Relasi Harmonis Mertua dengan Menantu: Mustahil? Inilah Rahasia yang Terkuak dari Mertua yang Berhasil Menjadikan Menantu-menantunya bak Malaikat

Marriage

[Image: huffingtonpost.com]

5.3K
"Beri, maka kamu akan diberi." Semakin seseorang memberi hal-hal yang positif, maka hal-hal positif pula yang akan diperolehnya.

Hubungan mertua perempuan dengan menantu perempuan yang bermasalah, itu sudah lumrah menjadi rahasia umum. Anak lupa pada orangtua karena pengaruh menantu, itu juga sudah biasa. Namun ada kisah nyata yang menyejukkan, seorang ibu yang sukses menjadikan bukan hanya anak - melainkan juga menantu-menantunya, bak malaikat. Apa rahasianya?

Om Rahardjo dan Tante Tirsa yang berusia delapan puluhan, tidak sekadar menghadiri kebaktian di gereja. Pasangan dokter ini mencatat dengan tekun. Kemudian, di rumah Tante akan menyalin, melengkapi catatan tersebut lalu meng-copy beberapa eksemplar, dan mengirimkan pada teman-teman serta kerabat mereka hingga ke luar kota.

Tante Tirsa, idola dan teladan bagi saya.

"Yenny, Tante suka sekali dengan tulisan di warta kemarin, terutama poin ...", ujar Tante mengomentari tulisan saya. Tante tidak sekedar memuji, Beliau hafal bagian mana yang menurutnya bagus. Hati saya berbunga-bunga. Tante memiliki 3 orang anak yang luar biasa. Putra sulungnya: dokter spesialis terkenal; putra keduanya: pendeta saya di Surabaya - yang kerap kali melayani hingga ke mancanegara; putra ketiganya: pengusaha yang berhasil. Dan Tante memuji saya! Wow ... Perasaan senang, bangga, nyaman, diterima, dihargai yang saya terima dari Tante, membuat saya tetap mengingatnya meski setahun terakhir saya lebih banyak tinggal di Jakarta. Kesan yang diberikan Tante sungguh tak terlupakan. Tidak hanya terhadap saya Tante bersikap demikian, juga pada teman-teman lain. Tante tahu persis bagaimana menghargai, memotivasi, dan membuat setiap orang merasa spesial. Tante menjadi idola generasi muda.



Beri, Maka Kamu akan Diberi

Ketika Om pulang ke rumah Bapa, sehari setelah Om dikebumikan, Tante menjenguk temannya, seorang dokter spesialis yang hidup sendiri dan kesepian.

"Tidak seharusnya ke sini, kamu kan sedang kesusahan. Kamu yang perlu dihibur, tapi kenapa justru datang ke sini untuk menghibur aku?" ujar sang teman.

Menghibur, memberikan semangat hidup, dan mendengarkan dengan kasih. Itulah yang dilakukan Tante dengan setia. Beberapa kali Tante mengajak sang teman itu pergi makan bersama. Selang beberapa bulan kemudian, temannya meninggal. Tante Tirsa bersyukur masih memiliki kesempatan untuk memberi support secara moril sebelum temannya meninggal dunia.

Pada kesempatan lain, Tante terbeban ingin membantu seorang ibu single yang membutuhkan biaya. Dikursuskannya ibu itu saat ada pelatihan menjahit gratis di gereja. Setelah itu, diberinya ibu itu modal dan bahan-bahan untuk membuat daster. Tante yang memotong kainnya sesuai pola, ibu itu yang menjahit. Hasil jahitannya, Tante pula yang membantu menjualkan. Beliau bahagia bisa membantu orang lain.

Tante senantiasa sibuk melayani, memerhatikan, dan mengasihi orang-orang di sekelilingnya. Pelayanan rutin lainnya, seminggu tiga kali, Tante mengunjungi teman dokter lain, yang telah berusia 90 tahun. Teman ini memiliki beberapa anak yang tinggal di luar negeri dan luar kota. Di Surabaya, Beliau hidup sendiri dengan pembantunya. Kehadiran Tante sungguh merupakan tindakan kasih nyata yang membahagiakannya. Kebutuhannya akan teman, kasih dan perhatian, terpuaskan.

Tante Tirsa jauh lebih sibuk sekarang dibandingkan saat Om masih hidup. Ke mana pun Beliau pergi, senantiasa menyebarkan kasih dan sukacita. Akibatnya, Beliau tidak pernah kekurangan perhatian, baik dari keluarga maupun orang-orang di sekitarnya. Semua sayang, memerhatikan, bahkan merindukannya. Berada di dekatnya membuat kita merasa berharga dan penuh semangat.

Prinsip kehidupan adalah "Beri, maka kamu akan diberi." Semakin seseorang memberi hal-hal yang positif, maka hal-hal positif pula yang akan diperolehnya.
[Image: ributrukun.com]



Tanpa Mengumbar Kata, Melalui Tindakan Nyata

Tante Tirsa tidak pernah punya waktu untuk mengasihani diri sendiri. Apalagi menuntut perhatian anak dan keluarganya. Beliau selalu sibuk memberi diri bagi orang lain dan senantiasa bersyukur memiliki tiga menantu yang sangat baik dan penuh perhatian. Apakah Tante Tirsa beruntung memiliki tiga menantu bak 'malaikat' atau karena sikap serta karakter Tante Tirsa sehingga membentuk para menantunya bak 'malaikat'? Saya percaya pada pilihan yang kedua.

Saya yakin setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, demikian pula dengan para menantu Tante Tirsa.

Namun, Tante memilih untuk berfokus pada hal-hal positif para menantu serta mensyukurinya. Ini kunci membuat hubungan mereka menjadi harmonis dan penuh kasih.

Tante Tirsa sangat bangga pada para menantunya! Beliau tak henti-hentinya memuji mereka setiap kali ada kesempatan.

Ada seorang ibu janda lainnya di gereja yang berusia diatas 75 tahun. Anaknya ada beberapa orang dan merupakan para pengusaha yang sukses. Suatu ketika Beliau menghadiri seminar dengan menumpang taksi. Ketika saya bertanya, Beliau menjelaskan, "Sopir sedang dipakai cucu. Tante tidak ingin merepotkan, dan Tante bisa kok naik taksi sendiri." Sungguh sikap yang bijak dan mandiri. Orangtua yang penuh toleransi, memahami orang lain dan tidak egois. Beliau tidak menuntut dan tidak minta diistimewakan, meski telah memberikan banyak modal untuk anak-anaknya. Dengan karakter seperti ini, tentu saja anak, menantu dan cucu akan suka hidup bersamanya.

[Image: ributrukun.com]

Bersyukur sekali saya memiliki contoh keteladanan nyata dari wanita-wanita 'agung' dalam komunitas gereja. Mereka telah mengajar generasi muda tanpa mengumbar kata, namun melalui tindakan nyata, kasih Allah terpancar melalui hidupnya. Mereka sukses membangun relasi yang harmonis dengan menantu, anak, cucu, serta menjadi berkat bagi sesama.

Bagaimana dengan kita?



Baca Juga:

Tinggal Serumah dengan Mom[ster] in Law? Inilah 8 Rahasia Saya untuk Bertahan dan Lulus sebagai Menantu Perempuan Kesayangan Mama Mertua

6 Perisai Pertahanan ketika Tinggal di Pondok Mertua Indah

Dua Mama



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Relasi Harmonis Mertua dengan Menantu: Mustahil? Inilah Rahasia yang Terkuak dari Mertua yang Berhasil Menjadikan Menantu-menantunya bak Malaikat". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Yenny Indra | @yennyindra

YennyIndra memiliki passion untuk menginspirasi pembacanya agar mengalami peningkatan kualitas hidup, dengan cara memahami prinsip kehidupan yang benar. Menata cara berpikir adalah concern-nya. Ibu 4 anak ini aktif menjalankan family business. Keluarga

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar