Rahasia di Balik Penolakan Cinta oleh Wanita: 6 Alasan yang Tak Akan Mereka Katakan kepada Para Pria

Singleness & Dating

[Image: felicinamore.it]

3.9K
Cinta tak butuh alasan. Demikian pula tak cinta. Itu saja.

Jadi, sudah berapa kali kamu ditolak?

Sssstttt, jawabnya gak usah keras-keras. Ucapkan dalam hati saja, pelan-pelan.

Coba sini bisikin saya, apa yang jadi alasan si gebetan saat menolak pernyataan cintamu waktu itu? Hah, APA? "Kamu terlalu baik untukku," katanya?! Ckckck, sungguh terlalu!

Katanya kamu baik, tapi kok dia malah menolakmu? Kalaulah hatimu yang hancur lebur remuk redam itu bisa bicara, mungkin ia akan bilang ini sembari tersedu-sedu, "Aku kudu piye?"

Baca Juga: Mencintai Dia yang Tak Mencintaimu Bukanlah Hal yang Memalukan. 4 Hal ini akan Menegaskan, Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Bukanlah Akhir Dunia


Wanita adalah makhluk yang membingungkan, kamu pasti berpikir demikian. Mungkin pernyataanmu itu ada benarnya. Namun, dalam hal penolakan cinta, sesungguhnya kami tidaklah serumit yang kamu bayangkan.

Cinta tak butuh alasan, demikian pula tak cinta. Itu saja.

Jika seorang wanita menolak pernyataan cintamu, itu hanya berarti satu: ia tidak mencintaimu. Namun, jarang sekali memang ada wanita yang akan secara tegas terang-terangan mengatakan kalimat itu kepada pria yang akan ditolaknya. Umumnya, mereka akan mengemukakan alasan penolakan. Alasan-alasan penolakan itu bisa bermacam-macam, dari yang masuk akal hingga tak masuk akal, dari yang jujur hingga menyesatkan. Sebenarnya maksud mereka baik, tidak ingin membuatmu terlalu sedih atau merasa sakit hati. Meskipun ada juga sih wanita yang mengarang alasan hanya agar tidak kehilangan 'penggemar'.

Nah, berikut 6 alasan utama yang biasanya akan dikemukakan wanita ketika mereka menolak pernyataan cintamu:



1. Sosok Pasangan Idaman Bukan Ditemukan Padamu

Kriteria pasangan idaman tentu berbeda untuk tiap individu. Ada yang merasa cukup memiliki pasangan bergelar sarjana, ada juga yang merasa bahwa titel profesor itu wajib hukumnya. Penampilan fisik, sisi finansial biasanya juga menjadi pertimbangan yang mendasari sebuah pilihan. Kecerdasan dan kedewasaan, walau sulit diukur, adalah juga faktor penting bagi wanita sebelum memutuskan berkomitmen untuk menjalani hubungan dengan seorang pria.

Beberapa kali saya menemukan karakter-karakter calon kekasih yang baik dan patut dikagumi. Namun, saat mereka mulai menunjukan beberapa tingkah laku yang tak sanggup saya toleransi, say good bye biasanya menjadi pilihan. Tentu, no one is perfect, saya sadar betul akan hal itu.

Tapi, menurut saya, tak ada perasaan yang lebih menentramkan selain diterima dan dicintai sebagaimana kita ada - dengan segala ketidaksempurnaan kita.

Nah, kalau saya tak bisa menerima dan mencintai calon pacar sebagaimana mereka ada, buat apa?

Baca Juga: Terlalu Banyak Nonton Drama Korea dan Hal-Hal Berbahaya Lain yang Dapat Membunuh Relasi



2. Berbeda Kepercayaan

[Image: majalahouch.com]

Benar, perbedaan itu indah. Keragaman itu memperkaya dan saling melengkapi. Namun, untuk urusan rumah tangga, soal kepercayaan [agama, maksudnya] sebaiknya sama. Mungkin terkesan terlalu serius ya? Baru juga 'ditembak', belum juga pacaran, udah mikirin pernikahan aja. Ya karena memang seharusnya begitu.

Pacaran kan tujuannya untuk menikah, membentuk rumah tangga; bukan sekadar bermain-main dengan perasaan atau menghabiskan waktu bersenang-senang.

Pacaran beda agama adalah sebuah kondisi yang amat pelik. Jika kamu sedang menjalani atau berpikir untuk menjalaninya, kamu bisa membaca artikel ini: Ketika Cinta Terhadang Perbedaan Suku dan Agama, Lanjut atau Berhenti?

Selain agama, ada satu lagi perbedaan kepercayaan yang bisa dipastikan akan menjadi penghalang hubungan cintamu: Kamu percaya dia adalah jodohmu, sedangkan dianya? Enggak percaya! #yaksip



3. Sudah Punya Tambatan Hati

Terlepas dari apakah ia sudah punya pacar itu benar adanya atau sekadar 'wacana', inilah salah satu jawaban yang paling sering digunakan.

Jika begini, keputusan sepenuhnya ada di tanganmu: apakah mau terus mengejar cintanya atau mundur saja. Memang sih, selama janur kuning belum melengkung, segala sesuatu masih mungkin terjadi. Tapi, kalau kata artikel ini, mengejar cinta orang yang sudah memberikan hatinya untuk orang lain adalah perbuatan orang yang pikiran dan pergaulannya sempit. Kamu bukan orang yang seperti itu, kan?

Baca Juga: Hati-Hati, 7 Slogan Cinta Populer ini Ternyata Keliru dan Malah Menjauhkanmu dari Cinta Sejati



4. Belum Siap Terikat

[Image: topyaps.com]

Rasa takut adalah salah satu dari sekian banyak naluri dasar yang bernaung dalam jiwa manusia. Banyak orang takut dengan kesendirian, sebaliknya, tak sedikit juga yang malah takut dengan keterikatan. Takut membuat komitmen.

Ikatan apa pun, entah pacaran, tunangan, apalagi menikah adalah suatu hal yang mengerikan buat mereka. Jangan salah duga, orang-orang yang takut berkomitmen itu sesungguhnya adalah orang-orang yang menikmati relasi. Yang sulit [jika tak dapat dikatakan tidak bisa] mereka lakukan adalah memikirkan masa depan relasi tersebut, it freaks them out.

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab fobia terhadap komitmen: trauma masa lalu, kekhawatiran bahwa hubungan yang saat ini terasa sempurna akan rusak dan ujung-ujungnya harus berakhir. Bisa juga mereka punya terlalu banyak impian dan harapan akan masa depan. Atau, sesederhana tak ingin berkurangnya ruang pribadi. Hmm ... Agak egois ya sebenarnya?



5. Status Tidak Penting: TTM Kadang Lebih Nyaman

Status tidak penting? Tanyakanlah pada mereka yang sudah terlanjur terjebak di zona-zona berbahaya ini: friendzone, ojekzone, curhatzone, bayarinzone, atau kakak-adikzone, niscaya kamu akan mendapatkan jawaban berbeda.

Wanita itu makhluk yang cerdas. Radar kami bisa menangkap dengan jelas modus-modus PDKT dari pria-pria 'ngarep' yang rela melakukan apa pun juga untuk sekadar dekat dengan kami. Wanita bisa saja menikmati limpahan perhatian darimu, perlakuan-perlakuan istimewa yang kamu berikan kepadanya, tapi soal perasaan? Tak ada yang bisa memaksa, bukan?

Jadi, gak perlu GR jika Si Dia mau diantar jemput olehmu, bisa jadi kamu sudah masuk dalam perangkap ojekzone. Gak usah baper kalau dia bisa curhat berjam-jam padamu setiap hari, belum tentu dia menganggapmu soulmate-nya.

Kadang, wanita hanya tak ingin kehilangan pemuja, as simple as that.

Baca Juga: Hubungan Tanpa Status: 7 Langkah agar Status Hubungan Tak Terus Menggantung



6. Bad Boy Lebih Menarik

[Image: uplifers.com]
Kamu terlalu baik = Kamu ngebosenin!

Walaupun semua wanita mendambakan kualitas-kualitas yang ada di diri pria baik-baik [dewasa, peka, caring, romantis, setia, bertanggung jawab, serta seribu satu karakter calon menantu idaman mamah lainnya], mereka justru lebih sering menjatuhkan diri ke perangkap cinta para bad boys.

Para bad boys seakan memiliki 'greget' tertentu sehingga mampu membuat para wanita klepek-klepek di hadapan mereka. Jika ada satu keahlian yang dikuasai dengan amat baik oleh para bad boys, maka itu adalah keahlian memanipulasi.

Baca Juga: 3 Modus Andalan Para Lelaki Buaya Darat untuk Memangsa Korban

Pertama, mereka begitu penuh percaya diri. Mereka terlihat tidak pernah membutuhkan wanita. Ini adalah tantangan besar untuk wanita: menaklukkan pria yang seolah-olah tak membutuhkan wanita. Kedua, mereka dapat memenuhi kebutuhan wanita untuk lagi-lagi, seolah-seolah memperbaiki 'cacat' yang melekat pada diri mereka, menjadi juruselamat mereka. Dan semua keseolah-olahan itu, betapa pun rapuh dan menyakitkannya, adalah candu - yang amat sangat adiktif bagi banyak wanita.

Lalu, jika demikian, apakah kamu harus menjadi bad boy? Oh, tak perlu, kawan. Jadilah saja versi terbaik dari dirimu sendiri! Bukankah sudah saya tuliskan, bahwa pada akhirnya semua wanita akan memilih pria baik-baik - yang mereka sebut 'membosankan' itu?

Baca Juga: Pria, Pahami dan Lakukan 5 Hal ini untuk Menaklukkan Sang Pujaan Hati



Baca Juga:

9 Tipe Mantan Pacar: Salah Satunya Pasti Pernah Hadir Mewarnai Perjalanan Cintamu

Jangan Lakukan 10 Kesalahan Fatal ini Jika Tak ingin Hubungan Cintamu dengan Pasangan Berakhir Tragis!

Bagi Pacar, Anda Separuh Jiwanya atau Separuh Pembantu Gratisnya? Cek Status Anda dengan 7 Indikator ini!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Rahasia di Balik Penolakan Cinta oleh Wanita: 6 Alasan yang Tak Akan Mereka Katakan kepada Para Pria". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


VikaKurniawati (VKurnia) | @vika

Owner ciomay280 | Content Writer| www.vikakurniawati.com. IG + Twitter : @VikaKurniawati

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar