Ajarlah Anak Bersyukur agar Tak Mudah Putus Asa. Ini Caranya!

Parenting

photo credit: hayataoki

4.5K
Ketika keputusasaan kian menghampiri kehidupan manusia, rasa syukur adalah pertahanan yang kokoh untuk melawan semuanya itu.

Ketika keputusasaan kian menghampiri kehidupan manusia, rasa syukur adalah pertahanan yang kokoh untuk melawan semuanya itu. Tanamkan rasa syukur ini pada anak-anak anda sejak dini. Bagaimana dan apa yang harus dilakukan?

Ajarlah mereka bersyukur

photo credit: University of California

Para orangtua bijaksana tidak hanya mendorong anak-anak mereka untuk menjadi anak yang pandai dalam studinya atau mengharapkan mereka untuk menjadi sukses dalam pekerjaan mereka di masa depan. Namun, orangtua yang bijaksana sejak dini mengajarkan anak-anak mereka untuk dapat selalu bersyukur di setiap waktu dan keadaan.

Bersyukur adalah hal yang sangat kecil tetapi besar pengaruhnya terhadap hidup. Seorang dengan rasa syukur di hatinya tidak hanya akan membangun kehidupannya, tetapi juga kehidupannya bersama orang lain, bahkan turut membangun kehidupan orang tersebut. Ucapan terima kasih yang diucapkan dengan tulus adalah kunci untuk membangun relasi dan membangun citra diri orang lain.

Seorang dengan rasa syukur di hatinya adalah kekuatan untuk menghadapi berbagai kondisi dan keadaan hidup yang jauh dari harapan yang diinginkan.

Karena sejatinya hidup ini memang sudah sangat sulit, seperti laut dengan ombaknya demikian kesulitan hidup tak mungkin tidak ada dalam hidup ini. Untuk itu, sebagai orangtua sangat penting bagi kehidupan untuk menanamkan hati yang penuh dengan ucapan syukur kepada anak-anak mereka.

Baca juga: Menjadi Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus, Ini Kekuatan dan Keunikan Kami

Memang rasa syukur bukanlah sesuatu yang dibuat-buat dan juga tidak mungkin untuk memaksakan anak-anak kita untuk berterima kasih kepada orang lain atau bahkan membuat mereka merasa bersalah karena tidak berterima kasih kepada orang lain. Ucapan syukur adalah ekspresi jiwa, jiwa yang sedang tertekan tidak mungkin mengucap syukur dengan tulus. Oleh sebab itu, perlu untuk memahami bahwa mengajarkan anak-anak kita untuk dapat menjadi pribadi yang selalu mengucap syukur adalah pekerjaan yang tidak mudah namun urgent untuk segera dilakukan.


Perubahan selalu dimulai dari orangtua

“Apapun yang kau kehendaki supaya orang lain melakukannya kepadamu, lakukanlah hal itu terlebih dahulu kepada orang lain."

Seperti seorang yang menjatuhkan sebuah bibit ke tanah yang baik, bibit itu akan menghasilkan buah yang baik juga. Demikian orangtua harus terlebih dahulu memberikan teladan kepada anak-anak mereka.

Baca juga: Bisakah Anak-anak Lepas dari Gadget? Bisa! Setahun Anak-anak Kami Hidup Tanpa Gadget. Ini Kisahnya.

Paul Lewis mengatakan “Tidak ada penilaian yang lebih besar pengaruhnya pada sistem penilaian anak-anak kita daripada hubungan yang mereka amati antara ayah dan ibu mereka” Jadi, seberapa besar perubahan yang kita harapkan, tergantung seberapa besar usaha kita dalam menanggapi sebuah perubahan di dalam kehidupan kita.


Memahami kebutuhan utama

Rasa syukur bukan timbul dengan sendirinya, orangtua harus dapat memahami kebutuhan agar anak memiliki rasa ucapan syukur yang besar dalam hidupnya.

Baca juga: Sebagai Anak Korban Perceraian, Inilah 4 Alasan Saya Bisa Tetap Bersyukur dan Percaya Diri

Orangtua harus memberikan penghargaan tertinggi terhadap setiap keadaan diri dan apapun yang diperbuat oleh anak-anaknya. Menurut Paul Lewis, ketika anak sudah merasa bahwa dirinya dihargai dan diterima, ia akan merasa leluasa untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan termasuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang-orang disekitarnya. Rasa dihargai dan diterima adalah kunci dari kebutuhan yang harus dipenuhi oleh orangtua terhadap anak.

Saya mengalami ketika rasa dihargai dan diterima oleh sebuah kelompok akan membangkitkan citra diri dan lebih dapat bersosialisasi dengan baik dengan orang-orang disebuah komunitas sosial apapun. Hal ini tentu meningkatkan rasa syukur dalam hati saya akan kondisi yang baik. Sehingga saya lebih percaya diri menghadapi kontak sosial dengan komunitas lainnya ataupun menghadapi kondisi yang sulit. Sebagai orang muda saya pun merasa perlu, demikian anak-anak kecil kita.

Memahami kebutuhan utama, orangtua juga harus dapat membedakan jenjang pertumbuhan anak.

Anak-anak, remaja dan pemuda memiliki kebutuhan mereka tersendiri, dalam hal ini saya akan membicarakan mengenai anak-anak serta remaja.

photo credit: shutterstock
Pada kategori anak-anak, orangtua harus dapat memberi waktu bermain bersama-sama anak-anak mereka.

Cobalah untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada anak-anak anda atas apa yang dia lakukan pada Anda. Jika anak-anak sudah SD, berikanlah mereka tugas-tugas kecil yang dapat ia kerjakan dan setelah itu berterima kasihlah kepada mereka atas apa yang mereka lakukan.

Pada kategori remaja yaitu pada tingga SMP maupun SMA, biasanya anak-anak memiliki sifat yang suka memusatkan segala sesuatu pada diri mereka sendiri. Ini membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Pada masa ini mereka mulai membuka cakrawala kehidupan mereka dan mereka dapat mulai melihat perbedaan-perbedaan antara diri mereka dan orang lain. Oleh sebab itu, selalu ajak mereka ngobrol dan dengarkan berbagai macam keluhan mereka. Jangan lekas menyalahkan mereka atas kesalahan apa yang mereka lakukan. Anggaplah mereka sahabat anda, lakukan pendekatan yang halus dan berikan mereka hadiah motivasi atau bahkan hadiah-hadiah material, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap rasa syukur di dalam dirinya.

Terpenting di antara yang deretan hal yang penting dari apa yang disyukuri oleh seorang anak adalah “Rasa syukur karena memiliki orangtua seperti Anda”.

Biarkanlah kalimat mutiara ini pertama kali terucap dari hati dan mulut anak anda. Kemudian jadikan momen ini untuk terus membangun kepribadian anak-anak anda.


Baca juga:

Gemar Belajar : Inilah 3 Hal yang Dilakukan Orangtua yang Membuat Saya Menikmati Belajar

Orangtua, Waspadalah! Predator Seksual Ada di Sekitar Kita. Kisah-Kisah Nyata Pelecehan Seks pada Anak Ini Buktinya

Orangtua, Waspadalah! 3 Hal Ini Dapat Menghancurkan Masa Depan Anak-anak Kita


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ajarlah Anak Bersyukur agar Tak Mudah Putus Asa. Ini Caranya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Rinaldy Anggara | @anggara

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar