Reuni Bukan Ajang Pamer, Inilah 3 Cara Menjadikan Reuni Asyik

Reflections & Inspirations

[image: EgniTech Solutions]

2.4K
Reuni seharusnya menjadi ajang untuk menggali kenangan-kenangan lama. Bagaimana cerita-cerita menarik itu kembali diceritakan.

“Nic!”

Terdengar suara seseorang memanggil saya dari kejauhan. Sontak saya menoleh dan berusaha keras mengingat pemilik suara yang memanggil saya tadi. Dia keluar dari mobilnya yang gress sembari berlari. Kemudian dia menjabat tangan saya dengan erat dan melemparkan senyum super lebar.

“Lali yo, ambek aku ... Jono iki ... Jono (bukan nama sebenarnya),” katanya dalam logat Jawa Timuran yang khas.

Aha, Jono! Ingatan saya pun terbang ke belasan tahun yang lalu. Dekil, pendek, berkulit gelap, dan ke mana-mana mengayuh sepeda BMX miliknya. Setidaknya itu memori yang berhasil saya ingat setelah berusaha menggalinya beberapa saat.

Namun Jono yang sekarang bukanlah Jono yang dahulu. Kini dia mengendarai mobil SUV terbaru yang masih gress, kemeja terseterika rapi dan harum, serta tidak lupa sebuah gawai dengan layar melengkung. Agaknya semua itu menjadikannya begitu percaya diri dan sedikit overacting saat menghadiri malam reuni kami.

Sebenarnya saya bukanlah orang yang anti terhadap reuni, bahkan saya sering bertanya dan mencari kabar tentang kawan-kawan saya dari masa lalu. Sekadar membagi kenangan cerita kenakalan dan bagaimana kelakuan badung kami ketika bersekolah dahulu, sudah cukup bagi saya untuk mengobati rasa rindu yang ada.

Namun, ada saja hal-hal yang mengganggu acara reuni.

Beberapa teman yang sukses dalam pekerjaannya saat ini tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Entah karena volume tawa yang dibesar-besarkan, atau karena masih memakai pakaian kantor yang terdapat logo BUMN besar tertentu. Beberapa teman juga tiba-tiba minder luar biasa. Entah karena usahanya yang masih belum berjalan dengan baik, ataupun mereka bekerja di tempat yang tidak dapat dibanggakan seperti yang lain.

Dengan demikian, reuni yang seharusnya ditujukan untuk menjalin kembali silaturahmi dengan teman-teman lama, malah menciptakan jurang yang lebar antara seorang dengan yang lainnya. Tentu kita tidak menginginkannya, kan? Itulah sebabnya, hendaknya kita mengingat beberapa hal berikut ini saat menghadiri acara reuni:



1. Lepas Segala Embel-Embel Kesuksesan

Mari kita merendahkan diri atas segala kesuksesan yang telah kita capai. Memang betul kesuksesan itu kita peroleh dengan kerja keras dan keringat yang tak hentinya tercurah, tetapi akan lebih baik jika kita simpan hal itu. Agar kita pun tidak terkesan menyombongkan diri dengan segala prestasi yang ada. Bukankah ada sebuah pepatah yang berkata:

“Makin berisi suatu padi, maka ia akan semakin merunduk.”

[image: Ini Itu Sana Sini]

Dengan merendahkan diri, kita juga mempersempit jurang dengan mereka yang belum berhasil dalam usaha dan pekerjaannya. Mereka tidak akan minder dengan prestasi yang telah kita capai. Dengan merendahkan diri, kita pun semakin dapat berbaur dengan teman lama kita yang mungkin saja saat ini sedang menghadapi situasi tertentu.

Baca Juga:Pelajaran dari Jaket Jokowi: 3 Hal Sederhana dalam Hidup yang Berdampak Luar Biasa



2. Mari Terbang ke Memori Zaman Dahulu

Tidak ada hal yang semenarik ketika kita mencoba menggali memori lama yang ada dan kemudian terbang bersama-sama dalam canda tawa. Mari kita ingat kepada siapa saja kita pernah menaruh permen karet di bangkunya, atau bagaimana deg-degannya ketika lari dari kejaran guru ketika membolos, atau bagaimana rasanya ketika memergoki teman sekelas yang sedang pacaran di sekolah, atau bagaimana saat menghadapi guru berkumis tebal yang superkiller itu.

[image: LOLWOT]

Reuni seharusnya menjadi ajang untuk menggali kenangan-kenangan lama. Bagaimana cerita-cerita menarik itu kembali diceritakan; bagaimana para pelaku cinta lokasi di kelas kembali dijadikan bahan godaan; bagaimana guru-guru yang berkesan bagi kita karena tingkahnya menjadi bahan yang tak pernah lelah untuk dibahas.

Baca Juga: Sahabat adalah Berkat Kehidupan. Inilah 'BLESS' : 5 Kunci Sukses Menjalin Hubungan Persahabatan



3. Reuni Adalah Ajang Mempererat Relasi

Setelah sekian lama kita berpisah dan menjalani hidup masing-masing, serta tidak pernah bertukar kabar, reuni menjadi waktu yang tepat untuk mempererat relasi. Sekadar meng-update kabar dan informasi mengenai tempat tinggal dan nomor telepon adalah hal yang wajib dilakukan. Siapa tahu dari sharing itu justru kita akan mendapatkan peluang bisnis atau kerja sama ke depannya.

[image: Performance in People]

Ya, reuni bukanlah ajang pamer kesuksesan, sehingga tercipta jarak dengan yang lainnya. Ketika reuni menjadi sebuah ajang pamer, maka acara itu sudah enggak asyik lagi untuk diikuti.

Baca Juga: Jangan Rusak Persahabatan dengan Melakukan Tiga Hal Ini di Momen Istimewa Teman-temanmu

Ketika kisah kesuksesan itu mulai diceritakan satu per satu, ingatlah di sudut sana ada kawan kita yang minder dengan apa yang dibagikan, kawan yang dahulu pernah bersama dengan kita dalam melewati masa sekolah itu.





Baca Juga:

Cinta Lama Bersemi Kembali Saat Reuni. Benarkah Cinta Pertama Paling Murni dan Tak Pernah Mati?

Jangan Ada Sianida di antara Kita: 3 Cara Sehat Mengelola Persahabatan




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Reuni Bukan Ajang Pamer, Inilah 3 Cara Menjadikan Reuni Asyik". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Nicho Krisna | @nichokrisna

Auditor | Banker | Blogger

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar