Seks di Usia Senja: Tabu atau Kebutuhan?

Marriage

[Image: Larry Sultan 'Here and Home']

7.1K
Mengapa pasangan menolak diajak berhubungan intim jika sudah merasa tua?

Seorang bapak berusia 70-an tahun datang ke kantor saya. Tanpa tedeng aling-aling dia berkata, “Pak Xavier, di usia saya, saya masih aktif secara seksual, tetapi istri sudah ogah-ogahan melayani saya. Apa yang harus saya lakukan?”

Ditodong pertanyaan semacam itu terus terang saya tidak siap. Saya buat disclaimer di sini, saya bukan pakar seks. Tapi masa seorang datang minta pertolongan tidak diberi bantuan? Jadi saya mencoba memakai prinsip konseling, memberi jalan masuk dan bukan jalan keluar. Artinya, saya mencoba membuka keran masalah agar bebas tercurah. Setelah itu saya mencoba menawarkan beberapa solusi yang bisa dia pilih sendiri sesuai situasi kondisi yang sedang dia hadapi.

Mengapa pasangan menolak diajak berhubungan intim jika sudah merasa tua? Karena adanya mitos yang sudah terlanjur dipercayai.

Contoh mitos tersebut bertebaran di sekeliling kita dalam bentuk celetukan:

“Sudah tua kok masih genit?”

“Kok seperti masih muda saja?”

“Ingat, kita sudah tua. Malu dong sama yang muda-muda!”

“Apa ya masih mampu? Wong jalan saja sudah susah!”

“Nggak usah neko-neko. Yang wajar saja.”

Namanya mitos, tentu tidak benar. Jangan-jangan celetukan itu muncul karena ketidakpahaman kita tentang seks.

Karena bukan ahli, saya memakai analisis Tim Keller untuk percakapan saya. Menurut pakar seks ini, paling tidak ada 3 pandangan atau sikap orang terhadap seks:


Pertama, Sexual Realism

Menurut pandangan ini, seks dipandang sebagai salah satu kebutuhan hidup seperti makan dan tidur. Jika kebanyakan makan dan tidur menimbulkan masalah, demikian juga dengan seks. Sebagai salah satu kegiatan manusia, seks dianggap netral. Itulah sebabnya mengapa orang tua Indonesia yang baru tinggal di negara barat dan menyekolahkan anak di sana bisa terkaget-kaget saat anak mereka diminta membawa kondom ke sekolah. Artinya, berhubungan seks tidak apa-apa asal jangan sampai hamil.

Baca Juga: Pendidikan Seks yang Salah Kaprah Malah Akan Mendorong Anak Aktif secara Seksual. Orangtua, Hati-Hati!



Kedua, Sexual Platonism

Seks dianggap naluri saja seperti hewan. Filosofi Yunani menganggap bahwa seks itu rendah dan kotor, sedangkan bertarak atau berpantang itu lebih kudus dan mulia. Seks hanya ‘dipakai’ untuk menghasilkan keturunan saja. Tak lebih. Oleh sebab itu, seks pranikah pun dilarang keras oleh pandangan ini.



Ketiga, Sexual Romanticism

Pandangan ini menganggap bahwa manusia pada dasarnya kreatif, termasuk dalam mencari kesenangan. Jadi, seks dianggap baik karena bisa melepaskan manusia dari naluri dasarnya. Orang yang merasa derajatnya lebih tinggi menolak pandangan ini karena bagi mereka seks itu rendah dan kotor. Justru orang yang bisa menahan dorongan sekslah yang baik dan luhur.


Nah, bagaimana kita menjawab celetukan mitos di atas? Coba kita kupas bersama filosofi yang mendasari celetukan itu.


“Sudah tua kok masih genit?”

[Image: lovethispics.com]

Kata ‘genit’ yang dipakai di sini ditujukan untuk orang tua yang masih suka merayu pasangannya, khususnya di tempat umum. Bagi orang yang melontarkan ucapan ini, artinya seks hanya untuk yang muda saja. Komentar “Kok seperti masih muda saja” punya pandangan yang sama, menganggap bahwa kalau sudah tua ya stop berhubungan badan. Titik.

Menurut beberapa orang dokter sahabat saya, orang berusia 60-an, 70-an, 80-an masih bisa aktif secara seksual. Kitab Suci mencatab bahwa Abraham yang berusia seratus tahun dan Sarai istrinya yang berusia 90 tahun ternyata masih bisa mempunyai anak. Kemampuan seks - seperti halnya kemampuan fisik lainnya - memang menurun, tetapi bukan berarti habis sama sekali. Jadi, komentar “Apa ya masih mampu? Wong jalan saja sudah susah!” jelas salah.



“Ingat, kita sudah tua. Malu dong sama yang muda-muda!”

Pikiran ini justru terbalik. Orang tua yang masih romantis justru perlu diacungi jempol. Ketika jalan-jalan di sepanjang pantai di Rockingham, saya justru malu ketika melihat opa dan oma masih bergandengan tangan dengan mesra. Perasaan bersalah menuduh saya dari dalam, “Lihat tuh! Sudah tua tapi tetap mesra dengan istrinya!” Bukankah menyaksikan opa dan oma bergandengan tangan justru menunjukkan keharmonisan keluarga mereka?

Sang Khalik justru senang melihat pasangan suami-istri yang menikah secara legal baik secara agama maupun negara tetap rukun dan harmonis sampai tua.

[Image: verywell.com]
Yang muda justru harus malu
jika gonta-ganti pasangan dan gampang cerai!

Baca Juga: 3 Jenis Keintiman yang Harus Dimiliki Pasangan untuk Menyelamatkan Hubungan dari Godaan Perselingkuhan



“Nggak usah neko-neko. Yang wajar saja.”

Pertanyaannya, apakah menunjukkan kasih sayang dengan berhubungan badan di usia senja adalah tindakan neko-neko? Jelas tidak! Apa tidak wajar? Justru sebaliknya, wajar saja.

Seperti saya ceritakan di atas, teman-teman dokter mengatakan asal tubuh fit, berhubungan intim di usia senja wajar-wajar saja, bahkan menunjukkan kesehatan. Asal tidak berlebihan, menurut mereka, hubungan intim di usia senja justru menguatkan jantung.

[Image: People Magazine]

Lalu, bagaimana menjawab opa 70-an tahun yang bertanya kepada saya tadi? Saya memintanya agar membicarakan dengan istrinya secara terus-terang. Apa keberatan istrinya? Apa yang dia kehendaki? Jangan-jangan keengganan istri karena opa itu melakukannya tanpa persiapan dan grusa-grusu. Jika perlu, ajak istrinya untuk konsultasi bersama. Lebih baik lagi kalau kepada seorang seksolog yang merangkap rohaniwan, sehingga jawabannya bisa tuntas tas!

Baca Juga: Jangan Terlalu Cepat Menghakimi Pasangan, Inilah 5 Bahaya dan 5 Solusinya


“Relish love in your old age! Aged love is like aged wine; it becomes more satisfying, more refreshing, more valuable, more appreciated and more intoxicating!”

- Leo Buscaglia



Baca Juga:

Ingin Cinta Tetap Manis Sepanjang Usia? Begini Caranya

Jika Harta Bertambah, Mengapa Istri Juga Bertambah? Mari Belajar Setia dengan 3 Hal Ini!

Rahasia Hubungan Cinta yang Harmonis: Lakukan 10 Hal Sederhana, Dengan atau Tanpa Kata-Kata Ini, Setiap Hari



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Seks di Usia Senja: Tabu atau Kebutuhan?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar