Pertemuan Tak Sengaja Membangkitkan Cinta Lama, Membuatku Rela Menyerahkan Segalanya

Ex & Broken Hearts

[Photo credit: Corynne Olivia Photography]

10.6K
"Aku tahu ini dosa. Namun, toh, aku berikan juga tubuhku kepadanya."

Pengakuan itu keluar dari seorang ibu yang menurut saya tidak lagi muda. Anak-anaknya sudah besar.

Rona kecantikan masa lalunya memang masih kental. Apalagi dia suka dandan dan gampang bergaul. Namun, apakah karena kelebihan itu dia bersedia menyerahkan apa yang seharusnya milik eksklusif suaminya?

Ibu itu lalu bercerita tentang pertemuannya dengan sang mantan - yang merupakan cinta pertamanya - yang terjadi secara tidak sengaja. Mereka sama-sama sedang mengantre di sebuah bank. Bermula dari tegur sapa, berlanjut dengan bertukar nomor WA, berakhir dengan bertumbuhnya kembali cinta lama.

[Photo credit: Kitchener Photography]

Mengapa hal itu bisa terjadi?

Saat merenungkan pengakuan blak-blakan dari ibu itu, saya merenungkan empat hal ini.



Pertama, cinta pertama memang susah hilang.

Susah tidak berarti tidak bisa. Tindakan yang serius untuk mengubur cinta lama yang sudah berlalu harus DIUSAHAKAN SUNGGUH-SUNGGUH.

Apa saja yang perlu kita singkirkan agar cinta lama tidak bersemi kembali? Buang semua barang yang berhubungan dengan sang mantan! Bagian ini memang berat dan menjadi perdebatan tanpa henti.

“Apakah boneka panda raksasa ini harus saya kembalikan ke mantan, Pak Xavier?” tanya seorang gadis yang hendak menikah. “Bagaimana kalau dia tidak mau dan malah marah?”

“Sudah you coba belum?” Pertanyaan saya ini dijawab dengan gelengan kepala.

“Bagaimana dengan parfum dan sepatu yang sudah terlanjur saya pakai?” ujar gadis yang lain.

“Dia pernah memberi uang yang cukup besar untuk keperluan kuliah saya. Apakah saya harus mengembalikannya juga?” tanya seorang gadis yang hendak bertunangan dengan pria lain.

Memang ada barang-barang yang sudah tidak mungkin bisa dikembalikan. Misalnya, yang sudah terlanjur masuk perut atau sudah dipakai. Namun, jika memungkinkan, singkirkan barang-barang yang ada sangkut pautnya dengannya. Foto berdua, misalnya. Hapus juga foto-foto bersama di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan sebagainya.

Baca Juga: Cinta Pertama: Jadi Kenangan atau Sebaiknya Diulang?



Kedua, jangan lagi stalking media sosialnya!

Godaan untuk kepo selalu ada. Buang semua keinginan itu.

Bagaimana kita bisa melupakannya jika segala aktivitasnya masih kita pantau dengan berbagai cara?

Jika dirasa perlu, karena memang mengganggu, lebih baik unfollow, unfriend, unshare akun-akun media sosialnya. Ingat, kita bukan BIN, CIA, atau FBI! Semakin besar keingintahuan kita tentang keberadaannya - apalagi hingga mencari tahu apakah sang mantan sudah menikah atau belum - adalah tindakan yang kekanak-kanakan. Move on, please.

Baca Juga: 9 Tipe Mantan Pacar: Salah Satunya Pasti Pernah Hadir Mewarnai Perjalanan Cintamu



Ketiga, fokus kepada keluarga inti dan pekerjaan.

Saat kita memusatkan perhatian kita kepada keluarga kita sendiri dan pekerjaan, maka waktu dan energi kita akan terpakai secara positif. Sebaliknya, jika kita mengambil waktu untuk bernostalgia - apalagi sambil membuka album kenangan - maka cinta yang sudah mati pun bisa hidup kembali.

Salah satu aktivitas yang sering kali membawa kita kembali ke masa lalu adalah reuni. Tidak ada yang salah dengan kegiatan reuni itu sendiri. Pada saat menulis artikel ini pun, teman-teman dari Himpunan Pecinta Cerpen dan Puisi Kakilangit, mengajak saya untuk ngumpul kembali. Saya menyambut acara ini dengan antusias karena tujuannya adalah mengenang kembali betapa dulu kami sering berkumpul bersama di gedung kesenian untuk membacakan karya bersama-sama.

Namun, yang benar-benar harus dijaga, tujuan reuni sebagai ajang silaturahmi. Bukan membangkitkan kembali benih cinta yang sudah mati. Apalagi mengobarkan kembali cinta yang dulu pernah bersemi. It’s a big NO!

Itu sebabnya saya suka mengajak keluarga saat ada acara reuni semacam ini. Jika istri tidak bisa ikut, saya mengajak anak-anak.

Bukankah pencegahan jauh lebih efektif ketimbang pengobatan?

Baca Juga: Cinta Lama Bersemi Kembali Saat Reuni. Benarkah Cinta Pertama Paling Murni dan Tak Pernah Mati?



Keempat, bagaimana jika bertemu secara tidak sengaja?

Menghindar jelas bukan tindakan yang dewasa. Sebaliknya, mendekat dengan sengaja amat berbahaya.

Tukar nomor hape? Why not? Tunjukkan bahwa Anda sudah berkeluarga dan Anda sangat mengasihi keluarga Anda. Ajak bertemu antarkeluarga, keluarganya dan keluarga Anda. Kenalkan pasangan dan anak-anak Anda kepadanya. Demikian juga sebaliknya.

Silaturahmi tidak harus putus saat cinta sudah pupus.

Baca Juga: Ketika Mantan Mengintai dan CLBK Menghantui, Keutuhan Rumah Tangga Terancam. Segera Lakukan 5 Langkah Ini!


Kembali ke kisah ibu yang baper lagi karena bertemu mantan. Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Setelah mendapatkan masukan dari para sahabat yang baik, ibu itu memutuskan untuk menghentikan affair-nya dan kembali kepada suami tercinta.

[Photo credit: Sophia Louise]

“Saya mengubur kisah itu dalam-dalam. Saya bahkan merasa malu hanya dengan mengingat peristiwa itu,” ujarnya.

Selamat, Bu!



Baca Juga:

5 Cara untuk Berhenti Mencintai Ia yang Tak Dapat Dimiliki

Yakin Mau Balikan Sama Mantan? Pertimbangkan 3 Hal Penting Ini sebelum Membuat Keputusan




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pertemuan Tak Sengaja Membangkitkan Cinta Lama, Membuatku Rela Menyerahkan Segalanya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Alibaba Alibabi | @alibabaalibabi

Kerja Freelance