Patah Hati Jangan Lama-Lama. Mari Move On dari #HariPatahHatiNasional, Isyana Masih Ada!

Ex & Broken Hearts

[Image: merahputih.com]

24.7K
Inilah kenyataan hidup manusia. Patah hati sering terjadi. Bahkan tanpa alasan logis.

Seandainya suatu hari nanti anak cucu kita bertanya, mengapa tanggal 21 Mei dirayakan sebagai hari patah hati nasional, maka jawablah kalau di tanggal itu pada tahun 2017, Raisa bertunangan dengan Hamish Daud, dan itu membuat para penggemar patah hati.

Tentu ini hanya sebuah pengandaian. 'Tragedi' itu tidak akan benar-benar dijadikan hari besar nasional, apalagi menambah daftar liburan yang sudah cukup panjang. Tetapi tagar #haripatahhatinasional sempat menjadi trending topic di media sosial, disertai dengan berbagai gambar beserta komentar tentang pertunangan Raisa.

[Image: style.tribunnews]
'Patah hati', menurut KBBI, berarti
kecewa karena putus percintaan atau kecewa karena harapannya gagal.

Tentu putus percintaan tidak berlaku dalam kasus penggemar Raisa, karena kalau nyambung saja belum, bagaimana mungkin bisa putus? Tetapi mungkin para korban bisa dimasukkan ke dalam kategori mereka yang harapannya gagal. Walau sebetulnya lebih bijak tidak usah berharap sama sekali ketika peluang berhasil memang sudah sangat kecil. Tetapi itulah kenyataan hidup manusia.

Patah hati akan sering terjadi. Bahkan tanpa alasan logis. Karena patah hati berkaitan dengan hati manusia, dengan perasaan yang kadang tidak bisa ditebak.



Mengucap syukurlah kalau masih bisa patah hati

"Mau dikatakan apa lagi, kita tidak akan pernah satu, engkau di sana aku di sini, meski hatiku memilihmu." [Raisa - Mantan Terindah]

Mengucap syukur? Apa tidak salah? Bukankah patah hati itu sebuah pengalaman yang menyakitkan?

Iya, tidak salah. Kita justru harus mengucap syukur. Mengalami patah hati menjadi tanda kalau kita masih memiliki hati.

Tentu, semua orang memiliki hati. Tetapi dunia dan pengaruhnya telah membuat hati manusia menjadi dingin dan jahat. Terlalu banyak kebohongan dan kepura-puraan, sehingga ketulusan menjadi sebuah kualitas yang kian sulit untuk bisa ditemukan.

Ketika sebuah relasi dengan seseorang harus berakhir, wajar jika kita ingin segera melupakan segalanya. Tetapi tidak sedikit yang akhirnya malah menjadi stres. Mencoba melupakan tetapi masih ada perasaan, tidak bisa hilang begitu saja. Kenyataan itu juga adalah sesuatu yang patut disyukuri, setidaknya itu menjadi bukti, kita pernah mencintai dengan sepenuh hati.

Kalaupun sebuah hubungan tak bisa dilanjutkan, tak ada yang perlu disalahkan. Bersyukurlah untuk perjalanan bersama, dengan segenap pelajaran dan kenangan yang tertinggal. Cinta tak harus memiliki, bukan?

[Image: twitter]

Baca Juga: Adakalanya Mencintai Berarti Merelakan yang Tercinta Hidup Bersama Orang Lain



Patah hati jangan membuat sakit hati

"Ingin kubunuh pacarmu, saat dia cium bibir merahmu, di depan kedua mataku, hatiku terbakar jadinya. Cantik, aku cemburu!" [Dewa - Cemburu]

Banyak perbuatan nekat bisa dilakukan akibat patah hati. Patah hati seolah menjadi suatu kegagalan besar dan meninggalkan rasa sakit yang tidak tersembuhkan.

Ada yang mengambil jalan pintas, bunuh diri karena merasa hidupnya sudah tidak berarti. Ada juga yang berpikir, kalau dia merasakan sakitnya patah hati, maka orang lain juga harus merasakan hal yang sama. Sebuah kenyataan yang menyedihkan ketika banyak tindak kejahatan terjadi karena hal ini.

Patah hati tentu tidak enak, tetapi jangan kita biarkan itu berubah menjadi sakit hati.

[Image: twitter]

Apalagi sakit hati yang, karena kita pelihara terus menerus, berkembang menjadi cemburu dengan niatan balas dendam.

Adalah sebuah kesia-siaan ketika kita terus terpuruk dalam duka, padahal di saat yang sama, bisa jadi sang mantan sudah berbahagia dengan pasangan barunya.

Baca Juga: Rasa Sakit Tak Perlu Dipelihara Seumur Hidup. Dikhianati? Balas dengan Anggun! Begini Caranya



Move on dan berikanlah hati untuk orang yang terbaik

"Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia, kuingin kulupakannya" [Geisha - Lumpuhkanlah Ingatanku]

Sangat wajar kalau kita memerlukan waktu untuk bisa 'melumpuhkan ingatan'. Untuk bisa betul-betul move on, kita bahkan bisa jadi membutuhkan waktu yang amat lama, apalagi untuk relasi mendalam yang pernah terjalin sekian lamanya.

Akan tetapi, hidup akan terus berjalan maju. Kita akan tertinggal jika terus diam di tempat.

Bukan kegagalan melainkan pelajaran. Semuanya akan menjadi pengalaman berharga, bekal untuk hubungan mendatang yang lebih baik.

Pernah mengalami sakitnya patah hati membuat kita tahu, hati bukan untuk dipermainkan. Hati harus dijaga untuk kelak diberikan kepada orang yang tepat, jodoh terbaik yang Tuhan persiapkan bagi kita.

[Image: dream.co.id]

Baca Juga: Terima Kasih Mantan, Darimu Aku Belajar 7 Hal Penting untuk Masa Depanku



Bangkit dan mulailah kisah cinta baru.

Rayakan hari move on nasional!



Baca Juga:

Ketika Cinta itu Pergi, Percayalah yang Lebih Baik Akan Datang

Cinta Harus Memiliki. Jangan Buang Waktu untuk Mencintai yang Tak Dapat Kamu Miliki

Merasa Sepi dan Hancur setelah Patah Hati? Saya Mengusir Sepi dan Menata Diri dengan 7 Cara Ini



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Patah Hati Jangan Lama-Lama. Mari Move On dari #HariPatahHatiNasional, Isyana Masih Ada!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Davy Hartanto | @davyedwin

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar