Rahasia Hubungan Cinta yang Harmonis: Lakukan 10 Hal Sederhana, Dengan atau Tanpa Kata-Kata ini, Setiap Hari

Marriage

[Image: freewallpaperfullhd.com]

9.3K
Baik dengan maupun tanpa kata-kata, kita dapat melakukan sesuatu yang dapat membuat hubungan kian harmonis.

***

“Saya kok tidak pernah melihat Pak Xavier bertengkar dengan Ibu Susan,” ujar seorang ibu kepada saya.

Dengan tertawa saya menjawab, “Memang kalau bertengkar dipamerin?”

***

Saya membuat disclaimer di sini, bahwa hingga saat ini juga saya masih bertengkar dengan istri, tetapi kami tidak berkelahi. Selain itu, frekuensi pertengkaran saya dengan istri semakin lama memang semakin jarang. Kalau semakin banyak, bisa-bisa kami bubar jalan!

Daripada memikirkan apa saja yang membuat kita bertengkar, karena tentu banyak sekali, lebih baik "menggali" tambang emas kebijaksanaan dari pengalaman empiris. Setuju?

Tahukah Anda, bahwa baik dengan kata-kata maupun tidak, kita dapat melakukan sesuatu yang dapat membuat hubungan kian harmonis. Inilah cara saya membuat hubungan cinta semakin membara.


Dengan Kata-Kata

[Image: photoree.com]

Ada lima kata atau frasa ajaib untuk membuat hubungan yang miris menjadi harmonis, yang dingin membekukan menjadi hangat menggairahkan, yang kering kerontang menjadi segar dan ‘cetar’. Berikut kata-kata ajaibnya:


1. I Love You

Klise? Tidak! Klasik? Ya!

Setiap jalan-jalan ke luar kota atau luar negeri, ada satu wilayah yang selalu saya sukai, old town. Kota tua selalu membangkitkan perasaan tersendiri di hati ini. Keindahan arsitekturnya sungguh membuat hati terasa damai.

Sama halnya dengan ungkapan, Aku cinta padamu!” Di dalam bahasa apa pun, kalimat singkat ini begitu berkhasiat.


2. I Miss You

Gombal? Tidak! Kental? Ya!

Kerinduan yang begitu kental bisa diencerkan dengan kalimat, “Aku rindu engkau!”

Ketika berada di luar kota atau luar negeri sendirian, di saat rindu membuncah, saya tak pernah lupa mengungkapkan kerinduan, walau menggunakan pesan singkat.


3. Sorry

Jujur saja, sebagai pria, saya perlu belajar untuk akhirnya bisa berkata, “Maaf". Walau tidak semua, pria cenderung gengsi untuk mengakui kesalahan, apalagi berkata, “Maaf.” Setelah saya praktikkan, semakin lama semakin mudah bagi saya untuk meminta maaf. Hasilnya? Luar biasa! Percik api perselisihan tidak membesar menjadi bara pertengkaran.


4. Tolong dan Terima Kasih

Pasangan kita bukan pembantu atau pun bawahan kita. Oleh sebab itu, jika membutuhkan sesuatu, jangan pernah lupa mengucapkan kata ‘'tolong’ dan akhiri dengan 'terima kasih’. Jika kita mengatakannya dengan tulus, pasangan kita pun akan melakukan yang kita minta tanpa membalasnya dengan kata-kata yang ketus.


5. Ganti Kata ‘Aku’ atau 'Kamu’ dengan ‘Kita’

Setelah menikah, tiada lagi ‘aku’ atau ‘kamu’, melainkan ‘kita’. Kata 'kita' mampu membuat orang lain merasa terlibat secara emosional. Misalnya pernyataan, “Aku ingin berlibur ke Bali” atau “Kamu terlalu sibuk dengan dirimu sendiri” lebih baik ganti dengan, “Sepertinya kita butuh refreshing nih. Ke Bali aja, yuk!”


Tanpa Kata-Kata

[Image: heirloommagazine.com]

Selain 5 frasa luar biasa tadi, ada pula tindakan yang dapat memenangkan hati pasangan. Apa sajakah itu?


1. Tepukan

Sebuah tepukan dapat meredakan emosi yang sedang meninggi. Ketika pasangan sedang marah, cobalah untuk menepuknya lembut di paha, seakan-akan berkata, “Sudah, Yang, cukup.”

Saya menyaksikan the magic of touch ketika berada di bandara. Waktu itu pesawat saya delay sampai keesokan harinya. Di depan saya, duduk seorang bapak, istri, dan dua putrinya yang masih kecil. Begitu mendengar pesawat kami ditunda sampai esok hari, pria Perancis ini terlihat menahan amarah hingga wajahnya merah padam. Saat itu, sang istri yang duduk di sebelahnya, tiba-tiba berdiri dan berjalan memutari kursi bandara. Dia berdiri di belakang suaminya dan membuat saya terkejut karena, dia mengelus kepala suaminya yang telah botak, dari depan ke belakang. Persis seperti bapak-bapak yang mengelus-elus ayam jagonya. Ajaib! Merah di wajah suaminya yang tadinya seperti kepiting direbus air mendidih tiba-tiba memudar. Tidak lama kemudian, sebuah senyuman tersungging di bibir pria itu. Suami-istri itu pun kembali bercengkrama dengan anak-anak mereka.

Sementara itu, tepukan halus di punggung bisa membuat pasangan kita bersemangat untuk maju mengatasi hambatan. Saat pasangan kita ragu-ragu untuk melakukan sesuatu yang besar, tepukan di punggung bisa berarti, “Ayo, kamu bisa kok!”


2. Genggaman

Saat pasangan sedang cemas, sebuah genggaman - erat tapi lembut - dapat menyamankan sekaligus membuatnya merasa aman. Genggaman dapat bermakna, “Tenang, Sayang. Semua akan baik-baik saja.”

Genggaman yang penuh kasih juga menunjukkan bahwa kita akan selalu ada di sampingnya dan tak akan membiarkannya menghadapi berbagai masalahnya sendirian.


3. Tatapan Sayang

Sebuah lakon dari buku yang pernah saya baca mengisahkan tentang seorang istri yang diperhadapkan pada raja karena melakukan kesalahan. Suaminya - yang berada di sampingnya, terus-menerus menatapnya dengan penuh kasih. Karena melihat sang suami yang begitu mencintai istrinya, raja akhirnya membebaskan wanita itu.

Dalam perjalanan pulang, sang suami bertanya, “Sayang, engkau lihat tidak, begitu penuh kasihnya raja yang membebaskanmu?”

Memeluk suaminya, dengan mata berlinangan penuh bahagia, sang istri menjawab, “Saya tidak punya waktu untuk menatap mata paduka. Karena saya merasa aman dan lega, menyaksikan tatapan matamu yang penuh cinta.”


4. Senyuman

Sebuah kapal dilandai badai. Semua penumpang panik, kecuali seorang nenek tua. Ketika ditanya mengapa dia begitu tenang, nenek itu menjawab, “Tadi saya sudah ke ruang juru mudi. Saya melihat Kapten kapal tersenyum. Semua akan baik-baik saja!”

Senyuman adalah lengkungan yang meluruskan.

Ketika pasangan kita melakukan kesalahan dan meminta maaf, senyuman dapat bermakna, “Tidak apa-apa, Sayang.”


5. Pelukan

Suatu kali, orang yang paling saya sayangi pulang dalam kondisi menangis. Tanpa berkata apa pun dia memeluk saya. Saya pun, tanpa banyak bertanya segera membalas pelukannya. Setelahnya dia berkata, “Saya sudah merasa lega saat engkau memelukku.”

Pada sebuah pelukan, dua tubuh yang berbeda disatukan oleh kasih. Kita bukan hanya mendengar tangisan, tetapi juga merasakan detak jantung.

Bukankah dia adalah jantung hati kita? Mengapa tidak mulai memeluknya dengan hangat?


[Image: surreylaneweddingphotography.co.uk]
Terkadang, tidak berkata apa pun atau tidak melakukan apa pun justru berbicara banyak dan berdampak besar.

Saya ingat Ayub, seorang saleh pada zaman dahulu. Ketika usahanya mengalami kebangkrutan, ketujuh anak laki-laki dan ketiga anak perempuannya meninggal dunia. Dia pun diserang sakit kulit di sekujur tubuhnya. Tiga orang temannya datang. Mereka tidak melakukan apa-apa. Mereka hanya duduk dan mendampingnya di dalam duka. Itu sudah lebih dari cukup.



Baca Juga:

Jangan Lakukan 10 Kesalahan Fatal ini jika Tak Ingin Hubungan Cintamu dengan Pasangan Berakhir Tragis!

3 Jenis Keintiman yang Harus Dimiliki Pasangan untuk Menyelamatkan Hubungan dari Godaan Perselingkuhan

Dua Hal Sederhana yang Menciptakan Pernikahan Bahagia, Namun Terlupakan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Rahasia Hubungan Cinta yang Harmonis: Lakukan 10 Hal Sederhana, Dengan atau Tanpa Kata-Kata ini, Setiap Hari". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar