Orangtua, Waspadalah! 3 Hal Ini Dapat Menghancurkan Masa Depan Anak-anak Kita

Parenting

11.3K
Beberapa anak remaja yang saya didik mengatakan bahwa saat ini mereka lebih mudah mendapatkan contoh-contoh yang negatif. Tak heran jika generasi bangsa ini lebih mudah meniru hal yang negatif pula.

Beberapa waktu yang lalu, kita dikejutkan dengan peristiwa pasangan muda-mudi yang melakukan perbuatan tak pantas di fitting room Mall ternama. Hal itu masih menyisakan pertanyaan dalam benak saya: Sebegitu beranikah anak zaman sekarang? Hal apa yang memengaruhi mereka sedemikan rupa sampai berbuat senekat itu di tempat umum? Tak kenal tempat, yang penting ada kesempatan? Sesederhana itukah?

Bila berkaca dari kondisi generasi bangsa kita dalam lima tahun terakhir ini, memang sepertinya cukup memprihatinkan. Salah satunya soal perilaku seksual. Baik itu di kalangan anak-anak remaja maupun orang-orang dewasa. Seks sudah bukan obrolan yang tabu. Perilaku seks bebas kian menjamur. Selain itu, ada begitu banyak kejahatan seksual yang terungkap. Sebagian besar pelakunya bahkan adalah anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Tentunya semua itu tak akan terjadi bila tidak ada yang memengaruhi pikiran dan nalar mereka, bukan?

Setelah saya renungkan, saya pun menarik kesimpulan bahwa tiga pengaruh inilah yang membuat generasi bangsa kita menjadi suram.


1. Perkembangan Zaman

Suka tidak suka, perkembangan zaman telah mengikis nilai asli budaya bangsa kita. Bila kita cermati dengan seksama, dahulu kala budaya kita ini cenderung mengekang, tetapi sekarang budaya itu terkikis hingga menjurus bebas.

[image: weheartit.com]

Ambillah contoh sederhana dari gaya berpacaran anak zaman sekarang. Dulu untuk melakukan PDKT saja, anak harus izin kepada orangtua. Mau mengungkapkan cinta rasanya minder kalau bicara langsung, alhasil digunakanlah sepucuk surat. Sekarang ini, hal-hal yang demikian nyaris tak dapat dijumpai lagi.

Perkembangan zaman membuat nilai kearifan lokal kita terkikis oleh hal-hal baru dan budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai bangsa kita. Terlebih lagi dengan adanya toleransi yang cukup besar terhadap perilaku seksual dalam kalangan anak-anak muda. Mereka menganggapnya sebagai kesempatan untuk mencoba hal-hal baru.

Baca Juga: Cegah Anak dan Remaja Anda Berbuat Mesum dengan 5 Langkah Efektif dan Teruji Ini!


2. Hilangnya Keteladanan

Generasi bangsa ini perlu melihat contoh yang baik. Namun keteladanan itu sudah menjadi hal yang langka hari ini.

Beberapa anak remaja yang saya didik mengatakan bahwa saat ini mereka lebih mudah mendapatkan contoh-contoh yang negatif. Tak heran jika generasi bangsa ini lebih mudah meniru hal yang negatif pula.

Sayangnya, orangtua tak lagi mampu menghentikan perilaku anak, karena mereka sendiri pun tak dapat memberikan contoh yang baik kepada anak-anak mereka. Tak ada lagi pola pengajaran yang mementingkan keteladanan.

Di tengah krisis keteladanan, anak-anak kita dijejali dengan tanyangan yang juga tidak memberikan contoh yang baik. Kisah-kisah publik figur di negeri ini menunjukkan kemerosotan moral. Kawin-cerai seolah-olah bukan aib yang perlu disesali, tetapi mereka justru tampak bangga dan bersyukur. Sikap mereka menunjukkan bahwa pernikahan sudah tak lagi menjadi hal yang harus diperjuangkan.

Tak hanya itu, menjamurnya tayangan, baik pada TV maupun film, yang mengandung unsur seksualitas telah menjadi pengaruh yang buruk bagi generasi bangsa ini. Anak-anak pun mudah untuk mendapatkan konten negatif di internet. Akhirnya, semua itu pun mendorong mereka untuk melakukan apa yang mereka lihat dan pelajari.

Baca Juga: Awas! 9 Perilaku Orangtua yang Terlihat Sepele ini Ternyata Dapat Memicu Kenakalan dan Bahkan Kejahatan Anak


3. Lemahnya Pendidikan dalam Keluarga

Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluargalah seorang anak pertama-tama mendapatkan didikan dan bimbingan. Keluarga juga dapat dikatakan sebagai lingkungan yang utama, karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga. Sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga. Namun akhir-akhir ini keluarga kian kehilangan esensinya. Jangankan mendidik, komunikasi dan tegur sapa saja semakin jarang terjadi dalam keluarga masa kini.

[image: www.gogeniusbaby.com]

Orangtua, kuat lemahnya hubungan personal dalam keluarga akan menentukan masa depan anak Anda. Saat anak tidak mendapatkan perhatian dan pendidikan yang cukup dalam keluarga, maka jangan salahkan mereka bila mereka mencarinya di tempat lain yang belum tentu baik.

Baca Juga: Orang Tua Gagap Laku : Bisa Menasihati, namun Gagal Memberi Teladan. Bagaimana Mengupayakan Perubahan?


Bila hal ini terus-menerus terlepas dari perhatian kita, bagaimanakah nasib anak-anak kita kelak? Sadarilah, tidak ada yang bisa menyurutkan arus perubahan zaman ini kecuali dimulai dari diri kita sendiri sebagai orangtua.


Baca Juga artikel-artikel yang dapat memberikan inspirasi bagi Anda dalam membimbing anak Anda:

Di Ruang antara Kesalahan Anak dan Respons yang Kita Berikan, Tanyakanlah 3 Hal Ini agar Disiplin yang Diterapkan Berdampak Baik dan Besar pada Anak

Pendidikan Seks yang Salah Kaprah Malah Akan Mendorong Anak Aktif secara Seksual. Orangtua, Hati-Hati!

Inilah Satu Kesalahan Fatal dalam Mendidik Anak yang Seringkali Menjadi Penyebab Utama Konflik Orangtua dan Anak

Menghukum Anak untuk Mendisiplinkan Mereka? Mayoritas Orangtua Melakukan Satu Kesalahan Fatal Ini

Orangtua, Jangan Lelahkan Diri dengan Mengatur Semua Perilaku Anak! Pilah dan Pilih yang Terpenting untuk Penerapan Disiplin yang Efektif


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Orangtua, Waspadalah! 3 Hal Ini Dapat Menghancurkan Masa Depan Anak-anak Kita". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Yoel Prasetyo | @yoelprasetyo

Yoel Prasetyo adalah pembicara publik dan pemerhati perkembangan anak, dan juga sebagai pengajar di sebuah yayasan. Berasal dari Solo saat ini tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar