Sekadar Seks? Bukan! Perselingkuhan Ternyata Meruntuhkan 7 Hal Penting Ini dalam Keluarga

Marriage

[Image: vipdivorcediscovery.com]

6.3K
Perselingkuhan bukan hanya merusak keintiman seksual suami dan istri. Perselingkuhan juga meruntuhkan 7 tiap penopang rumah tangga. Segera tinggalkan, sebelum rumah tangga hancur berantakan.

“Setiap kali mengingat perselingkuhan suami saya, saya jijik untuk diajak berhubungan seks lagi, Pak Xavier,” ujar seorang ibu muda dari Jakarta.

“Melihatnya duduk bersama atasan prianya saja sudah membuat saya marah,” ujar suami di Surabaya yang istrinya ketahuan selingkuh dengan rekan sekerjanya.

“Sejak tahu suami saya suka ‘jajan’ di luar, saya jadi takut sekali setiap kali berhubungan intim dengannya,” ujar seorang ibu tiga anak di Bandung.

Tiga curhatan itu hanya pucuk dari gunung es akibat perselingkuhan. Dari berbagai curhatan dan konseling yang berhasil saya himpun dari memori saya, paling tidak ada 7 hal yang ikut runtuh saat orang jatuh dalam dosa selingkuh:


1. Yang Pertama dan Terutama, Kepercayaan

“Rasanya bosan mendengarnya minta maaf atas perselingkuhannya. Kayaknya pemberian maaf saya kalah cepat dengan kebejatannya. Dia berulang-ulang melakukan hal yang sama,” ujar seorang istri dengan mata memerah antara kesedihan dan kemarahan yang memuncak.

[Image: Reader's Digest]

“Sekali lancung dalam ujian,” ujar pepatah kuno, “seumur hidup orang tak percaya.” Meskipun pertobatan sejati itu sungguh ada, tetapi tidak gampang untuk memperoleh kepercayaan kembali dari orang-orang yang pernah kita khianati dan kecewakan. Butuh perjuangan yang keras dan ekstra panjang untuk mendapatkannya kembali.

Baca Juga: Pasangan Berselingkuh, Duniamu Tak Harus Runtuh. Inilah 5 Cara Bertahan ketika Pasangan Tak Setia


2. Kehangatan Rumah Tangga

“Sejak saya ketahuan selingkuh, istri tidak lagi antusias menyambut saya pulang dari kantor, apalagi hubungan suami isteri. Dia menjadi seperti balok es yang tak mudah dicairkan,” ujar seorang manajer produk makanan.

[Image: Huffington Post]

Inilah harga yang harus dibayar. Bukan saja atmosfer dingin itu memengaruhi hubungan suami istri tetapi juga seluruh iklim keluarga.

Keluarga yang hangat dan penuh canda bisa tinggal kenangan saat dosa perselingkuhan muncul ke permukaan.
[Image: Reader's Digest]

“Setiap kali Papa pulang kerja, saya lebih suka naik ke kamar saya sendiri,” ujar seorang mahasiswi.

Baca Juga: How to Make Our Families Great Again? Runtuhkan 5 Tembok Penghalang Kebahagiaan Keluarga Ini


3. Komunikasi

“Rasanya jadi malas ngomong sama dia. Tiap kali ngomong saya jadi ingat dengan perselingkuhannya dan pertengkaran mulai lagi,” ujar pemborong khusus perumahan kecil.

[Image: univision.com]

Orang yang terluka jadi begitu sensitif. Sedikit saja omongan menyerempet ke arah 'itu', api pertengkaran bisa berkobar dan membesar.


4. Tidur yang Berkualitas

“Saya jadi sering terbangun tengah malam dengan keringat dingin, Pak Xavier, dan tidak bisa tidur lagi setelah itu.” Demikian pengakuan seseorang yang belum lama ketahuan selingkuh.

Gangguan tidur itu akan terus terjadi selama rasa bersalah itu tetap ada di sana. Menurut pengakuannya, dia masih sering mimpi ketahuan saat selingkuh.


5. Semangat Bekerja

“Apa gunanya saya bekerja keras dari pagi sampai sore, bahkan sering ngelembur sampai malam hari jika keluarga tidak lagi menghargai saya?” kata suami dengan mata membasah saat menceritakan bahwa kehidupan rumah tangganya bak neraka.

Siapa yang bisa bekerja dengan tenang, apalagi senang, jika suasana rumah senantiasa tegang?
[Image: livestrong.com]

Kebanggaan pria - suami dan ayah - yang bisa memenuhi nafkah keluarga jadi tidak berarti lagi. Hasil kerjanya seakan-akan dipandang sebelah mata.


6. Rasa Percaya Diri

“Sejak ketahuan selingkuh, saya jadi tidak pede,” ujar seorang agen asuransi. “Setiap kali ketemu klien, saya khawatir dia tahu dosa saya.”

Rasa percaya diri memang terbentuk dari ‘isi’ seseorang. Jika ‘isinya’ ketahuan kotor, dia merasa apa pun yang dilakukan, bisa jadi suatu kali ‘bungkusnya’ akan bocor dan ‘isinya’ keluar.

Ketakutan inilah yang membuat rasa percaya dirinya ikut runtuh. Pekerjaan dan bisnis bisa ikut hancur karenanya.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kesalahan Menghancurkan Hidupmu! Bangkit dan Keluarlah dari Jerat Rasa Bersalah dengan 5 Langkah Ini


7. Kehidupan Sosial Kemasyarakatan

“Dulu pertemuan keluarga merupakan saat yang saya harapkan. Kini, bertemu keluarga besar di saat hari-hari besar seperti Natal dan Imlek menjadi momok terbesar bagi saya,” ujar seseorang.

Kehidupan sosial dibangun dari harga diri. Jika seseorang merasa harga dirinya tercemar, dia tidak lagi merasa nyaman berada di tempat umum. Setiap pasang mata seakan-akan memerhatikan tingkah lakunya.


Lalu apa yang bisa dilakukan untuk membangun kembali relasi yang utuh dan kukuh? Kerjakan dengan sungguh-sungguh 3 hal ini:


1. Berjanji kepada Tuhan dan pasangan untuk tidak mengulang kembali

Ini butuh keseriusan dan komitmen yang kuat. Buang jauh-jauh drama dan air mata buaya. Tunjukkan bahwa Anda tidak akan melakukan 'kebodohan itu' lagi.

[Image: cosmopolitan.de]

Nyatakan juga sanksi apa yang bersedia Anda lakukan jika Anda melanggar. Pastikan sanksinya berat dan membuat Anda malu. Tunjuk seorang yang Anda hormati agar ikut menjaga Anda agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Orang itu harus punya power untuk membuat Anda takut.


2. Tutup rapat-rapat pintu di belakang Anda dan jangan pernah menoleh ke belakang

Buang nama dan nomor kontak pasangan selingkuh Anda dan ganti nomor hape Anda dengan yang baru. Non aktif dari akun media sosial dan group apa pun. Jangan stalking lagi!

[Image: Venture Beat]
Jangan biarkan lagi orang lain memasuki daerah-daerah sensitif kehidupan Anda.

Beri batas yang tegas mana yang boleh dan mana yang tidak. Bahas hal ini dengan pasangan sampai tuntas dan jangan melanggarnya. Seperti poin 1, pastikan ada sanksi tegas dan berat yang harus Anda terima jika melanggar.

Baca Juga: Cinta Lama Bersemi Kembali. Benarkah Cinta Pertama Paling Murni dan Tak Pernah Mati?


3. Luangkan waktu terbanyak untuk keluarga

Kurangi, kalau perlu pangkas sampai habis, waktu yang Anda luangkan untuk hang out, apalagi dengan teman-teman yang bisa membawa Anda kembali ke kubangan yang dulu. Lupakan untuk sementara hobi Anda untuk bersosialiasi.

[Image: mumbabymagazine.com]

Pakai dan investasikan waktu sepenuhnya untuk keluarga. Fokus pada pekerjaan.


Ketiga hal di atas tidak gampang dilakukan,

tetapi bukankah sesuatu yang gampang didapat akan gampang juga menguap?

Intinya, raih kembali kepercayaan dari pasangan maupun anak yang ikut runtuh saat Anda selingkuh. Susun bata kepercayaan itu satu demi satu dengan disiplin yang teguh agar menjadi bangunan yang kukuh. Libatkan Tuhan dalam setiap prosesnya!

Kiranya Tuhan menyertai perjuangan Anda.



Baca Juga:

Suami Selingkuh: Bukan Cerai, 4 Hal ini yang Dilakukan Sahabat Saya untuk Menyelamatkan Pernikahannya

Jangan Biarkan Orang Ketiga Merusak Relasi. Bangun Hubungan dengan Mengingat 3 Hal Ini

3 Jenis Keintiman yang Harus Dimiliki Pasangan untuk Menyelamatkan Hubungan dari Godaan Perselingkuhan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sekadar Seks? Bukan! Perselingkuhan Ternyata Meruntuhkan 7 Hal Penting Ini dalam Keluarga". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar