Seks Sesudah Melahirkan: Mengapa Kami Enggan Melakukannya? Curhat Seorang Istri

Marriage

photo credit: slate

1.7K
Di saat wanita hamil, berbagai perubahan di dalam tubuhnya terkadang membuat wanita tidak ingin lagi berhubungan intim. Namun kondisi ini seringkali berlanjut hingga melahirkan.

Banyak suami yang mengeluh, istrinya tak lagi sama setelah memiliki anak. Tidak lagi perhatian, tidak lagi mengurusi suami, dan yang paling banyak dikeluhkan tentu saja istri yang semakin susah untuk diajak berhubungan intim.

Setiap mengunjungi dokter kandungan seusai melahirkan, dokter saya selalu bertanya sambil bercanda, "Bagaimana? Suami sudah diberi jatah atau belum?"

Dan seringkali suami menjawab, "Belum nih Dok.."

Dokter saya pun menyahut, "Wah, kasihan dong suaminya. Sudah berapa lama puasanya?"

"Sudah hampir setahun, sejak hamil sampai sekarang"


Di saat wanita hamil, berbagai perubahan di dalam tubuhnya terkadang membuat wanita tidak ingin lagi berhubungan intim. Namun kondisi ini seringkali berlanjut hingga melahirkan.

Wahai para suami, sebelum marah dan berpikir yang tidak-tidak, mohon bacalah dulu penjelasan kami di sini


1. Menjaga bayi adalah pekerjaan 24 jam

photo credit: Midwife and Life

Ada istilah 'sleep like a baby' untuk menggambarkan tidur yang sangat nyenyak. Istilah ini sangat salah! Karena bayi tidak pernah tidur nyenyak. Bayi yang baru lahir akan meminta susu setiap paling tidak 2 jam sekali. Dan ia akan menangis setiap kali merasa tidak nyaman. Entah itu karena lapar, mengantuk, popok yang perlu diganti, atau sekadar karena ia ingin dipeluk. Oleh karena itu, para ibu yang baru memiliki bayi pasti akan merasa kelelahan sepanjang hari. Waktu tidur juga menjadi terganggu.

Tidur? Bisa mandi tanpa diganggu oleh suara tangis bayi saja sudah merupakan anugerah yang luar biasa. Makan? Ah, apa saja yang penting tidak lapar. Semenjak memiliki anak, waktu dan tenaga seorang ibu pasti habis untuk merawat anaknya. Tidak ada jeda, tidak ada istirahat.

Jadi, ketika suami pulang ke rumah di malam hari dan melihat istrinya tertidur di samping sang bayi, mohon dimengerti. Karena kami hanya bisa tidur di saat bayi kami tertidur.

Suami-suami yang baik, mohon jangan menuntut istri untuk tetap melayani suami dengan tubuh yang lelah. Sebaliknya tawarkan bantuan, setidaknya menyusui si kecil di malam hari sehingga istri bisa tidur sejenak. Membantu menggendong dan menidurkan si kecil di kala ia rewel. Atau sekadar memijit sang istri ketika sedang beristirahat. Jika istri tidak terlalu lelah, mungkin saja ia menyanggupi untuk melayani anda.


2. Banyak wanita merasa tidak nyaman dengan tubuhnya semenjak melahirkan

photo credit: Daily Mail

Setelah melahirkan, tubuh wanita tidak akan langsung kembali langsing kurus seperti sebelum memiliki anak. Hal ini seringkali membuat para istri merasa tidak nyaman untuk berhubungan intim dengan suaminya. Apalagi tidak adanya waktu untuk mengurus diri, tidak seperti dahulu kala sebelum memiliki anak, banyak wanita yang merasa rendah diri. Malu, merasa gemuk, merasa tidak cantik, dan merasa kurang menarik.

Baca juga: Bukan Kesempurnaan Pasangan, Dua Hal ini yang Membuat Relasi Langgeng

Wahai suami, berikan istri kesempatan untuk paling tidak merapikan rambutnya di salon sehingga ia bisa kembali merasa cantik. Tawarkan diri untuk menjaga si kecil sejenak, sehingga istri bisa memiliki 'me-time' sekalipun hanya sebentar saja. Semua itu bisa menaikkan kembali rasa percaya dirinya.

Berikan pujian kepada istri, sekalipun tubuhnya gemuk dan tidak lagi cantik, jangan pernah mengatakan bahwa dirinya gemuk dan tidak lagi menarik. Hal ini akan menyakiti hati sang istri dan menghancurkan rasa percaya dirinya.


3. Anak, anak, dan anak. Hubungan dengan suami kian renggang

Semenjak hamil hingga melahirkan, anak menjadi satu-satunya fokus utama seorang wanita. Ketika mengobrol, pembahasan nomor satu pastilah anak. Bahkan ketika membuka internet, yang dicari pasti pembahasan mengenai anak. Sementara suami tentunya lebih ingin curhat masalah pekerjaannya ataupun sekadar bercerita siapa-siapa saja yang ditemuinya hari ini. Tapi sang istri tidak lagi merasa kisah-kisah suaminya menarik, kecuali jika berhubungan dengan si kecil. Pada akhirnya istri akan lebih senang mengobrol dengan sesama ibu muda lainnya. Dan suami mencari teman-teman yang seprofesi atau memiliki hobi yang sama dengan dirinya. Hubungan suami istri pun menjadi renggang, seolah ada jurang pemisah di antara mereka. Fatal bukan?

Sesungguhnya hubungan intim suami istri tidak hanya melalui hubungan fisik. Komunikasi yang baik juga merupakan salah satu cara untuk menjaga keintiman suami dan istri. Banyak istri yang mengeluh suami tidak mau membantu menjaga si kecil. Padahal jika suami sekadar meluangkan waktu untuk bermain dan menjaga anak saja, istri pasti merasa sangat senang sekali. Komunikasi bisa terjalin ketika bersama-sama sedang bermain bersama si kecil. Istri bisa menceritakan apa saja perkembangan si kecil dengan senang hati, dan suami-suami bisa menceritakan kisahnya sendiri.

Pada akhirnya semuanya kembali lagi pada kedua pihak, bagaimana saling memahami dan saling mengisi. Sesungguhnya istri sangat paham kebutuhan suami. Hanya saja waktunya mungkin belum tepat. Suami janganlah sekadar menuntut, tapi juga berikanlah bantuan untuk meringankan beban istri. Jika sang istri kerap kali berkata, "Saya kok gemuk ya?" Besarkanlah hatinya. Berikan pujian sekalipun kesannya 'cheesy' seperti, "Kamu tetap cantik kok"

photo credit: tesco-baby

Sebaliknya istri, sekalipun kini duniamu berotasi pada sang anak, ingatlah bahwa suami juga membutuhkan perhatian. Sekecil apa pun itu. Berusahalah untuk tetap mendengarkan curhatan suami. Luangkan sedikit saja waktu untuk sekedar menyiapkan sarapan atau pakaian suami sebelum ia berangkat bekerja. Ingatlah juga, berhubungan seks dengan suami bisa jadi lebih membuat anda rileks dibandingkan menonton drama Korea kesukaan di televisi.

Baca juga: Aku Melukai Hati Istriku dengan Menduakannya

Jagalah keintiman suami istri dengan saling membantu, saling memahami, dan saling mengisi baik kebutuhan maupun kekurangan satu sama lain. Pada waktu yang tepat saya yakin jatah suamipun bisa terpenuhi.

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Seks Sesudah Melahirkan: Mengapa Kami Enggan Melakukannya? Curhat Seorang Istri". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar