Rest in Peace Jonghyun Shinee: Pelajaran-Pelajaran Berharga dari Kepergiannya

Reflections & Inspirations

photo credit: Us Weekly

1K
Kim Jong Hyun, pemuda dengan suara merdu dan segudang bakat ini tergabung dalam group band bernama Shinee sejak tahun 2008. Boyband inilah yang melambungkan namanya. Namun rupanya ketenaran tidak menjamin kebahagiaan.

Para penggemar K-Pop kini sedang berduka. Beberapa waktu lalu, seorang idol dikabarkan meninggal dunia di usia yang masih sangat muda.

Kim Jong Hyun, pemuda dengan suara merdu dan segudang bakat ini tergabung dalam group band bernama Shinee sejak tahun 2008. Boyband inilah yang melambungkan namanya. Namun rupanya ketenaran tidak menjamin kebahagiaan. Pada tanggal 18 Desember 2017, telah dikonfirmasi oleh agensinya bahwa Jong Hyun meninggal dunia. Usianya masih 27 tahun atau 28 tahun pada tahun Korea. Diduga ia bunuh diri dengan sengaja menghirup karbon monoksida.


Depresi

photo credit: pixabay

Sering kali saya bertanya-tanya mengapa orang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Bukankah kehidupan ini adalah sebuah anugerah. Mengapa ada orang yang tidak mensyukurinya?

Depresi. Begitu alasan yang disebutkan oleh kakak dari Jong Hyun. Menurutnya, adiknya selama ini memang memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri karena depresi. Apa penyebab terbesar dari depresi? Tekanan hidup, tuntutan dari berbagai pihak, kegagalan, dan mungkin juga kekecewaan yang mendalam pada sesuatu atau seseorang.

Saya mengenal baik seseorang yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Ia meninggalkan empat orang putri yang cantik-cantik. Dari luar hidupnya terlihat bahagia, baik-baik saja, ia bahkan memiliki segalanya. Namun dibalik senyumnya selama ini rupanya ia menyimpan rasa kecewa pada suaminya yang memiliki wanita idaman lain. Setelah bertahan selama bertahun-tahun, akhirnya ia memilih jalan ini.


A shortcut?

Saya tidak ingin menghakimi orang yang melakukan bunuh diri. Tapi saya tidak bisa tidak melontarkan pertanyaan ini: tidak adakah jalan keluar lain?

Saya pernah mengalami depresi dan memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri. Mungkin saya pernah juga berpikir untuk mengakhiri saja hidup ini. Namun, pikiran itu selalu lenyap karena saya sadar bahwa kematian bukanlah jalan keluar dari sebuah masalah. Justru dapat menambah masalah. Berapa banyak orang yang dikecewakan, berapa banyak orang yang merasa sedih jika saya memutuskan untuk bunuh diri.

Hidup tidak mungkin tanpa masalah. Masalah akan tetap ada selama kita masih hidup di dunia ini. Namun, kematian bukan jalan keluar dari masalah-masalah yang ada.

Baca juga: Menjalani Hidup tanpa Refleksi Diri? Kamu Kehilangan 5 Hal Berharga Ini!

Sebuah kalimat mengatakan: Tuhan tidak akan memberikan masalah yang melebihi kemampuan seseorang. Oleh karena itu, saya yakin tidak ada permasalahan yang terlalu berat yang tidak dapat diatasi. Dan saya yakin semua permasalahan sudah pasti memiliki jalan keluar masing-masing.

God will not give you more than you can handle. If you face a big challenge, you have a big destiny.


Mensyukuri bahkan hal terkecil dalam hidup

Ketika masalah sedang datang menerpa, seberat apa pun itu tetaplah bersyukur. Bersyukurlah karena kita masih diberi kesempatan untuk hidup hari ini, saat ini. Jangan pernah berpikir bahwa gelasmu separuh kosong atau malah kosong sama sekali, tapi bersyukurlah karena paling tidak engkau masih memiliki gelas.


Jangan ragu meminta pertolongan

photo credit: pixabay

Dengan pengalaman saya, saya belajar bahwa sebaiknya janganlah berlarut-larut menyimpan masalah seorang diri. Pergi dan meminta pertolongan pada orang yang kita percayai adalah keputusan yang baik. Paling tidak kita bisa menceritakan beban berat yang seolah-olah menyesakkan dada. Dengan demikian paling tidak kita tahu bahwa kita tidak seorang diri menghadapi masalah ini. Ada orang lain yang mau mendengarkan kita. Ada orang lain yang peduli.


Menemukan tujuan hidup

Jika kita terus-menerus fokus hanya kepada masalah, maka masalah itu akan terasa makin berat. Oleh karena itu, jika kita mengubah fokus lain seperti menemukan apa tujuan hidup kita, maka perlahan-lahan permasalahan tidak lagi menjadi momok yang menakutkan dalam hidup.

Dengan menemukan kembali tujuan hidup, sudah pasti kita terhindar dari pikiran untuk mengakhiri hidup. Dan pada akhirnya kita akan menyadari bahwa hidup ini sungguh berharga.


Jangan menyepelekan orang yang berkata hendak bunuh diri

photo credit: pexels

Sungguh, jangan pernah menyepelekan hal ini. Saya sendiri terkejut dengan hasil yang saya dapatkan ketika saya memasukkan kata kunci 'suicide' atau 'bunuh diri' di search engine saya. Karena rupanya ada begitu banyak website yang justru mengajak atau bahkan memberikan tips-tips untuk bunuh diri. Dan kebanyakan mereka yang berniat untuk bunuh diri akan melakukannya dengan sungguh-sungguh.

Oleh karena itu, sebelum terlambat, tariklah mereka untuk keluar dari pikiran bunuh dirinya dan berikan pertolongan secepatnya. Jika terlambat, saya yakin dengan mudahnya ia akan terpengaruh dengan ajakan-ajakan untuk mengakhiri hidupnya.

Baca juga: Ketika Bunuh Diri Hanya Satu-Satunya Opsi, Inilah Perjuanganku Bertahan Hidup

Sebagai penutup saya ingin menyampaikan rasa turut berduka cita saya kepada seluruh fans Shinee, terutama fans dari Jong Hyun. Dan bagi siapa pun yang membaca tulisan saya ini, jika Anda mengenal seseorang yang mengatakan hendak melakukan bunuh diri atau memiliki kecenderungan ke arah ini, jangan biarkan mereka seorang diri. Berikan pertolongan sebelum terlambat.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Rest in Peace Jonghyun Shinee: Pelajaran-Pelajaran Berharga dari Kepergiannya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Beatrice Fella | @Beatricefella

A wife and a mother of two beautiful daughters. -I'll feed you love and I hope that's enough to inspire you through suffering, holding you up-

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar