Sahabat Sejati atau Sekadar Kawan? Inilah 10 Tanda yang Menjadi Pembedanya

Love & Friendship

[Image: bostonmagazine.com]

25.5K
Memang susah untuk membedakan apakah seseorang itu kawan, teman, atau sahabat sejati. Meskipun artinya hampir sama, ada saja yang membedakan di antara ketiganya. Bagaimana mengetahuinya?

“Saya kira dia sahabatku, kok menusukku dari belakang ya?”

“Sungguh tak kuduga, yang menyebar gosip tentang aku ternyata best friend-ku.”

“Benar-benar musang berbulu domba. Ngakunya sahabat, eh pacar gue diembat!”

Pernah dengar kalimat sewot seperti itu? Atau justru kalimat berisi kekecewaan itu berasal dari mulut Anda sendiri?

Jujur saja, memang susah untuk membedakan apakah seseorang itu kawan, teman, atau sahabat sejati. Meskipun artinya hampir sama, ada saja yang membedakan di antara ketiganya. Ada yang menganggap bahwa kawan itu orang yang baru saja kita kenal. Tingkatan selanjutnya disebut teman. Tingkat tertinggi relasi antar dua insan yang tak saling mencinta adalah sahabat sejati.

Baca Juga: Just Friends alias Sekadar Teman, Mungkinkah dalam Relasi antara Pria dan Wanita?

Bagaimana mengetahuinya? Ada yang mengatakan, “Sahabat sejati tidak akan menusuk kita dari belakang,” tetapi belum lama ini, saat saya diundang bicara di sebuah tempat, seorang pengendara motor di depan mobil saya memakai baju dengan tulisan ini di punggungnya, “True friends stab you in the front.” Lalu, gimana bedainnya? Bingung? Berikut 10 tanda yang saya amati:


1. Main bareng ketimbang jaim bareng

Dia lebih mementingkan kebersamaan ketimbang keberbusanaan kita. Kita tampil bak tikus kesiram air pun dia tetap memandang kita maknyus. Memang sih, dia akan memberi masukan mengenai outfit kita, tetapi menyampaikannya begitu sweet, bukan mencuit, apalagi menjerit kayak mak lampir.



2. Merangkul walau kita belum unggul

[Image: rememberme.nl]

Pernah dengar ungkapan ‘Just the way you are’? Jika itu keluar bukan hanya dari mulut tetapi bisa kita rasakan lewat hati, artinya orang itu sahabat sejati Anda. Jika mereka datang saat kita menang, berarti mereka akan menyingkir saat kita tersingkir.

Baca Juga: Inilah Satu Kunci Sukses Membina Hubungan, Baik dengan Pasangan, Anak, maupun Rekan Bisnis



3. Menghibur saat yang lain kabur

[Image: burningnightscrps.org]

“A friend in need is a friend indeed” merupakan patok duga yang baik.

Sahabat sejati justru muncul dan menghibur saat diri kita hancur. Bukan kabur saat kita lebur.

Dari waktu ke waktu kita akan bisa menandai mana teman yang hadir di saat kita berada di titik nadir dan mana yang ngacir.



4. Memberi semangat saat kita curhat

Jika kita curhat ingin bekerja sendiri dan resign dari posisi kita sebagai karyawan, dan dia memberi semangat, kita tahu kita memiliki sahabat yang hebat. Sebaliknya, jika dia mencibir dan justru membuat kita minder, lebih baik menghindar.

Baca Juga: Apakah Persahabatan Anda Membangun atau Menghancurkan? Periksalah 7 Hal ini



5. Bangga saat kita berlaga

Saat kita bertanding dan dia senantiasa ada di samping atau kala kita berlaga dan dia terus-menerus menjadi cheerleader, dia adalah sahabat sejati. Dia rela melepaskan high heels-nya, agar bisa meloncat-loncat membakar semangat kita yang mengarah ke posisi nihil.



6. Mengampuni saat kita menyakiti

Piring yang ditaruh di dalam satu karton mau tidak mau akan bergesekan dan berbenturan. Demikian juga persahabatan. Jika Anda melakukan kesalahan yang menyakiti hatinya dan dia tetap mengampuni, dialah sahabat sejati.

Baca Juga: 8 Cara untuk Memulihkan Diri dari Pengkhianatan Orang Terdekat



7. Membela walau tidak diminta

Ketika orang lain membicarakan hal buruk kita, tanpa diminta dia membela. Saat kita sedang dipojokkan, dia tampil di depan memberi badan. Ketika kita diserang, mulutnya berkata garang, “Jangan macam-macam ya?!” kepada lawan sambil matanya seakan berkata, “Tenang, ada aku!”



8. Kangen walau sedang berantem

[Image: ributrukun.com]

Seperti pacar saja, sahabat sejati kita seringkali membuat kita kangen. Demikian juga sebaliknya. Jadi, meskipun berantem, dia sering mencari cara agar bisa ketemu dan baikan. Kita pun merasakan kerinduan yang sama meskipun sedang ‘diam-diaman’.



9. Tetap bungkam walau disiram

Sahabat sejati akan menyimpan rahasia kita rapat-rapat. Dia lebih cocok jadi lemari besi ketimbang rak pajangan. Dia lebih mirip brankas ketimbang wadah plastik transparan. Demi menyimpan rahasia kita, dia rela melakukan apa pun, bahkan tetap bungkam walau disiram.



10. Tetap simpan nomor hape walau kita pindah ke Taipei

Jarak tidak mampu memisahkan persahabatan yang sudah mengerak.

Ke mana pun kita pergi, kita tidak pernah merasa sendiri. Parfum penghilang bau badan bisa lenyap dalam waktu sesaat, tetapi sahabat sejati setia setiap saat.


Kesepuluh ciri atau tanda itu perlu dibingkai dengan yang satu ini: waktu. Waktulah yang menjadi petunjuk akurat apakah dia sungguh sahabat atau bisa berkhianat.

Meskipun sedikit, sahabat sungguh jadi berkat. Lebih baik satu sahabat sejati ketimbang seribu kawan yang tanpa diduga menjadi lawan.

“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” -Salomo



Baca Juga:

Belajar dari Kisah Kopi Sianida: 3 Rahasia ini Akhirnya Terungkap Juga!

Jangan Ada Sianida di antara Kita: 3 Cara Sehat Mengelola Persahabatan

5 Pelajaran Berharga tentang Manusia dan Relasi dari Sebuah Persahabatan yang Retak



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sahabat Sejati atau Sekadar Kawan? Inilah 10 Tanda yang Menjadi Pembedanya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar