Seks Pranikah itu Mudah, tapi Membuat Resah! Inilah 5 Kunci Pengendalian Diri demi Masa Depan yang Indah

Singleness & Dating

photo credit : twitter

7.2K
Pacaran adalah tentang “Menunggu waktu”. Ini definisi yang menarik. Jikalau berpacaran adalah tentang menunggu waktu, maka pacaran adalah tentang mengatur fase kehidupan dengan baik.

“Si A hamil di luar nikah,” kata seorang ibu.

“Masa? Anak baik-baik deh kayaknya” tanya ibu lainnya memastikan keraguannya.

“iya, benar! Makanya tuh, lihat deh mamanya buru-buru buat nikahin anaknya bulan depan”


Demikianlah percakapan ibu-ibu tetangga sebelah rumah kami. Setiap pagi, setelah membeli bahan masak di mamang motor sayur, waktu itu juga selalu menjadi jadwal rutin ibu-ibu untuk melangsungkan ngerumpi time-nya. Selalu saja ada berita terbaru dan teraktual yang mereka bincangkan.

Di tempat yang lain, teman-teman sepergaulan juga asyik membicarakan temannya yang baru menikah 5 bulan lalu, tapi minggu kemarin sudah melahirkan.

“Mengapa bisa secepat itu?” mereka terheran-heran.

“Sepertinya si cewek sudah mengandung duluan sebelum menikah, alias MBA (Married By Accident)!” jawab seorang teman.

Pada kasus yang lebih fenomenal, beberapa pasangan muda sering diberitakan mengalami keretakan relasinya. Pada awalnya mereka begitu mesra dan saling mencintai. Namun, ketika nafsu tak tertahankan dan berubah menjadi suatu hubungan badan yang penuh hasrat.

Semua berubah ketika sang wanita mulai berkata, “Aku hamil.”

Masa depan belum terencanakan. Biaya pernikahan belum disiapkan. Soal pekerjaanpun masih penganguran. Sekarang malah dimintai pertanggungan jawab untuk membiayai seorang istri plus seorang anak. Akibatnya, banyak wanita sering melakukan aborsi yang jelas adalah sebuah dosa pembunuhan dan juga menyimpan efek samping yang berbahaya bagi sang ibu.

Hal yang perlu dicatat adalah pernikahan yang tidak direncanakan akibat MBA hanya akan membawa pengaruh buruk bagi kelangsungan rumah tangga, baik itu relasi suami-istri dan bagi anak.

Maka itu, sebelum terjebak dengan relasi yang sudah mengarah pada hubungan badan yang pada akhirnya merugikan diri sendiri dan masa depan, pelajarilah 5 kunci pengendalian diri ini


1. Apa itu pacaran?

photo credit : modster

Banyak orang mulai berpacaran tanpa pernah memahami apa pacaran itu sendiri. Setelah ditanya ke beberapa anak muda yang sudah berpacaran, mereka sendiri bingung menjawab apa sebenarnya pacaran itu. Kebanyakan dari mereka hanya mengikuti trend anak muda yang berpacaran. Hubungan seksual sebelum pernikahan sering terjadi karena kaum muda sudah berpacaran tanpa pernah dibekali pendidikan seks terlebih dahulu.

Para orang tua merasa terlalu tabu untuk berbicara mengenai berpacaran dan perihal seks. Mereka berasumsi bahwa anak-anak mereka akan mengetahui dengan sendirinya melalui pendidikan sekolah. Hal ini tentu salah. Banyak kaum muda belajar mengenai seks terlebih dahulu di dalam pergaulan. Dan jika pergaulan itu salah, maka pemahaman seks yang salah itu jugalah yang dimiliki oleh mereka.

Pacaran adalah tentang “Menunggu waktu”. Ini definisi yang menarik. Jikalau berpacaran adalah tentang menunggu waktu, maka pacaran adalah tentang mengatur fase kehidupan dengan baik.

Ada fase menunggu kedewasaan emosional sebelum pacaran. Ada fase mulai berpacaran. Ada fase menikmati masa berpacaran. Ada fase menikah dan ada fase memiliki anak.

Baca Juga : Dari Pacaran Menuju Pernikahan, Inilah 5 Tanda Kamu dan Pacar Sudah Siap Mengubah Status Relasi


2. The Rules of love

photo credit: Today's Christian Woman

Susunlah beberapa peraturan dalam berpacaran. Ada baiknya menyepakati bersama nilai-nilai dan peraturan dalam berpacaran bersama pasangan. Hal ini baik untuk diadakan agar kegiatan berpacaran memiliki batas-batas tertentu yang menjaga kelangsungan berpacaran tetap sehat.

Ketaatan kepada peraturan yang disepakati bersama adalah bentuk dari kesetiaan dan simbol dari penghargaan terhadap masing-masing pasangan.

Merencanakan sebuah kegiatan berkencan bersama pasangan adalah hal yang baik untuk dilakukan. Melalui perencanaan yang baik, akan terbuka kesempatan-kesempatan kreatif dan mengasyikan di dalam menjalaninya. Kencan yang dilakukan juga tidak akan terasa biasa-biasa saja atau bahkan membosankan karena terjadwalkan berdasar kesepakatan bersama.


3. Selektif

photo credit : babyou

Pilihlah calon teman kencanmu dengan hati-hati. Kriteria pemilihan pasangan hidup yang tepat terkadang dibutuhkan agar memiliki teman kencan yang baik. Persamaan usia, minat dan prinsip hidup adalah hal-hal yang baik untuk menjadi acuan di dalam memilih pasangan. Namun, hal yang lebih penting lagi untuk menjadi pertimbangan adalah:


Pertama, kedewasaan (Emotional)

Kematangan diri adalah suatu hal yang perlu dimiliki di dalam menjalin sebuah hubungan. Pastikan pasangan dan diri sendiri memiliki kedewasaan emosi yang seimbang.

Beberapa ciri-ciri pasangan yang sudah terbilang dewasa secara emosional adalah mampu mengelola suatu konflik yang terjadi, memiliki prinsip kehidupan yang jelas, mampu mengambil sebuah keputusan tanpa harus bergantung kepada orang tua, memikirkan masa depan dan mampu menempatkan diri di dalam berbagai situasi dengan baik.

Kedua, motivasi (Motivation)

Pastikan calon pasangan dan diri kita sendiri memiliki motivasi berpacaran yang benar. Ada orang-orang yang menjalin hubungan hanya supaya tidak dikatai jomblo, atau kesepian atau bahkan ada yang mengejar kenikmatan seksual semata. Motivasi-motivasi ini tentu ciri-ciri orang yang belum siap menjalin sebuah hubungan yang serius.

Ketiga, keyakinan (Faith)

Ada baiknya untuk memilih seorang pasangan yang taat beragama. Pastikan bahwa ia memiliki pandangan keagamaan yang benar. Menjalin hubungan dengan pasangan yang beda agama terkadang menjadi sebuah relasi yang sulit dijalani. Hal ini dikarenakan adanya pemahaman hidup yang tidak serupa. Dan keyakinan ini tentu berdampak pada praktik hidup masing-masing.

Baca Juga : Tanya-Jawab 9 Detik: Darimana Saya Tahu Dia adalah Orang yang Cocok Menjadi Pacar?


4. Pendidikan seks

Carilah informasi tentang seks atau isi diri dengan pendidikan seks yang benar. Menghadiri seminar-seminar tentang penggunaan alat reproduksi, seminar HIV/AIDS atau seminar-seminar lain tentang nilai-nilai keluarga baik untuk mengembangkan kemampuan berelasi agar lebih baik. Hal ini juga memperkaya pemahaman mengenai bahaya seks dan menekan diri untuk melakukan seks sebelum pernikahan.

Baca Juga : Tanya-Jawab 9 Detik : Bagaimana Cara Menolak Ajakan Pacar untuk Making Love?


5. Kendalikan situasi

photo credit : geeks media

Hindarilah semua situasi dan kegiatan-kegiatan yang merangsang sebuah dorongan seks terjadi. Atau hindari hal-hal pribadi yang dapat mendorong diri untuk berpikir mengadakan sebuah hubungan seksual bersama pasangan. Buku, majalah, gambar atau film-film berbau pornografi sebaiknya dihindari ketika sedang bersama pasangan. Apalagi jika seseorang tahu bahwa hal itu merupakan kelemahan dirinya.

Sebaiknya, seorang gadis tidak masuk ke kamar seorang pemuda. Jikalau rumah sedang sepi, hindari untuk bertamu. Bukan berarti tidak boleh berduaan, tetapi pasangan sebaiknya tidak berduaan di tempat-tempat sepi dalam jangka waktu yang lama tanpa pengawasan.

Baca juga: Tanya-Jawab 9 Detik : Apa Dampak Seks Pranikah, Selain Rasa Bersalah?

Saya ingat sekali dengan kisah perjuangan seorang teman di dalam mengendalikan situasi berpacarannya. Ia bercerita bahwa suatu kali ia harus menemani pacarnya mengerjakan tugas sekolah di sebuah warnet sepi di sebuah kompleks pertokoan. Pada suatu waktu, ketika pacarnya mulai merasa lelah mengerjakan tugas, ia mulai mencari perhatian pacarnya itu untuk dapat bermesra-mesraan. Kegiatan di balik bilik kotak berukuran 2x2 itu adalah kegiatan yang tidak mungkin diketahui oleh siapa pun. Hanya mereka berdua yang mengetahui apa yang mereka lakukan di sana.


Teman saya ingat sekali ketika pacarnya bertanya kepadanya, “Apakah kamu sayang sama aku?”

Jawab teman saya kepada pacarnya, “Oh, tentu, mengapa bertanya seperti itu?”

“Kenapa kamu tidak pernah menciumku, sama seperti pasangan-pasangan yang lain?” balas pacarnya.

Namun dengan perkataan yang tegas, dia menjawab, “Tidak.” Katanya.

Itu tidak akan aku lakukan jika aku menghargai tubuhmu” jawabnya.


Tulisan-tulisan ini akan memberikan inspirasi dalam relasimu :

Waspada! Inilah 5 Ciri Cowok dan Cewek Nakal. Jangan Sampai Salah Pilih Pacar!

Inilah Trik dan Rayuan Pria untuk Mendapatkan Keperawananmu Sebelum Menikah. Kamu Harus Bisa Menolak! Begini Caranya

Pacar Mengaku Tak Lagi Perawan atau Perjaka. Apa Sikap Terbaik yang Bisa Dilakukan?

Si Dia Serius Gak Sih? Wanita, Inilah 10 Tanda Pacar Anda Serius Menjalani Relasi dan Akan Segera Mengajak Anda Menikah!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Seks Pranikah itu Mudah, tapi Membuat Resah! Inilah 5 Kunci Pengendalian Diri demi Masa Depan yang Indah". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


jevin sengge | @jevinsengge

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar