Ragu Menjelang Nikah: Stres Belaka ataukah Pertanda? Mantapkan Hati, Periksa Hal-Hal Penting Ini

Love & Friendship

[Image: courtneytate.com]

14.8K
Seorang sahabat mengabarkan, dia berniat membatalkan pernikahan, padahal tinggal satu hari. Apa yang terjadi?

Jogja. Senja.

Udara yang sejuk tiba-tiba menyengat hangat saat telepon saya angkat. Seorang sahabat dari Jakarta mengabarkan bahwa dia berniat membatalkan pernikahannya, padahal tinggal satu hari. Apa yang terjadi? Mengapa bisa begitu? Tindakan apa yang perlu Anda ambil jika tiba-tiba saja Anda mengalami hal yang hampir sama? Ragu-ragu sebelum menikah, bahkan saat tinggal satu hari.



Ragu sebelum Berpadu

[Image: racked.com]

Ragu sehari sebelum menikah pasti ada masalah. Namun apa?

Ketika saya tanya sahabat saya itu lebih lanjut, tenyata mereka bertengkar hebat hari itu. Pas sehari sebelum menikah. Banyak perbedaan yang belum bisa mereka tuntaskan saat itu. Saya minta sahabat saya itu untuk konseling dengan seorang rohaniwan senior di ibu kota Indonesia itu. Hasilnya? Pernikahan tetap berjalan, dengan catatan: mereka belajar untuk saling memaafkan.

Apa saja yang membuat pernikahan batal tiba-tiba? Ada beberapa penyebab:



1. Sama-Sama Belum Dewasa

[Image: Orchid House Wedding]

Dua orang yang kekanak-kanakan menikah hanya akan menghasilkan pasangan suami-istri bocah. Mereka memang bisa menikah, tetapi perkawinan mereka tidak berfungsi.

Bisa saja pesta pernikahan mereka mewah dan meriah, tapi habis itu suasana rumah terasa gerah. Pernikahan bukan seperti pesta Halloween yang hanya berlangsung semalam. Hal ini berlaku juga jika terjadi MBA - Married by Accident - alias hamil sebelum menikah.

Seorang sahabat saya dari Surabaya memiliki seorang anak gadis yang hamil sebelum menikah. Sahabat saya beserta pasangannya sepakat untuk tidak menikahkan anak mereka. “Apa jadinya jika dua orang yang belum siap menikah tiba-tiba kami nikahkan? Bukankah kami justru menghancurkan pernikahan mereka?” Demikian penjelasan mereka.

Baca Juga: Hamil di Luar Nikah? Bukan Hanya Aborsi atau Terpaksa Menikah Solusinya. Renungkan 7 Hal Ini!



2. Sama-Sama Egois

“Pacar saya orangnya terlalu mementingkan diri sendiri,” ujar seorang gadis usia 30-an. “Perhitungannya luar biasa. Saya jadi ragu-ragu untuk meneruskan hubungan dengannya. Apa enaknya sih punya suami egois plus pelit?” Dia merasa bahwa jika masih pacaran saja sudah main perhitungan seperti itu, apalagi nanti kalau sudah menikah. Feeling-nya benar. Ketika mereka putus, pacarnya meminta balik barang-barang yang sudah pernah dia berikan.

Baca Juga: Bagi Pacar, Anda Separuh Jiwanya atau Separuh Pembantu Gratisnya? Cek Status Anda dengan 7 Indikator Ini



3. Salah Satu atau Keduanya Ketahuan Belangnya

Pesta pernikahan kurang seminggu. Undangan sudah tersebar, tetapi tiba-tiba batal. Apa penyebabnya? Sang calon pengantin wanita bercerita bahwa pacarnya ketangkap basah sedang main perempuan. “Dulu saya tidak percaya saat diberitahu teman-teman cewek saya,” ujarnya dengan mata sembab, “ternyata Tuhan izinkan saya melihat dengan mata kepala sendiri!” Ketika dia bertanya kepada ayahnya, apakah papanya marah jika dia membatalkan pernikahan, sang ayah berkata bijak, “Papa lebih malu lagi jika nanti kalian sudah menikah dan suamimu masih suka main perempuan!” Kasus yang lebih parah lagi, ada yang salah satu dari pasangan itu sudah menikah.

Baca Juga: Wanita, Inilah 7 Tanda Cowok Playboy. Waspadalah sebelum Menjadi Korbannya!



4. Masuknya Pihak Luar

[Image: thesun.co.uk]

Pihak luar ini bukan benar-benar di luar keluarga Anda, bahkan, yang sering terjadi, justru dari dalam keluarga Anda sendiri. Di dalam konseling pranikah, salah satu pertanyaan yang saya tanyakan adalah ini: “Ada tidak anggota keluarga kalian yang kurang/tidak menyetujui hubungan kalian?” Dia atau mereka bisa menjadi musuh dalam selimut yang jika tidak segera disingkapkan dan dibersihkan membuat masa depan Anda berkabut.

Pihak luar yang benar-benar luar adalah orang lain yang tidak senang dengan kebahagiaan kalian berdua. Jika hal ini yang terjadi, tutup telinga rapat-rapat terhadap provokasi yang mereka sebar. Jika tidak, pernikahan bisa bubar!

Baca Juga: Cinta Terhalang Restu Orangtua Pacar. Inilah 3 Pelajaran - tentang Cinta dan Mencintai - yang Saya Dapatkan dari Peristiwa Itu



Jika Rasa Ragu Menyerbu, Aku Harus Bagaimana?

Pertanyaan itu seharusnya dijawab dengan pertanyaan, “Apa yang membuat kamu ragu?” Jawaban atas pertanyaan itulah yang menjadi bagian dari solusi.



1. Rasanya Aku Tidak Mencintainya Lagi Seperti Dulu

Pernyataan itu juga bisa dikejar dengan pertanyaan, “Kok bisa?” Bisa jadi pacaran yang terlalu lama membuat orang bosan. Bisa juga karena di tengah jalan ada ganjalan, baik itu tantangan dari orangtua maupun adanya wanita/pria idaman lain. Jika yang terjadi adalah kebosanan, maka kalian perlu ambil waktu untuk introspeksi dengan jujur.

Cinta bukan saja pilihan, tetapi juga komitmen. Tanpa keduanya, situasi dan kondisi bisa mengubah segalanya.

Baca Juga: Tiga Ruang yang Kita Butuhkan untuk Mempertahankan Relasi, sebelum Kebosanan Menghancurkannya



2. Kok Aku Belum Siap, Ya?

Pernyataan seperti ini juga bisa ditindaklanjuti dengan pertanyaan, “Mengapa begitu?”

Bisa jadi karena pacaran yang terlalu singkat. Pengenalan belum cukup tetapi sudah melangkah menuju peraduan. Yang terjadi, ya saling beradu!

Pernikahan yang terlalu dini - terutama dari segi usia - patut dihindari. Bukan hanya bahaya secara biologis, tetapi juga psikis. Secara biologis, gadis yang terlalu muda tidak siap untuk hamil. Ada kemungkinan anak yang dilahirkan maupun ibu yang melahirkan mengalami masalah serius. Secara mental-spiritual lebih bahaya lagi. Ketidaksiapan psikis bisa menimbulkan penyakit-penyakit kejiwaan yang jika tidak ditangani dengan baik membuat pasangan suami-istri sama-sama depresi.

Mundur selangkah untuk maju lebih banyak langkah merupakan cara yang bijak. Coba masing-masing menenangkan diri.
[Image: rebeccadouglas.co.uk]

Bagaimana jika setelah ‘fase tenang’ ini ternyata keputusannya tetap tidak melanjutkan pernikahan?

Saya kira lebih baik menunda atau membatalkan pernikahan ketimbang masuk ke pernikahan dengan penuh keragu-raguan dan spekulasi.



3. Kok Kata Orang Dia Tidak Cocok Denganku, Ya?

Jika ini yang terjadi, coba pakai filter Socrates. Seorang teman mendatangi dan berkata bahwa dia mendengar sesuatu tentang teman Socrates. “Sebentar,” ujar filsuf besar itu. “Sebelum engkau menceritakan berita itu kepadaku, aku ingin tanya tiga hal,” begitu tanggapannya.

“Pertama, apakah berita itu benar?”

“Wah, nggak tahu ya? Saya nggak mendengarnya sendiri,” jawab temannya.

“Kedua, apakah berita itu baik?”

“Sebaliknya, beritanya tidak enak,” kata temannya.

“Oke, yang ketiga, apakah berita itu bermanfaat?”

“Kayaknya sih tidak,” ujar temannya.

“Nah, kalau berita itu tidak benar, tidak baik, dan tidak bermanfaat, untuk apa engkau sampaikan kepadaku?” pungkas Socrates dengan bijak.

Tiga filter ini bisa Anda terapkan jika keragu-raguan Anda untuk menikah disebabkan suara-suara sumbang di luar sana.

Baca Juga: Biarkan Orang Berkata Apa, Kurangi Ribuan Pertempuran Tak Perlu, Jadilah Bahagia! Ini Teknik Cerdasnya



4. Ada Orang Lain yang Mencuri Hatiku

“Saya tidak menduga sama sekali, Pak Xavier,” ujar seorang wanita muda. “Saya kira hubungan kami stabil karena kami sudah sama-sama mengenal. Keluarga pun begitu. Namun, pertemuan yang tidak sengaja dengan mantan saya di SMA dulu membuat saya tidak bisa tidur. Tiba-tiba saja cinta lama bersemi kembali. Dan herannya, hubungan saya dengan calon suami saya seketika runtuh. Hubungan yang dulu saya kira mantap ternyata rapuh,” lanjutnya.

Kuncinya:
Pengenalan yang mendalam sebelum memasuki pernikahan!
[Image: crosswalk.com]

“It is not a lack of love, but a lack of friendship that makes unhappy marriages.” - Friedrich Nietzsche

Baca Juga: Merasa Salah Memilih Pasangan setelah Menikah? Inilah 5 Penyebab Utamanya



Baca Juga:

Yakin Sudah Siap Menikah? Inilah 5 Kenyataan yang Harus Kamu Ketahui sebelum Memasuki Gerbang Pernikahan

Tentang Cinta yang Tak Selalu Indah: Sebuah Kenyataan, yang Tidak Muluk-Muluk, Apa Adanya

Cinta yang Tak Teruji, Tak Layak Dijalani. Inilah 5 Pertanyaan untuk Menguji Ketulusan Cinta




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ragu Menjelang Nikah: Stres Belaka ataukah Pertanda? Mantapkan Hati, Periksa Hal-Hal Penting Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar

mike donald | @LOANFIRM

Hola, ¿Está buscando libertad financiera? ¿Está en deuda, necesita un crédito para iniciar un nuevo negocio? ¿O doblar financieramente, usted necesita un crédito, un coche para comprar o una casa? ¿Alguna vez ha rechazado las finanzas de su banco? ¿Quieres mejorar tu situación financiera? ¿Necesita un préstamo que sus cuentas pagan? No busque más, le damos la bienvenida a una oportunidad para obtener todo tipo de préstamos, a un precio muy asequible 3% de interés para obtener más información, póngase en contacto con nosotros ahora por correo electrónico a: (stevedanielloanfirm@gmail.com)