Pornografi dan Masturbasi Tak Berbahaya? Salah! Inilah 5 Cara Keduanya Merusak Relasi Suami Istri

Marriage

[Image: mattfoxcounseling.co.uk]

7.2K
Pornografi - yang biasanya juga disertai dengan masturbasi - seringkali dianggap biasa alias tak berbahaya bagi relasi suami istri. Padahal keduanya merusak relasi suami istri! Inilah 5 cara pornografi dan masturbasi merusak keharmonisan relasi.

Pada umumnya, orang beranggapan bahwa oknum yang paling berpotensi menjadi perusak rumah tangga adalah PIL/WIL alias Pria/Wanita Idaman Lain. Entah berapa banyak orang yang menyadari bahwa sesungguhnya ada pihak ketiga lain, yang jauh lebih dalam menyusup dan merusak kehidupan rumah tangga.

Itulah pornografi - yang biasanya juga disertai dengan masturbasi.

"Kamu harus tahu betapa jahatnya pornografi merusak rumah tanggaku," ungkap seorang wanita yang hanya berani menampilkan dirinya tanpa nama. Mrs. Anonymous. Ia pun kemudian berkisah tentang pahit getir hidup dengan suami yang adalah seorang pecandu pornografi. Hal yang hanya berani ia sampaikan di balik selubung anonimitas, yang tak berani ia ungkap pada siapa pun yang mengenal dirinya.

Ada terlalu banyak tangisan sunyi dari para istri yang bersuamikan pecandu pornografi. Mereka yang hanya bisa meratap dalam hati, mengeluh dalam kerahasiaan - baik di dunia maya ataupun pada teman terdekat, takut 'aib' keluarga akan terbongkar. Namun, di lain sisi, ada juga para wanita yang, karena jiwanya mungkin sudah amat lelah, tak sanggup lagi meratapi kelakuan suami berkaitan dengan pornografi, akhirnya pura-pura tidak tahu ataupun merasionalisasi kecanduan pornografi dan masturbasi suami dengan alasan, "Tidak apa-apa. Toh tidak merugikan siapa-siapa."

Bagaimanapun, pornografi dan masturbasi dalam kehidupan pernikahan pada kenyataannya tetaplah bukan sebuah kebiasaan normal.

Orang yang kecanduan pornografi dan masturbasi mendatangkan kerugian, baik bagi diri sendiri, bagi pasangan, bahkan bagi anggota keluarga yang lain. Berikut 5 dari banyak kerugian lain yang diakibatkan oleh kecanduan pornografi dan masturbasi:



1. Ketidakpuasan suami yang melukai hati istri

Seorang wanita yang baru beberapa bulan menikah datang kepada ibunya. Tidak seperti pengantin baru umumnya yang berwajah berseri-seri, wanita muda itu tampak sangat kusut dan kusam.

Dengan hati hancur ia bercerita bahwa sejak malam pertama pernikahan ia sudah merasa tertolak dan direndahkan oleh protes suami tentang bentuk tubuhnya yang tidak 'sempurna' bak artis yang biasa ditonton di film-film 'favorit' sang suami. Selain itu, suaminya juga meminta ia melakukan hal-hal yang dianggap 'variasi'. Namun, karena tak siap, kembali ia menerima kritik, ia dianggap malas. Berikutnya, sang suami menuntut ia melakukan berbagai usaha untuk "memperbaiki" bentuk tubuh dan melatih gerakannya agar lebih lentur.

Sayangnya, setelah segala upaya dilakukan, sang suami tak kunjung merasa cukup dan puas. Bahkan kritik yang dilontarkan semakin tajam. Menciptakan rasa bersalah dan luka batin pada istri.

[Image: Men's Health]

Selidik demi selidik, ternyata sang suami telah lama kecanduan pornografi, sejak masih single. Persepsinya tentang pasangan dan keintiman telah dirusak oleh berbagai kebohongan yang ditampilkan dalam tayangan pornografi yang dikonsumsinya. Itulah sebabnya ia selalu mempunyai tuntutan yang berlebihan dan tidak bisa menerima istri apa adanya. Selain itu, sebagaimana pecandu pornografi lainnya, sang suami tanpa sadar menjadi sangat tergantung pada pornografi. Kepuasannya ada pada tokoh khayalan yang terdapat di film. Dengan kata lain, ia hanya bisa dipuaskan [untuk sementara waktu - karena waktu berikutnya hatinya akan kembali gundah] oleh tontonan porno yang umumnya dilanjutkan dengan masturbasi.

Ya, sekalipun telah memiliki pasangan yang sah ia seringkali tetap memilih menempuh jalan memuaskan diri sendiri. Ia melakukan itu untuk menghindari rasa kecewa terhadap pasangan, yang tidak seperti apa yang ada di fantasinya. Ia tak mampu merasa cukup dengan pribadi yang riil, istrinya sendiri.

Bak lingkaran setan, masturbasi yang dilakukan sang suami pun kian menambah luka istri. Istri menjadi terabaikan oleh suami yang hanya memikirkan pemenuhan kebutuhan dan hasrat diri sendiri. Tak jarang pertengkaran terjadi karena hal tersebut.

Baca Juga: Fenomena Suami Kesepian: Bukan Sekadar Seks, Inilah 6 Hal yang Dapat Dilakukan Istri untuk Mendampingi Suami



2. Kebohongan-kebohongan yang membunuh kepercayaan dari istri dan seluruh anggota keluarga

Seorang pecandu pornografi memiliki 'ruang rahasia' yang tersembunyi, yang ia tidak ingin orang lain tahu. Ia seringkali meninggalkan komunitas, bahkan pasangannya, untuk menyendiri dan masuk dalam ruang rahasianya, menikmati pornografi.

Aktivitas rahasia pecandu pornografi membuatnya harus mengorbankan hal-hal lain, baik itu pekerjaan di kantor ataupun kebersamaan dengan istri dan anak. Si pecandu pornografi men-discount jam kerja ataupun waktu berkualitas dengan keluarga demi menikmati pornografi. Di sisi lain, tak sedikit pula pria yang ingin tampil sebagai suami dan ayah sempurna, mempertahankan waktu siang bersama keluarga, namun selalu lembur di malam hari untuk memenuhi kecanduan. Akibatnya, waktu tidurnya berkurang dan emosi pun terganggu. Pada akhirnya, ia tetap tak mampu tampil sempurna di hadapan keluarga yang dipimpinnya. Bukan hanya karena emosinya yang labil, namun juga karena hilangnya kepercayaan dari istri maupun anak-anak yang telah dibohongi.

[Image: Meridian Magazine]

Tak ada seorang pun sanggup menyimpan bangkai busuk untuk waktu lama. Seindah apa pun itu dibungkus, aroma menyengatnya akan tetap sampai ke hidung orang-orang yang berada di sekelilingnya. Demikian pula, tak seorang pun mampu berlama-lama berbohong pada orang yang sama tanpa ketahuan. Kepercayaan padanya pastilah menjadi rusak karena hal tersebut.



3. Teladan buruk yang menghilangkan wibawa di hadapan seluruh anggota rumah tangga

"Anak Bapak didisiplin karena kedapatan menonton video porno dari ponselnya."

"Jadi, Bu?"

"Mohon Bapak bantu juga menegur dan mendidiknya di rumah."

"Ah Ibu, semua laki-laki pasti lihat yang gitu-gitu. Biasa aja, Bu."

Demikian rekan saya mengisahkan percakapannya dengan seorang Bapak, orangtua siswa. Bapak tersebut dipanggil karena anaknya kedapatan menonton klip berkonten pornografi dari ponselnya di jam pelajaran sekolah. Bapak tersebut berkeras menolak menegur anaknya. Kira-kira apa alasannya? Besar kemungkinan, karena ia sendiri pecandu, atau setidaknya, penikmat pornografi. Tak heran jika ia berkomentar, "Itu sudah biasa" terhadap 'kenakalan' yang dibuat anaknya.

Baca Juga: Awas! 9 Perilaku Orangtua yang Terlihat Sepele ini Ternyata Dapat Memicu Kenakalan dan Bahkan Kejahatan Anak

Kecanduan pornografi membuat seorang pria kehilangan wibawa di mata seluruh anggota keluarga. Sebagai ayah, ia tak mampu menegur anak-anaknya sendiri terkait persoalan pornografi dan kekudusan seksual. Ia telah memberikan teladan yang buruk dengan kecanduan pornografinya tersebut.

Baca Juga: Cegah Anak dan Remaja Anda Berbuat Mesum dengan 5 Langkah Efektif dan Teruji Ini!



4. Kehilangan keintiman jiwa dengan pasangan

Kecanduan pornografi mampu mengubah cara pandang terhadap lawan jenis, bahkan pasangan sendiri, menjadi tidak semestinya. Wanita dipandang tak lebih dari sekadar objek nafsu seksual. Tak heran jika pecandu pornografi dengan bahasa tubuhnya seringkali menunjukkan tatapan dan sikap yang tidak sopan terhadap wanita yang bukan pasangannya. Sedangkan terhadap istri, mereka menunjukkan sikap merendahkan kemanusiaannya, istri dianggap tak lebih dari alat pemuas nafsu.

Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang istimewa, lebih mulia dari hewan. Hubungan intim suami-istri pun dirancangkan dengan tujuan dan dampak yang istimewa. Tak sekadar untuk beranak cucu, namun juga untuk menyatukan perasaan suami dengan istri.

Kesatuan, yang layak disebut sebagai keintiman jiwa ini, hanya dimiliki oleh manusia. Tak pernah ada pasangan hewan yang memiliki keintiman jiwa.
[Image: newsingh.com]

Betapa menyedihkan menghadapi kenyataan bahwa keintiman jiwa ini justru absen dari hubungan suami istri yang bukan didasarkan atas kasih yang telah dianugerahkan Tuhan, melainkan berdasarkan nafsu belaka.

Dengan cara pandang yang tidak tepat terhadap pasangan - yaitu sebagai objek seks, hubungan suami istri hanyalah 'aktivitas' belaka, hampir tak ada bedanya dengan hewan. Nilai mulia tentang keintiman dan kesatuan hati sepasang manusia yang Tuhan taruh dalam hubungan suami istri menjadi tersingkir.

Baca Juga: 3 Jenis Keintiman yang Harus Dimiliki Pasangan



5. Berpotensi untuk kekerasan seksual dalam rumah tangga

Seorang wanita yang telah cukup lama menikah dan memiiki tiga orang anak pada akhirnya memutuskan untuk bercerai dan membawa anak-anaknya jauh-jauh dari mantan suami dan keluarganya. Hal ini dilakukannya setelah anak perempuannya yang masih berusia 11 tahun dinodai oleh mertuanya - ayah sang suami yang kecanduan pornografi. Menurutnya, suaminya adalah juga pecandu pornografi, 'meneladani' perilaku ayahnya. Dan anak sulung mereka yang laki-laki saat itu mulai menyukai pornografi juga.

Baca Juga: Pelecehan Seksual Pada Anak: Orangtua, Bekali Anak-Anak dengan 5 Hal Penting ini agar Mereka Dapat Melindungi Diri Sendiri

[Image: The Society Pages]

Wanita ini menyesal. Mengapa anak perempuannya harus menjadi korban kekerasan seksual lebih dahulu baru ia mengambil langkah, menyelamatkan diri dan anak-anaknya. Kini, Ia berjuang memulihkan trauma anak perempuannya yang telah ternoda dan merehabilitasi anak laki-lakinya yang mulai kecanduan pornografi agar kelak lelaki muda itu tidak menjadi pelaku kekerasan seksual seperti sang kakek dan tidak menjadi suami yang menghacurkan perasaan istri seperti ayahnya.

Baca Juga: Mengenal atau Menjadi Korban Kekerasan Seksual? Jangan Berdiam Diri! Inilah Sesungguhnya Langkah-Langkah Terbaik yang Harus Diambil untuk Pemulihan


Masih banyak kerugian lain sebagai akibat dari kecanduan pornografi yang tak cukup dibahas dalam 1 artikel pendek ini. Namun kiranya 5 hal di atas memampukan kita untuk lebih waspada dan tidak meremehkan pornografi.


***

Heren Tjung adalah penulis buku Membongkar Rahasia Pornografi, sebuah bimbingan untuk terhindar dan lepas dari jerat pornografi.



Baca Juga:

Masturbasi: 5 Langkah Tepat untuk Lepas dari Jeratnya

Fenomena Suami Kesepian: Bukan Sekadar Seks, Inilah 6 Hal yang Dapat Dilakukan Istri untuk Mendampingi Suami

3 Jenis Keintiman yang Harus Dimiliki Pasangan untuk Menyelamatkan Hubungan dari Godaan Perselingkuhan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pornografi dan Masturbasi Tak Berbahaya? Salah! Inilah 5 Cara Keduanya Merusak Relasi Suami Istri". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Heren Tjung | @herentjung

Public speaker. Pendiri Gerakan Kekudusan Seksual Kaum Muda True Love Waits Indonesia (pemegang lisensi resmi TLW International). Penulis buku Membongkar Rahasia Pornografi-bimbingan terpadu lepas dari jerat pornografi. Kontak:tlwindonesia@gmail.com

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar