerai ketika sudah menikah.


6. Jika kelak seorang pria menyakitimu, lupakanlah pria itu

Percayalah engkau akan bertemu dengan pria lain yang jauh lebih baik yang tidak akan pernah menyakitimu.

Tak perlu menyimpan sakit hati berlama-lama setelah putus cinta, sekalipun saat ini terasa berat. Kelak seorang pria yang lebih baik akan datang untuk mengisi hatimu dan membuatmu ceria kembali. Pria yang baik akan senantiasa menjagamu dan berusaha keras agar tidak menyakiti hatimu.


7. Jangan sekali-sekali menganggap bahwa dirimu tidak berharga

photo credit: sheknows

Karena engkau sangat berharga! And it's up to you, bagaimana kamu menyikapinya. Love your self, so people will respect you.


8. Dan yang terakhir...

Jika engkau memiliki masalah, pulanglah dan bagikan masalahmu kepada orang tuamu. Dengan senang hati kami akan membantu jika kami bisa membantu.

Orang tua mana yang tidak merasa terbebani ketika anaknya mendapatkan masalah. Bagaimanapun ikatan batin antara orang tua dan anak sangatlah kuat. Dan jika seorang anak datang pada orang tuanya membawa masalahnya, maka dengan sekuat tenaga orang tua akan membantu anaknya mengatasi masalah tersebut. Tidak perlu gengsi. Pulanglah dan kami akan menyambutmu.

Baca juga: Demi Masa Depan Anak, 6 Hal yang TAK BOLEH Dilakukan Orangtua

Demikian sebagian hal yang akan saya ajarkan pada kedua putri saya sebagai bekal untuk menghadapi zamannya yang super edan. Saya yakin masih banyak hal penting yang belum saya tuliskan. Mungkin Anda bisa membantu saya untuk menambahkan?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Selain Soal Keperawanan, 7 Nasihat ini Harus Ibu Sampaikan pada Putrinya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar