Pria Berubah Setelah Menikah? Ketahui 5 Hal yang Menjadi Penyebabnya dan 10 Cara untuk Mengembalikan Romantisme Masa Pacaran dalam Pernikahan

Marriage

[Image: understandingrelationship.com]

19.6K
Hubungan suami dan istri yang tidak harmonis tidak selalu karena satu sama lain tidak lagi saling mencintai, bisa jadi hanya karena belum memiliki cara yang tepat untuk saling menyalurkan kasih.

Memori saat pacaran mengalir bagai rekaman film. Menapaki jejak-jejak waktu ketika putaran detik dihabiskan dengan ia, sosok paling istimewa di hati. Namun itu dulu. Kini, mengapa yang tersisa justru banyak hal yang bertolak belakang dengan masa indah saat berpacaran dulu?

“Suami saya jadi orang yang sangat berbeda dengan saat kami pacaran dulu.”

“Dulu dia lebih perhatian, sekarang lebih cuek, lebih galak, tidak pernah betah menunggu lama-lama, tidak lagi sabar mengantar kemana pun. Kini semua aku kerjakan sendiri.”

“Belom lagi masalah hubungan seks, sudah makin dingin, apa aku sudah tidak menarik lagi yah?"

“Saya seperti menikah dengan orang yang tidak pernah saya kenal sebelumnya.”

Dan sederet keluhan lain yang tak ada habisnya terlontar dalam kebanyakan perbincangan ketika para wanita berkumpul.

Benarkah pria menjadi orang yang berbeda setelah menikah bertahun-tahun kemudian? Atau, jangan-jangan semua itu hanya ada di kepala para istri saja? Inilah 5 keadaan yang mungkin menjadi penyebab suami "berubah" setelah menikah:


1. Pria lebih fokus kepada pekerjaan atau karier

[Image: stern.de]

Ketika pria mencintai seorang wanita, tujuan utama yang ingin dicapai adalah membuat wanitanya bahagia. Dan untuk itu, salah satu hal yang dilakukan seorang pria setelah menikah adalah mengalihkan fokusnya dari relasi kepada keberhasilan kariernya. Tentu saja hal ini untuk meningkatkan income dan kesejahteraan keluarga. Panggilan sebagai bread winner memang merupakan tuntutan tanggung jawab natural pria sebagai kepala keluarga. Dalam perjuangannya, tantangan yang dihadapi pria dalam dunia kerja sama sekali tidak mudah sehingga memang segala daya upaya dikonsentrasikan kepada karier. Fokus pada karier menjadi masalah ketika keluarga tanpa sengaja terabaikan. Ketidaksadaran untuk memelihara keintiman dan komunikasi dalam relasi akan menyebabkan istri makin merasa suami lebih mementingkan pekerjaan dan karier dibandingkan dirinya dan keluarga.

Baca Juga: 3 Cara Suami Mengatakan "I Love You" yang Sering Tak Terdengar oleh Istri


2. Wanita membutuhkan emotional support, ini jarang disadari pria

Kebanyakan wanita modern tetap bekerja setelah menikah maupun setelah memiliki anak, baik karena alasan ekonomi keluarga maupun alasan lainnya. Sebagai wanita karier, tak menutup kemungkinan istri dapat mengalami stres, akibat tekanan baik dari pekerjaan, rekan kerja, komunitas, atau bahkan keluarga. Ketika situasi penuh tekanan itu memuncak, wanita sangat membutuhkan dukungan dari orang terdekatnya - sang suami yang ketika berpacaran dulu bergitu penuh perhatian. Sayangnya, pria seringkali gagal memahami kebutuhan ini. Sehingga terjadilah kesalahpahaman yang menimbulkan berbagai masalah lain. Perlu diketahui oleh para pria, meskipun istri terlihat mandiri dan mampu mengatur banyak hal namun sisi kewanitaannya tetap mencari dekapan hangat pria yang memberikan kenyamanan dan perlindungan. Mereka tetap ingin dilindungi dan dimanja.


3. Suami menjadi inferior karena merasa tidak mampu memenuhi kebutuhan istri

[Image: bflawmd.com]
"When a woman is unhappy, a man may feel like a failure and may eventually give up trying to fulfill her." - John Gray

Pria selalu ingin menjadi hero bagi orang yang dikasihinya. Bagi kebanyakan pria, membiarkan istri bekerja untuk ikut menopang keuangan keluarga bukanlah sebuah hal yang mudah untuk diterima. Sayangnya, pria seringkali tidak mengomunikasikan perasaannya. Entah karena keterbatasan ekspresi emosional secara verbal atau harga diri yang ingin dijaga. Tekanan emosional yang dirasakan itu seringkali tersalur dalam bentuk amarah, menghabiskan waktu dengan bekerja sampai larut malam, menyembunyikan diri dalam hobi, main game, menghabiskan waktu di depan komputer, dan kegiatan lainya yang membuat dirinya merasa aman dan nyaman dari perasaan inferiornya. Hal ini justru menimbulkan asumsi negatif pada para istri. Padahal mengalihkan fokus pada aktivitas-aktivitas tertentu seringkali dapat menolong suami mengambil waktu untuk berpikir ulang tentang situasi yang terjadi serta mencairkan kepenatan dan tekanan yang dirasakannya.

Ada kalanya istri perlu memahami dan menerima apapun keadaan suami, sehingga dapat menolong mereka menjadi lebih relaks, tenang, hingga terbuka dalam mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dirasakannya. Di lain pihak, suami pun perlu membuka hati dan diri dengan mendengar apa yang menjadi keluhan istri tanpa lebih dahulu merasa curiga dan marah.

Baca Juga: Fenomena Suami Kesepian: Bukan Sekadar Seks, Inilah 6 Hal yang Dapat Dilakukan Istri untuk Mendampingi Suami


4. Pria memilih menghindar ketika wanita bersikap "berlebihan"

Wanita seringkali menjadi bersikap agak berlebihan tiap kali mengalami kelelahan fisik maupun emosional. Ditambah lagi, ada pengaruh hormonal yang membuat kondisi emosi wanita menjadi tidak stabil. Mereka menjadi mudah sekali marah dan seolah membesar-besarkan hal-hal sepele. Pria yang tidak mengerti kondisi ini akan cenderung menghindar dengan asumsi untuk menunggu gejolak emosi kekasihnya mereda agar tidak terjadi konflik. Sayangnya, tindakan menghindar ini justru membuat wanita makin geram karena merasa tak diperhatikan dan diabaikan. Serba salah memang, namun upayakan mencari waktu yang tepat untuk saling duduk dan bicara untuk mencari solusi penyelesaian masalah secara baik-baik.

Baca Juga: Sering Bertengkar dengan Pasangan? 3 Hal ini akan Menyelamatkan Hubunganmu dari Dampak Pertengkaran yang Merusak


5. Ketidakpahaman akan peran masing-masing

[Image: alternet.org]

Tanpa disadari banyak pria dan wanita dibesarkan tanpa memahami peran yang mereka miliki. Sehingga ketika memasuki suatu babak baru dalam hidup - pernikahan, misalnya, mereka kesulitan memisahkan tanggung jawab masing-masing dengan tepat. Hal ini akan menjadi masalah ketika proses awal pengenalan dan pembelajaran terhambat karena kesibukan masing-masing pihak. Yang muncul pada akhirnya hanyalah sikap saling menyalahkan dan saling menuntut.

Baca Juga: Peran Wanita dalam Relasi dengan Pria: Dijajah, Menjajah, atau Adakah Pilihan Lain?



Jadi, benarkah setelah menikah pria berubah dan tidak lagi mengasihi istrinya?

Anggapan demikian dapat dikatakan adalah sebuah kesalahpahaman. Sebuah kesalahpahaman yang dibiarkan terus menerus sehingga membuat relasi terasa hambar dan tidak menyenangkan lagi. Lalu, apakah bisa mengembalikan kondisi seperti semula? 10 hal di bawah ini bisa Anda lakukan untuk membuat hubungan kembali harmonis:

1. Kedua pihak harus menyadari bahwa ada sesuatu yang salah di dalam hubungan mereka. Kesadaran ini kemudian harus dikomunikasikan untuk dicari solusinya bersama.

2. Setelah pasangan mengakui kesalahan, mulailah menerima, memahami, dan mendukung mimpi-mimpi berdua untuk masa depan yang lebih baik.

3. Belajarlah untuk mengubah kebiasaan buruk yang menimbulkan kesalahpahaman, misalnya memendam perasaan berlarut-larut. Perubahan harus terjadi pada kedua belah pihak.

4. Berubah tentulah bukan hal yang mudah, karenanya carilah cara untuk berubah dengan menyesuaikan keunikan diri masing-masing.

5. Sadarilah bahwa kedua pihak sama-sama berjuang. Sehingga mulailah untuk mengerti, menerima, dan menghargai setiap usaha yang dilakukan oleh pasangan.

6. Rasa saling percaya adalah hal utama dalam hubungan. Hindari keinginan untuk menyalahkan dan menghakimi pasangan.

7. Relasi yang sehat adalah relasi yang tetap memberi ruang dan kesempatan kepada pasangan untuk memiliki waktu pribadi yang hanya dinikmati oleh dirinya.

8. Sadarilah tanggung jawab dan jalankan sepenuh hati setiap peran yang dimiliki. Bicarakan pada pasangan untuk menghindari kesalahpahaman.

9. Dalam suatu hubungan, relasi seksual pria dan wanita memang berbeda. Bagi pria, hubungan seksual hanya sekadar menyalurkan dorongan yang muncul. Berbeda dengan wanita yang mengaitkannya dengan perasaan dikasihi dan dihargai. Cobalah untuk memahami kebutuhan ini satu sama lain.

10. Mulailah perbaikan dari area yang paling nyaman bagi kedua belah pihak.

Hubungan suami dan istri tidak harmonis tidak selalu karena satu sama lain tidak lagi saling mencintai, bisa jadi hanya karena masing-masing belum memiliki cara yang tepat untuk saling menyalurkan kasih.



Baca Juga:

3 Jenis Keintiman yang Harus Dimiliki Pasangan untuk Menyelamatkan Hubungan dari Godaan Perselingkuhan

Dua Hal Sederhana yang Menciptakan Pernikahan Bahagia, Namun Terlupakan

4 Prinsip yang Membuat Relasi Cinta Makin Kokoh




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pria Berubah Setelah Menikah? Ketahui 5 Hal yang Menjadi Penyebabnya dan 10 Cara untuk Mengembalikan Romantisme Masa Pacaran dalam Pernikahan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Henny Lokan | @hennylokan

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar