Lakukan 5 Hal Ini Saat Pacaran, agar Tak Menyesal dalam Pernikahan

Singleness & Dating

photo creidt: Shutterstock

2.2K
Cinta itu bisa membuat kita buta, tapi jangan buta-buta amatlah.

Di sebuah resepsi pernikahan

“Kamu ingat perkataan saya ini, pernikahan akan membuka semua “tabir” yang masih tertutup rapat ketika masih berpacaran”.

Begitulah perkataan seorang ibu yang duduk di sebelah saya. Ia begitu bersemangat menceritakan mengenai perbedaan masa berpacaran dengan pernikahan. Bagi beliau, memasuki dunia pernikahan akan membuka semua tabir yang masih tertutup saat masih berpacaran. Setelah menikah, ia baru sadar bahwa suaminya tidak “sekeren” saat masih berpacaran. Tidak “sebijak” yang ia bayangkan dulu.

Meski sudah menikah beberapa tahun, dikaruniai dua orang anak, beliau tampaknya masih terheran-heran melihat perbedaan suaminya yang dulu masih berstatus sebagai pacar dan setelah menjadi suami. Betul-betul berbeda. Mengejutkan.

Bagi beliau, jika berpacaran adalah masa untuk mengenal dan mencari pasangan hidup, sadarilah bahwa ada tabir yang mengejutkanmu ketika sudah memasuki dunia pernikahan. Oleh karena itu, lakukanlah 5 hal ini sejak kamu berpacaran.


1. Buka matamu selebar-lebarnya

photo credit: Exploring your mind

Love is blind. Cinta bisa membuat kita menjadi buta terhadap realitas. Cinta yang buta itu pun penuh kekuatan, yang membuat kita kehilangan akal sehat kita. Akibatnya, karena cinta yang buta, kita bisa saja mengambil keputusan-keputusan yang tidak seharusnya.

Bagi si ibu itu, cinta itu bisa membuat kita buta, tapi jangan buta-buta amatlah. Kalau buta malah kita seperti orang bodoh yang sedang menjalani cinta. Saran beliau, dalam masa berpacaran, bukalah matamu selebar-lebarnya. Lihat siapa orangnya, lihat seperti apa hidupnya. Lihat apa kelebihannya, juga kekurangannya. Jangan hanya tahu apa yang dia suka, tapi juga yang dia tidak suka.


2. Gunakanlah rasio, jangan hanya mengandalkan rasa

photo creidt: Shutterstock

Rasa memang penting, tetapi jangan sampai menumpulkan rasio. Jangan hanya terjebak dalam euforia cinta sesaat. Keromantisan itu perlu. Tapi jangan melupakan rasio. Mencintai hanya dengan rasa membawa kita pada satu sisi cinta yang menyenangkan. Tapi, dengan juga menggunakan rasio, maka sisi cinta berupa realitas dapat terungkap. Oleh karena itu, sejak masih pacaran jangan hanya berbicara tentang rasa saat ini. Tapi pikirkanlah mengenai apa yang akan terjadi dalam hubungan ini. Bicarakanlah tentang visi yang diinginkan. Ceritakanlah kebudayaan keluargamu. Bicarakanlah realitas.

Baca juga: Dari Pacaran Menuju Pernikahan, Inilah 5 Tanda Kamu dan Pacar Sudah Siap Mengubah Status Relasi


3. Terima kekurangannya, bahkan cintailah kekurangannya

photo credit: SheKnows

Biasanya cinta akan mempromosikan kelebihan seseorang di awal. Entah kelebihan secara fisik. Cantik atau ganteng. Sikap yang dewasa. Bakat yang mengagumkan, dan sebagainya.

Ya. Siapa yang tidak menginginkan pasangan yang punya banyak kelebihan. Namun, yang jadi masalah bahwa ketika kita mengagumi kelebihan pasangan, kita bisa menjadi lupa bahwa ia juga manusia yang memiliki banyak kekurangan. Konsekuensinya, ketika dalam pernikahan. Kita pasti akan sangat terkejut. Ternyata ia juga manusia biasa, yang memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, nasihat si ibu bagi yang masih berpacaran, jangan hanya tahu yang baiknya saja, tapi ketahui dan terimalah juga hal yang buruk tentangnya.


4. Putuskan segera

photo credit: awashpost.

Ketika ada pasangan yang baru saja putus, alasan yang sering diungkapkan, karena tidak ada lagi kecocokan. Meski alasan itu tidak selalu tepat, tetapi bisa jadi lebih baik dibanding harus menyiksa diri dalam ketidakcocokan. Bisa jadi lebih baik putus sekarang, daripada harus berpisah ketika sudah menikah. Oleh karena itu, saran si ibu, kalau mengetahui ada ketidakcocokan dengan pasangan, maka sarannya. Putuskanlah segera. Apakah mau lanjut atau tidak. Apakah siap untuk menerima kekurangan dan ketidakcocokan tersebut. Juga jangan lupa untuk memutuskan apakah dalam menjalani ketidakcocokan itu, kita siap untuk membenahi diri kita sendiri. Membenahi hidup kita agar kita semakin lebih baik dalam menjalani kisah percintaan.


5. Berdoalah untuk kekasihmu

“Apakah kamu pernah berdoa untuk kekasihmu?” tanya si ibu.

Sebaiknya doakanlah kekasihmu, mintalah agar Tuhan juga memimpin kita melihat apakah ia memang pasangan yang cocok atau tidak untuk kita. Jika tujuanmu berpacaran adalah untuk menemukan pasangan hidup, maka libatkanlah Tuhan dalam masa kamu menjalaninya dan mencarinya.

Jangan hanya ketika ada masalah. Jangan hanya ketika muncul penyesalan. Jangan hanya ketika kita butuh saja, kita baru melihat kepada Tuhan. Ingatlah masa berpacaran bukan hanya masa untuk mencintai tetapi masa berpacaran adalah masa untuk “belajar” mencintai. Mintalah pimpinan Tuhan agar bisa menolong kita dalam proses belajar ini.

Baca juga: Ingin Pacaran yang Awet Sampai Pernikahan? 3 Hal ini Harus Kamu Perjuangkan bersama Kekasih

Selamat belajar untuk mencintai.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Lakukan 5 Hal Ini Saat Pacaran, agar Tak Menyesal dalam Pernikahan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yunus Septifan Harefa | @yunusharefa

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar