Pernikahan Tidak Bahagia? Setiap Hari 'Sleeping with The Enemy' ? Inilah 6 Cara Cerdas Mengatasinya!

Marriage

[Image: Arrajol.com]

5.2K
Pernikahan adalah satu-satunya perang di mana kita tidur bersama musuh kita.

Dengan siapa kita tidur setiap malam? Pasangan. Siapa yang kita lihat saat membuka mata di pagi hari? Pasangan. Dengan siapa kita menghabiskan sebagian besar hidup kita? Pasangan.

Artinya,

jika kita bermusuhan dengan pasangan, maka kita benar-benar menghidupi kehidupan seperti judul film yang pernah top pada tahun 90-an, Sleeping with The Enemy – tidur dengan musuh.

Tragis!

Solusinya? Bangun hubungan yang harmonis dengan beberapa prinsip ini:



1. Suami istri adalah satu kesatuan

Kemenangan suami sama dengan kemenangan istri, demikian pula sebaliknya. Ada teman wanita yang begitu bangga karena dipuji pandai berbisnis. Lama kelamaan suaminya merasa tersaingi. Istri yang cerdik menanggapi pujian, “Istri bisa hebat karena memiliki suami yang luar biasa.” Harga diri suami terjaga dan hubungan tetap manis.

[Image: everything.plus]

Demikian pula dengan suami, kesuksesan suami karena ada istri hebat di belakangnya. Mungkin saja istri tidak bekerja, namun dia sudah bersusah payah mengelola rumah tangga dengan baik sehingga suami bisa bekerja dengan tenang. Kalau rumah tangga bermasalah, tentu pekerjaan juga terganggu.

Baca Juga: Belajar dari Isti Ahok, Veronica Tan: 4 Peran Tak Tergantikan Istri yang Membentuk Kesuksesan Suami



2. Lupakan dan maafkan hal-hal kecil

Hidup selalu ada gesekan. Biasanya hal-hal kecil. Tidak mengembalikan barang pada pada tempatnya, menutup pintu terlalu keras, lupa membawa sesuatu, tidak mau mengantar belanja, contohnya. Memang menjengkelkan. Tetapi sebelum marah, renungkan kembali:

Apakah pertengkaran dan hubungan dingin sesudahnya sepadan dengan masalah yang menjadi penyebabnya?

Daripada mengomel karena menutup pintu terlalu keras, katakan saja: ”Lain kali kalau menutup pintu tolong dipelankan, ya.” Ucapkan tanpa emosi, dengan nada yang manis. Jika lain kali lupa, ingatkan kembali. Lupa lagi? Ya sudah, cincai, lah ... Masalah kecil tidak perlu dibesar-besarkan.

Suami tidak mau mengantar belanja? Sekarang ada Go-Mart! Solusi praktis. Ini pengorbanan kecil agar hubungan pernikahan tetap harmonis.

Jika suatu saat pasangan melakukan hal yang benar, segera puji dan hargai. Pujian lebih efektif mengubah seseorang daripada omelan.

Baca Juga: Ketika Pertengkaran Tak Terhindarkan, Ingatlah Bahwa Permusuhan adalah Pilihan. Inilah Cara Menyikapi agar Pertengkaran Tak Menghancurkan Relasi



3. Bereaksi dengan bijak saat pasangan emosi

Jika pasangan salah mengeluarkan kata-kata ketika emosi, misalnya mengatakan 'bodoh,' 'malas,' 'teledor,' atau komentar-komentar negatif lainnya, tetaplah diam! Tidak perlu marah dan membalas!

[Image: bigodino.com]
Toh sesungguhnya kita tidak lebih bodoh saat dikatakan bodoh, juga tidak lebih pintar saat dipuji pintar.

Orang yang berjiwa besar bisa mengendalikan emosinya: tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam.

Baca Juga: Alami KDRT, Teman Saya Meninggal di Tangan Suaminya. Inilah 5 Pelajaran agar Kisah Tragis ini Tak Terulang



4. Bicarakan saat suasana tenang dan menyenangkan

Tidak berarti kita harus memendam ketidakadilan selamanya. Itu bodoh. Sampaikan apa yang kita inginkan saat suasana sedang santai dan nyaman. Ungkapkan dengan jujur, kata-katanya telah menyakiti kita.

[Image: Livingly.com]

Ingatkan pasangan, “Jika bukan kamu yang menghargai saya, lalu siapa lagi? Sikap dan perkataanmu terhadap saya, merupakan contoh bagi orang di luar sana untuk memperlakukan saya. Jika kamu menghargai saya, maka orang lain akan menghargai saya pula. Kalau orang lain meremehkan saya, berarti dia meremehkan kamu juga.”

Pada dasarnya, pasangan mengasihi kita. Jika disampaikan dengan baik, dia juga akan merasakan kepedihan dan luka hati kita.

Baca Juga: 3 Cara Suami Mengatakan I Love You yang Sering Tak Terdengar oleh Istri



5. Tidak selalu harus sepakat

Tidak semua hal bisa kita sepakati dengan pasangan. Perbedaan pandangan merupakan hal biasa. Tidak perlu bertengkar. Jika bukan hal yang berbahaya atau berpotensi menimbulkan kerugian, biarkan dulu.

Jika krusial, cari sumber dari buku atau bahan lainnya untuk mendukung bahwa pendapat kita benar. Solusi lainnya, minta pendapat seorang ahli di bidangnya. Jika yang dihadapi masalah bisnis, cari saran dari pakar bisnis. Minta supaya pasangan mempertimbangkan lagi, tanpa memaksa.

Jika segala upaya sudah dilakukan dan pasangan tetap bergeming, doakan saja.

Serahkan masalah ke dalam tangan Tuhan dan hiduplah damai dengannya. Tuhan bisa mengubah pikiran pasangan kita atau justru mengubah situasi yang ada.

Sesungguhnya, tidak seorang pun dapat mengubah orang lain. Yang bisa dilakukan hanyalah menginspirasi seseorang untuk berubah. Tidak ada gunanya memaksa.

Baca Juga: Bertengkar dengan Pasangan? Inilah 5 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Memperkokoh Hubungan Lewat Pertengkaran



6. Biasakan untuk berbagi mimpi

Pasangan kita bukan peramal. Jadi ceritakan dengan jujur, apa yang diinginkan.

“Pa, saya ingin lho, kita bisa bergandengan tangan saat jalan bersama,” atau “Liburan itu sesuatu yang berarti. Sejak kecil saya punya cita-cita ingin melihat tempat-tempat yang indah.”

Jika diucapkan dengan manis, tanpa menuntut, pasangan juga ingin merealisasikan mimpi kita, karena dia mengasihi kita.

[Image: Shutterstock]

Tetapi jangan sekali-kali menuntut, ”Lihat itu Pa, suami Mira romantis sekali. Setiap jalan, Mira selalu digandeng.”

Biasanya pria justru gengsi jika dibandingkan dengan pria lain.


Zig Ziglar, pembicara dan penulis buku terkenal, memiliki resep pernikahan bahagia, yang telah dibuktikan selama 66 tahun perkawinannya, hingga beliau meninggal dunia,

“Treat your spouse after you get married just like you did right before you got married.”

Perlakukan pasanganmu sesudah menikah, seperti sebelum menikah.


Mari kita belajar menerapkan resep yang telah terbukti sukses itu.

Selamat mencoba!



Baca Juga:

Kehidupan Setelah Menikah Tak Seindah Saat Pacaran? Jika Dulu Mengejar Pernikahan, Maka Kini Saatnya Memperjuangkan Hubungan

3 Nasihat tentang Relasi dari Mereka yang Pernah Bercerai

4 Prinsip yang Membuat Relasi Cinta Makin Kokoh

Pria Berubah setelah Menikah? Ketahui 5 Hal yang Menjadi Penyebabnya dan 10 Cara untuk Mengembalikan Romantisme Masa Pacaran dalam Pernikahan



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pernikahan Tidak Bahagia? Setiap Hari 'Sleeping with The Enemy' ? Inilah 6 Cara Cerdas Mengatasinya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Yenny Indra | @yennyindra

YennyIndra memiliki passion untuk menginspirasi pembacanya agar mengalami peningkatan kualitas hidup, dengan cara memahami prinsip kehidupan yang benar. Menata cara berpikir adalah concern-nya. Ibu 4 anak ini aktif menjalankan family business. Keluarga

BAGAIMANA MENURUTMU ?