Pergaulan Buruk Merusak Anak-Anak dan Remaja. Orangtua, Persiapkan Mereka dengan 3 Hal Ini

Parenting

uv consultant

3.9K
Pergaulan yang baik merusak kebiasaan buruk; pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.

Manusia mempunyai natur yang cenderung berbuat yang buruk. Dalam bahasa agama, kecenderungan ini hal-hal yang buruk ini disebut sebagai dosa. Tentu sebagai manusia kita ingin sekali bisa lepas dari kecenderungan itu. Namun, melepaskan diri dari dosa hampir-hampir tidak mungkin bisa kita lakukan secara sempurna karena kekuatan natur itu seringkali lebih kuat dari keinginan kita.

Lalu, bagaimana kita bisa menghidupi kata-kata bijak "kebiasaan baik merusak kebiasaan buruk" itu sehingga menciptakan sebuah atmosfir yang positif bagi sekeliling kita, dan utamanya bagi diri kita sendiri?

Pertanyaan di atas utamanya terasa lebih sulit dijawab ketika dikaitkan dengan kehidupan remaja yang masih diwarnai dengan kelabilan emosi dan kekacauan hormonal.

Saya mencoba mengulas dan berbagi sedikit tips kepada orangtua terkait pengalaman saya yang sendiri menyangkut pergaulan di usia remaja:


1. Orangtua harus memberikan arahan dengan jelas dan contoh kongkret

Di dalam perjalanan hidup kita, pengaruh keluarga (khususnya orangtua) merupakan hal terpenting karena kehidupan kita bermula dari keluarga. Mengingat hal ini, peran penting apa yang harus diambil keluarga dalam kehidupan anak-anaknya?

media.licdn

Orangtua harus selalu bisa memberi pemahaman kepada anak mengenai hal mana yang baik dan hal mana yang buruk. Arahan orangtua sangat penting untuk membentuk kehidupan anak dan masa depannya. Arahan ini harus diberikan oleh orangtua sedini mungkin karena seiring dengan berjalannya waktu akan semakin sulit memberikan pengarahan kepada anak ketika setiap hari dia bertumbuh menjadi lebih besar.

Ketika menginjak remaja, anak akan merasa terganggu dengan berbagai arahan yang disampaikan orangtuanya karena biasanya ia akan merasa cukup dewasa untuk memahami kehidupannya sendiri. Akan tetapi, pada kenyataannya banyak anak remaja yang justru jatuh ke dalam dosa pada fase ini karena sebenarnya mereka belum cukup stabil dalam menentukan arah hidupnya.

Pada fase ini arahan dari orangtua masih dibutuhkan, namun cara penyampainnya yang harus disesuaikan dengan pemahaman anak yang sudah mulai menjadi dewasa. Beberapa contoh yang baik dalam menyampaikan pemahaman adalah dengan menunjukkan tindakan konkrit yang nyata kepada anak, misalnya dengan mengajaknya beribadah, mengajak menonton berita-berita TV bersama-sama sehingga orangtua dan anak bisa berdikusi mengenai hal-hal terkini yang sedang terjadi seperti maraknya pemakaian narkoba, pencurian di dunia siber, perkelahian antar geng, dan lain-lain.


2. Doronglah anak untuk berteman dengan orang-orang yang dianggap bisa membawa perubahan positif dalam hidup anak.

Dahulu saya mempunyai beberapa teman akrab di gereja. Kami sering pergi bersama-sama. Di antara teman-teman saya itu, ada dua orang teman yang suka merokok. Ketika bepergian bersama, mereka selalu merokok, dan tentunya kami yang tidak merokok merasa terganggu oleh asap rokok mereka. Seiring berjalannya waktu, salah satu dari kedua orang itu berhenti merokok karena dia merasa tidak enak terhadap kami yang bukan perokok.

child-encyclopedia

Dari peristiwa ini saya mencoba mengambil kesimpulan bahwa mereka yang sudah terjerat dengan kecanduan mereka akan terlalu menikmati kecanduan itu sehingga terjebak dalam kenikmatan tersebut. Jika mereka ini berkumpul dengan orang-orang yang tidak seperti mereka, maka mereka akan merasa terganggu dan tidak enak hati. Dalam hal ini mereka cuma punya dua opsi: berhenti dari kecanduan mereka atau pindah dari kelompok yang anggota-anggotanya tidak setipe dengan mereka dan mencari teman-teman baru yang sama seperti mereka.

Sementara itu, kami yang bukan pecandu tugasnya cuma satu, yaitu terus mendampingi kehidupan para pecandu yang ada di dalam kelompok dengan memberi mereka pemahaman tentang efek negatif dari kenikmatan yang sedang menjerat mereka. Hal ini memang mungkin akan agak sulit dilakukan karena tidak semua orang bisa dan rela meninggalkan kenikmatan yang dirasakannya.

Namun, percayalah, pecandu rokok atau pecandu narkoba jika berkumpul dengan yang bukan pecandu pasti juga akan terdampak atmosfir positif dari mereka yang bukan pecandu.


3. Motivasilah anak agar jangan mau dipengaruhi oleh lingkungan, tetapi harus bisa memengaruhi

Inilah fase yang paling berat bagi anak-anak. Ketika anak kita sudah bisa melewati fase di mana dia bisa bertahan terhadap pergaulan buruk, seks bebas, narkoba, rokok, dan lain-lain, maka orangtua masih memiliki satu tugas lagi dalam membimbing anak. Tugas itu adalah memotivasi anak agar dia bisa berbuat kebaikan bagi orang banyak di luar sana.

onlinemba

Ada kalanya anak harus terjun ke dalam lingkungan yang dianggap rawan dan berbahaya, misalnya di tengah-tengah anak-anak berandal di sekolahnya.

Pada saat ini orangtua harus mengingatkan bahwa setiap agama tentu mengajarkan kita untuk tidak hidup melulu bagi diri sendiri atau pun bagi keluarga kita saja.

Selalu ada ajaran agama yang menyuruh kita untuk berbuat baik, mencoba menghimbau orang lain agar bertobat, meminta orang lain berbalik ke jalan yang benar lagi, menjadikan diri sendiri terang bagi dunia yang gelap atau menjadikan diri sebagai garam bagi dunia yang hambar ini dan membuat diri kita sebagai manusia yang mengabdi kepada Tuhan.

Di sini orangtua harus mendorong anaknya agar bisa memengaruhi orang agar berbalik ke jalan yang benar. Orangtua harus mengajarkan kepada anak bahwa dia harus bisa memengaruhi dengan prinsip hidupnya. Katakan kepada anak bahwa prinsip hidupnya bukanlah "tergantung kepada prinsip hidup teman", sebaliknya dia harus bisa mengatakan bahwa prinsip hidupnya adalah "keren itu berdampak positif; keren itu berguna".

Baca juga: Jangan Sekadar Menikmati, Cermati Lagu yang Kita Dengar! Waspadailah Lirik yang Merusak Moral

Orangtua harus menekankan bahwa hanya ada dua pilihan, yaitu 'dipengaruhi' atau 'memengaruhi'; dan tentu saja anak harus bisa memilh opsi kedua, yaitu 'memengaruhi'!

Saya berharap tips yang saya bagikan berdasarkan pengalaman pribadi ini bermanfaat bagi kita semua.

Jangan lewatkan juga artikel di bawah ini:

Orangtua, Lakukan 4 Hal Ini untuk Menyelamatkan Anak-Anak dari Godaan Narkoba





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pergaulan Buruk Merusak Anak-Anak dan Remaja. Orangtua, Persiapkan Mereka dengan 3 Hal Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Doni Liau | @doniliau

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar