Pornografi dan Pengaruhnya terhadap Keintiman Hubungan : 3 Mitos Populer ini Ternyata Keliru

Love & Friendship

[Image: gagadget.com]

5.2K
Ada mitos-mitos terkait pornografi yang dipercaya oleh muda-mudi yang hendak menuju pernikahan. Mitos-mitos tersebut dapat menghancurkan pernikahan dan kehidupan mereka yang mempercayainya.

Pada suatu kesempatan, saya berkunjung ke rumah dua teman yang berbeda. Dua teman saya ini sedang mempersiapkan pernikahan dengan pasangan masing-masing. Pada waktu mereka mempersilakan saya memilih sendiri film apa yang saya mau tonton, di dua rumah yang berbeda, di antara dua tumpukan koleksi VCD yang berbeda, saya temukan sebuah hal yang sama: film porno!

Saya sangat kaget. Setahu saya, mereka orang-orang yang cukup intelek dan tak menyukai hal-hal yang 'nyeleneh'. Dari obrolan selanjutnya dengan mereka saya baru tahu, mereka masing-masing menjadikan film porno tersebut sebagai 'sarana belajar' untuk kehidupan pernikahan mereka kelak. Saya kemudian paham, bahwa mereka hanyalah sebagian kecil dari banyak orang muda yang juga berpikir demikian.

Sadar atau tidak, ada mitos-mitos yang beredar terkait pornografi yang, sayangnya, dipercaya oleh muda-mudi yang hendak menuju pernikahan. Mitos-mitos tersebut dapat menghancurkan kehidupan orang yang mempercayainya. Berikut 3 mitos yang dipercaya banyak calon pengantin dan fakta kebenaran yang patut Anda ketahui:



1. Membuat Hubungan Intim Lancar

Belajar dari pornografi sebagai persiapan pernikahan akan membuat hubungan intim lancar sejak malam pertama. Itu mitos! Faktanya:

Pornografi bukan dibuat untuk tujuan edukasi.

Pornografi dibuat untuk merangsang nafsu pemirsanya. Tujuannya adalah untuk membuat penonton ketagihan dan selalu ingin mencari materi pornografi yang baru lagi. Isi tayangan pornografi pun penuh dengan kebohongan. Mulai dari bentuk tubuh yang nampak sangat "sempurna", ukuran organ-organ tubuh yang tidak wajar, hingga perilaku-perilaku seksual tertentu yang berisiko bagi kesehatan.

Pornografi bukan sumber pengetahuan yang tepat untuk kehidupan seksual pernikahan. Yang akan terjadi, jika keliru menjadikan pornografi sebagai rujukan ilmu, adalah kekecewaan - melihat bahwa ternyata tubuh pasangan tidak 'sempurna' seperti yang selama ini disaksikan dalam tayangan porno. Belum lagi munculnya tuntutan-tuntutan, harus ada variasi dalam hubungan intim misalnya, yang dapat menjadi pemicu pertengkaran.

[Image: Huffington Post]
Menelan konsep seksualitas yang melenceng karena pornografi justru akan meniadakan kebahagiaan dan rasa syukur sebagai sepasang suami-istri.

Sebagai manusia normal, masing-masing kita pasti memiliki 'kekurangan' dan 'kelebihan'. Jika tadinya, tanpa pengaruh pornografi, suami-istri dapat saling menerima satu sama lain apa adanya dengan sukacita, tak harus ada variasi dalam hubungan seksual, tak terpikir operasi plastik, setelah pikiran terdistorsi pornografi, tuntutan-tuntutan semacam itu justru hadir.

Baca Juga: Inilah 3 Jenis Keintiman yang Harus Dimiliki Pasangan



2. Usia 17 Tahun ke Atas Tidak Terpengaruh

Usia 17 tahun ke atas tidak akan terpengaruh dampak negatif pornografi. Itu mitos! Faktanya:

Pornografi bisa memengaruhi semua orang, siapa pun, tanpa pandang usia.

Seandainya tidak, tentu pemerintah tak akan perlu repot-repot mengeluarkan undang-undang pornografi dan pornoaksi.

Realitanya, banyak calon pengantin yang sudah matang secara umur, setelah menonton film porno - dengan dalih untuk 'persiapan' di hari pernikahan - akhirnya jatuh dalam dosa seksual sebelum hari pernikahan karena tidak sanggup menahan nafsu yang dibangkitkan menjadi-jadi oleh pornografi. Apalagi kalau salah satu memang sudah sangat menginginkan hubungan seksual, setelah menonton tayangan porno akan sulit untuk menolak rayuan seksual sebelum menikah dari calon suami/istri.

Bagaimanapun, kita semua manusia, terdiri dari darah dan daging, yang sudah jatuh dalam dosa. Kita patut mengakui bahwa kita tidaklah selalu kuat. Ada masa-masa tertentu di mana kita bisa menjadi lemah, dan pada saat-saat lemah seperti itulah bayangan pengalaman menyaksikan materi pornografi muncul, disertai keinginan untuk mengulangi bahkan mencari yang lebih lagi. Dengan berbekal kesadaran bahwa kita memiliki kelemahan - yang bisa muncul kapan saja secara tak terduga, barulah kita dapat menghindari pornografi dengan sungguh-sungguh.

Hanya orang-orang angkuh, yang merasa diri kuat, yang akan ngotot bahwa dirinya pengecualian, bahwa dia takkan terpengaruh pornografi.

Seseorang yang saya tahu memiliki spiritualitas yang amat baik, mengatakan kepada saya, di usia 30-an ia mulai menonton tayangan pornografi. Sekadar untuk coba-coba, karena ia merasa tidak akan terkena dampaknya. Betapa ia menyesali tindakan tersebut, karena kenyataannya, sejak saat itu gambaran dalam film itu terus menerus mengganggu pikirannya.

Baca Juga: Inilah Trik dan Rayuan Pria untuk Mengajak Berhubungan Seks Sebelum Menikah. Kamu Harus Bisa Menolak! Begini Caranya



3. Pernikahan akan Menyembuhkan

Pernikahan akan menyembuhkan pecandu pornografi. Itu mitos! Faktanya:

Kecanduan pornografi, khususnya yang telah dimulai dari usia anak dan remaja, tidak akan sembuh dengan sendirinya ketika memasuki pernikahan. Malahan yang terjadi, Anda akan menghadapi berbagai masalah sebagai dampak dari kecanduan pornografi pasangan Anda.

Baca Juga: Pornografi dan Masturbasi Tak Berbahaya? Salah! Inilah 5 Cara Keduanya Merusak Relasi Suami Istri

Jangan pernah menganggap enteng kecanduan pornografi dari calon pasangan hidup Anda! Seseorang yang sudah menjadi pecandu pornografi sejak usia anak dan remaja mengalami kerusakan diri yang jauh lebih fatal dibandingkan mereka yang baru mulai melihat pornografi di usia yang sudah matang.


[Image: ConquerSeries.com]

Kecanduan pornografi di usia belia dapat mengakibatkan kerusakan pada bagian otak yang mengatur nilai moral. Pada mereka, pecandu berat pornografi, rasa takut untuk berbuat kejahatan pun dapat dikatakan perlahan namun pasti pudar, sebagian maupun seluruhnya. Itulah sebabnya kita sering mendengar berita tentang kejahatan seksual yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja, baik perorangan maupun berkelompok, terhadap teman sebaya bahkan terhadap wanita seumur ibunya.

Baca Juga: Cegah Anak dan Remaja Anda Berbuat Mesum dengan 5 Langkah Efektif dan Teruji Ini!

Selain kerusakan otak, juga terjadi kerusakan konsep dan cara pandang terhadap lawan jenis, pola hidup yang tidak bertanggung jawab, sikap menarik diri dari komunitas, dan banyak lagi. Kerusakan yang ditimbulkan serta bagaimana pencegahan dan pemulihan secara terpadu sudah saya tuliskan dalam buku saya, Membongkar Rahasia Pornografi.


Dengan kerusakan yang sedemikian hebatnya, logiskah untuk berharap pernikahan akan dapat menyembuhkan kecanduan pornografi?

[Image: Saude]
Dengan menyesal saya harus menyampaikan kabar buruk, bahwa tidak ada seorang pun pecandu pornografi yang pernah sembuh serta merta hanya dengan menikah.

Namun demikian, ini kabar baiknya: pecandu pornografi dapat disembuhkan melalui terapi yang tekun dan konsisten, disertai pertobatan yang sungguh-sungguh.


Akan tetapi, jangan pertaruhkan hidup Anda yang berharga dengan menikahi seseorang pecandu pornografi. Jangan memasuki pernikahan dengan ketidakpastian apakah calon pasangan hidup Anda akan bertobat dan sembuh dari kecanduannya.

Jangan menikah dengannya selagi ia masih pecandu pornografi!

Bila Anda ingin membantunya pulih, dorong dia menjalani rehabilitasi dan terapi pada saat masih single - sebelum terikat pernikahan. Jangan pernah memutuskan menikah dengannya dalam waktu singkat. Ketahuilah bahwa proses penyembuhan bisa amat panjang dan memakan waktu bertahun-tahun.

Baca Juga: Selama Pacaran, Raih 5 Relationship Goals yang Benar-Benar Penting ini demi Kebahagiaan Pernikahan Kelak

Hidup Anda begitu berharga, begitu juga masa depan pernikahan Anda. Jangan sampai Anda disesatkan oleh mitos keliru tentang pornografi!



Baca Juga:

Waspada! Inilah 5 Ciri Cowok dan Cewek Nakal. Jangan Sampai Salah Pilih Pacar!

Hati-Hati, 7 Slogan Cinta Populer ini Ternyata Keliru dan Malah Menjauhkanmu dari Cinta Sejati!

Stop Buka-bukaan di Depan Kamera, Be Smart and Respect Yourself!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pornografi dan Pengaruhnya terhadap Keintiman Hubungan : 3 Mitos Populer ini Ternyata Keliru". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Heren Tjung | @herentjung

Public speaker. Pendiri Gerakan Kekudusan Seksual Kaum Muda True Love Waits Indonesia (pemegang lisensi resmi TLW International). Penulis buku Membongkar Rahasia Pornografi-bimbingan terpadu lepas dari jerat pornografi. Kontak:tlwindonesia@gmail.com

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar