Pasangan Berselingkuh, Duniamu Tak Harus Runtuh. Inilah 5 Cara Bertahan ketika Pasangan Tak Setia

Marriage

[Image: Cosmopolitan]

24.1K
Perselingkuhan seperti mimpi buruk bagi setiap hubungan. Tak ada yang mengharapkan perselingkuhan terjadi. Namun, bagaimana jika mimpi buruk itu akhirnya menjadi kenyataan? Selalu ada jalan untuk bertahan dan menyelesaikan masalah yang ada.

Seorang sahabat di grup penulis renungan keluarga mengirimi saya postingan Instagram seorang selebriti yang suaminya selingkuh. Isinya membuat saya kagum. Sang selebriti itu tidak baper. Sebaliknya, justru memperkuat bemper. Dia perkuat diri dan hatinya. Lewat doa.

Nah, jika pacar atau pasangan kita selingkuh, apa yang sebaiknya kita lakukan? Pertimbangkan 5 hal berikut:


1. Tenangkan Diri

Seorang nabi pada zaman dulu berkata, “Dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Saya setuju. Dengan menenangkan diri, kita bisa menguasi emosi. Tidak baper. Baper itu berbahaya karena emosi dan perasaan mengalahkan akal budi dan pikiran. Di saat kalut dan panik, kita bisa melakukan apa saja yang merugikan bukan saja orang lain, tetapi - TERUTAMA - diri sendiri. Buang jauh-jauh pikiran untuk bunuh diri. Diri kita jauh lebih berharga jika tetap hidup.

Banyak orang yang berani mati, namun yang jauh lebih heroik dan bermartabat sesungguhnya adalah yang berani hidup.

Jika emosi dan perasaan yang menjadi panglima, kita bisa kalah sebelum berperang dan perang yang paling sulit dimenangkan adalah perang menghadapi diri sendiri. Salah satu cara ampuh untuk menenangkan diri adalah berdoa.



2. Curhat kepada Tuhan

Tidak peduli apakah Anda wanita atau pria, menangis bisa menjadi salah satu katarsis yang menyehatkan. Ban yang dipompa terlalu kencang bisa meletus. Kurangi tekanannya dengan mengeluarkan beban yang berlebihan.

Curhat paling aman adalah curhat kepada Penasihat Ajaib, Tuhan kita. Menangislah di hadapan Tuhan … sampai lega. Apalagi, Guru Agung pun membuka tangan-Nya dan menawarkan oasis rohani, “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

[Image: ributrukun.com]

Saya pernah membaca bahwa saat air mata keluar, cairan alami dari tubuh itu justru membersihkan kornea kita. Di dalam arti yang lebih dalam, membuat cara pandang kita lebih jelas.



3. Introspeksi Diri

Ketimbang mencari tahu siapa selingkuhan pasangan kita, jauh lebih berharga jika kita menelisik ke dalam hati kita sendiri dengan pertanyaan ini: “Apa ada andil saya sehingga dia melakukan perselingkuhan?” Ingat, introspeksi diri tidak sama dengan menghakimi diri sendiri. Jika kita melakukan ziarah batin dengan jernih, tidak mengaduk-aduk air kolam yang sudah keruh, kita akan melihat dasarnya. Jika memang ada kesalahan - sekecil apa pun - yang kita buat, akui di hadapan Tuhan, minta ampun, dan bertekad tidak melakukannya lagi. Jika kesalahan ada di pihak dia, bagaimanapun sakit dan pedihnya, kita harus bersyukur karena bukan kita yang membuat relasi ini hancur.

Jangan biarkan hati yang hancur tambah lebur. Ucapan syukur adalah satu satu medikasi dan terapi jiwa yang paling manjur.

Baca Juga: 3 Nasihat tentang Relasi dari Mereka yang Pernah Bercerai



4. Ambil Keputusan

Bagian inilah yang tersulit, tetapi tetap harus kita jalani. Menghindari masalah justru membuat masalah baru, bahkan masalah yang lebih besar. Hadapi. Pikirkan masak-masak apakah kita akan memberinya kesempatan kedua atau memutuskannya.

Jika posisi kita masih dalam taraf pacaran, pilihan untuk putus bisa jadi pertimbangan. Mengingat kita pun bisa melakukan kesalahan - meskipun bukan perselingkuhan - apakah tidak memberi kans baginya untuk bertobat dan kembali ke kita. Namun, jika pilihan putus sudah diambil, jangan pernah menoleh ke belakang [apalagi masih stalking media sosialnya!]. Tindakan itu justru akan membuat kita terkenal self-pity sindrome. Sikap dan tindakan mengasihani diri sendiri merupakan virus yang sangat mematikan, bahkan menjadi tembok penghalang bagi relasi kita yang akan datang.

Jika sudah menikah, perceraian bukan pilihan utama. Jangan karena merasa kita telah salah memilih pasangan lalu bercerai dan mencari pasangan yang baru. Di portal RibutRukun ini saya pernah menulis curhatan berjudul “Salah Memilih Pasangan Hidup? Jangan Terburu-buru Bercerai, Pertimbangkan Solusi ini!” Jangan juga mencari musuh, apalagi dengan orang yang kita cintai, yang bahkan sampai sekarang pun bisa jadi masih kita cintai.

Ketimbang memperdalam jurang permusuhan, mengapa tidak memperluas telaga pengampunan?

Baca Juga: Adakalanya Mencintai Berarti Merelakan Yang Tercinta Hidup Bersama Orang Lain



5. Move On, Please

Saya ingat pertanyaan menggelitik ini. Mengapa gajah dewasa yang begitu perkasa tidak bisa melepaskan diri dari rantai kecil yang membelenggu kakinya, padahal rantai itu hanya diikatkan pada patok kecil yang dengan sekali hentak saja sudah dapat lepas?

Patok kecil itu bernama belenggu masa lalu.

Ketika masih kecil, kaki gajah itu diikat dengan rantai yang kuat dan dipasang pada balok beton. Seberapa kerasnya pun dia berusaha - bahkan sampai kakinya sakit dan berdarah - rantai itu tidak bisa lepas. Saat dewasa, meskipun rantai dan patoknya diperkecil, dia tetap tidak bisa melepaskan diri dari belenggu itu. Belenggu mental inilah yang membuat gajah dewasa tidak bisa melepaskan diri.

[Image: ributrukun.com]

Demikian juga dengan kita. Bagaimanapun juga, nasi sudah menjadi bubur. Pasangan kita sudah terbukti selingkuh. Move on, please! Lagu jadul Sue Thompson yang baper ini membuat saya tertawa geli:


He said he had to work so I went to the show alone. They turned down the lights and turned the projector on. And just as the news of the world started to begin, I saw my darlin' and my best friend walk in.

Though I was sittin' there, they didn't see. And so they sat right down in front of me. When he kissed her lips I almost died. And in the middle of the color cartoon I started to cry.

Sad movies always make me cry.

And so I got up and slowly walked on home. And Mama saw the tears and said, "What's wrong?" And so to keep from telling her a lie, I just said, "Sad movies make me cry."

Sad movies always make me cry.


Jika pasangan kita yang selingkuh tidak lagi mengasih kita, buat apa kita mengasihani diri sendiri? Bukankah jauh lebih baik - dan produktif - jika kita menata hati dan diri kita untuk menatap masa depan yang masih terbentang lebar bagi kita? Kita percaya, Tuhan yang kita kasihi akan menuntun langkah kita!



Baca Juga:

Suami Selingkuh: Bukan Cerai, 4 Hal ini yang Dilakukan Sahabat Saya untuk Menyelamatkan Pernikahannya

3 Jenis Keintiman yang Harus Dimiliki Pasangan untuk Menyelamatkan Hubungan dari Godaan Perselingkuhan

Perselingkuhan di Depan Mata: Diam, Tegur, atau Masa Bodoh?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pasangan Berselingkuh, Duniamu Tak Harus Runtuh. Inilah 5 Cara Bertahan ketika Pasangan Tak Setia". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar