'In a Relationship' Setelah Lama 'Single'? Perhatikan 5 Hal Ini untuk Hubungan yang Lancar Sampai ke Pernikahan

Singleness & Dating

[Image: echoparents.files.wordpress.com]

7.4K
Memulai hubungan baru setelah lama menjalani kesendirian bisa menjadi sebuah momok yang menakutkan dan membingungkan. Kadang, kebahagiaan usai melepas status jomblo rupanya sering membawa kita lupa diri. Butuh upaya keras dan kerendahan hati agar hubungan yang kita damba-dambakan sungguh dapat terwujud.

Saya mengendarai motor ke rumah sambil tersenyum-senyum bahagia. Acara nge-date bersama kekasih baru saja selesai dengan indahnya. Setelah sama-sama menjalani satu hari yang sibuk, tadi saya menjemputnya. Kami berdua mampir ke kios jus favoritnya. Sambil menunggu jus pesanan disiapkan, kami ngobrol santai dan sesekali bercanda. Saya bercerita tentang hari yang saya jalani, dan menanyakan bagaimana dengan hari yang Ia jalani. Selesai minum jus, kami beranjak ke sebuah garden cafe dan menikmati makan malam di sana. Di tengah-tengah makan, saya teringat tentang sebuah permasalahan yang saya temui di pekerjaan, lalu saya meminta pendapat kekasih tentang hal itu. Mulailah sebuah diskusi yang sehat dan menarik. And I love it! Di akhir percakapan, I made my point and she made hers. Hari semakin malam, waktunya saya mengantarnya pulang kembali ke kos. Seperti biasa, perjalanan pulang selalu dihiasi dengan obrolan-obrolan gak penting namun menggelitik. For me, it's a good day and a good date.


Well ...


I couldn’t be more wrong! Sampai di rumah, saya buka BBM. Ternyata kekasih memposting sebuah status dengan huruf kapital. Isi statusnya adalah cuplikan lirik lagu. Saya tidak menganggapnya serius, dan cuma mengirimkan komentar “Sabar, Yang. Sabar,” diikuti dengan emoticon *wink* sebagai tanda bahwa saya sedang bercanda. Tak lama kemudian, balasan masuk, “Lagi galau,” tulisnya. Wait, WHAT?! Kami baru saja selesai ngedate dan tidak ada kesan galau yang saya tangkap dari dirinya sepanjang waktu yang kami habiskan berdua tadi. Saya bingung. “Kenapa, Yang?” tanya saya sambil berpikir keras apa yang telah tanpa sadar saya lewatkan darinya tadi. Setelah itu, Ia bercerita panjang lebar lewat BBM tentang kegalauan dan beban yang sedang Ia rasakan. Saya membacanya sambil memutar adegan kencan kami di ingatan. Barulah saya sadar, betapa menyebalkan saya baginya malam itu!

It’s great to be in a relationship. Apalagi setelah lama menjomblo. Fiuh, finally!! Ada seseorang yang hadir eksklusif untuk diri kita, dan siap untuk mengenyangkan rasa ‘lapar’ dalam hati kita. Itu semua baik! Namun, kadang kebahagiaan usai melepas status jomblo rupanya sering membawa kita lupa diri. Seperti lirik lagu yang dinyanyikan Kunto Aji, saya "Sudah terlalu lama sendiri. Sudah terlalu lama aku asyik sendiri."



Sure, being single is okay. Bahkan, memilih untuk tetap single bisa jadi adalah sebuah keputusan yang sangat tepat! Ya, betul. Ingin tahu kenapa? Klik di sini untuk artikel saya tentang betapa indahnya being single. Tapi kini, fakta yang harus saya terima adalah: I am not single anymore, and I cannot afford to behave like a single person!

Nah, inilah 5 hal yang harus diperhatikan oleh para mantan jomblo tentang memulai hubungan baru setelah sekian lama menjalani kesendirian:


1. Belajar Mendengar

It’s always feels good to be heard. Apalagi semenjak hadir seseorang yang istimewa, tempat mencurahkan isi hati dan pikiran, yang selama ini hanya bisa dipendam sendiri.

Komunikasi adalah hal yang amat penting dalam sebuah hubungan, dan komunikasi harus berjalan dua arah. Ada waktunya berbicara, ada waktunya mendengar.

Pacar saya adalah orang yang lebih lihai mendengar daripada berbicara. Tanpa sadar, saya merasa terlalu nyaman dalam bercerita hingga kadang tak memberi kesempatan untuk mendengarkan pasangan. Jadi, bagaimana solusinya? Saya terapkan sistem kuota (memangnya cuma paket internet saja yang pake kuota? Hehehe). Bila saya merasa sudah terlalu banyak bicara, saya stop membuka mulut. Lalu, kecuali ada hal yang urgent yang ingin Ia bicarakan, saya minta Ia bercerita tentang harinya, keluarganya, pokoknya apapun tentang dia. Mungkin saya akan mendengar cerita yang berulang, atau bisa jadi malah tidak ada hal yang ingin diceritakan. That’s fine. Yang utama adalah telinga dan hati yang terbuka lebar dan siap mendengar setiap saat Ia hendak mencurahkan isi hati.


2. Stop Doing It My Way

[Image: viviane.co]

Saat memasuki usia dewasa, pola-pola hidup dan kebiasan sehari-hari kita sudah terbentuk. Kita sudah biasa doing something in our own way. Kita mandiri dan nyaman dengan gaya hidup single. Sebagian besar perhatian akan habis untuk diri sendiri, atau paling tidak, untuk keluarga sendiri. Pada saat memasuki sebuah hubungan, kebiasaan dan pola hidup single ini, tanpa sadar, berlanjut. Pada awal-awal berpacaran, saya tidak menyadari perlunya perubahan dalam pola hidup saya. Semua aktivitas dan kesibukan berjalan dengan biasa. Yang berubah hanyalah seminggu sekali keluar makan bersama dengan pacar dan percakapan rutin sebelum tidur dengannya. Rupanya ini jadi permasalahan! Untuk saya, keluar makan seminggu sekali dan percakapan malam hari is a big change in routine, tapi ternyata tidak untuk pacar saya. Baginya, keluar makan seminggu sekali tidaklah cukup, ucapan selamat pagi dan selamat malam via BBM tidaklah spesial. Menurutnya, kami butuh bertemu lebih banyak dan menghabiskan waktu berkualitas bersama-sama. Pada mulanya saya tidak paham apa maksudnya, namun lambat laun saya sadar: ini adalah perkara habit. Kebiasaan yang berbeda antara satu manusia dengan manusia yang lain. Dan kebiasaan ini tidak dapat diselaraskan secara otomatis. Saya beruntung karena kekasih saya ini orang yang terbuka untuk diskusi dan mau saling memahami. Setelah beberapa kali bertukar pikiran, kini kami mulai menjalankan pola hidup dan kebiasaan bersama.


3. Jadilah Kreatif!

[Image: deviantart.com]

Nah, karena sudah terbiasa ngapa-ngapain sendiri, praktis saya juga sering kagok saat pacaran. Apa yang harus dilakukan saat kekasih ngambek? Apa yang harus dikatakan saat kekasih sedang galau? Apa yang bisa membuat kencan kami lebih menarik? Pertanyaan ini terus muncul di benak saya. And frankly, I haven’t got a clue. Saya buta tentang menjalin sebuah hubungan, pengetahuan saya hanya sebatas norma-norma standar, seperti kejujuran-komunikasi-pengertian-dan seterusnya. Namun akhir-akhir ini saya sadari, inilah yang membuat sebuah hubungan jadi lebih otentik. Pada saat kita kehabisan akal untuk membahagiakan pasangan, di sana kita dituntut untuk berpikir lebih kreatif hari demi hari. Pada awalnya, saya hanya terpaku pada hal-hal yang relatif membutuhkan biaya. Semisal candle light dinner, berlibur ke luar kota, membelikan hadiah. Lama-lama tekor juga! Dari sana, saya memaksa diri untuk think out of the box. Ternyata banyak kok hal-hal kreatif dan romantis yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kehangatan sebuah hubungan. Pernahkah Anda coba mengejutkan kekasih dengan membawakan makan pagi di depan kos pada saat hujan deras? Atau menyusuri kawasan tambak di pinggiran kota sambil mencari spot wefie yang bagus? Mungkin kejutan kita tidak selalu akan berkesan baginya, namun bila kita sungguh-sungguh berusaha, pasti pasangan kita akan merasa spesial!


4. Kenali Bahasa Cinta Pasangan

[Image: deviantart.com]

Di dalam kehidupan, ada berbagai macam bahasa yang digunakan manusia untuk berkomunikasi. Namun, agar dua orang dapat berkomunikasi dengan baik, maka kedua orang tersebut harus saling mengerti bahasa yang digunakan dalam pembicaraan mereka. Perbedaan bahasa dapat menimbulkan kesalahpamahan dan jarak dalam hubungan. Begitu pula dengan cinta.

Tiap orang memiliki bahasa cinta yang berbeda. DR. Gary Chapman, seorang konselor pernikahan membagi bahasa cinta ke dalam 5 bahasa: perkataan yang membangun (words of affirmation), waktu bersama (quality time), hadiah (receiving gifts), melayani (acts of service), dan sentuhan fisik (physical touch).

Bisa jadi pasangan Anda menikmati semua tipe bahasa cinta di atas. Bila ya, Anda termasuk orang yang beruntung, karena akan ada banyak pilihan untuk menyatakan cinta pada pasangan dengan berbagai alternatif ‘bahasa’. Namun, ada juga orang yang cenderung mencintai dan baru akan merasa dicintai dengan bahasa cinta tertentu. Ayah saya misalnya, tidak terlalu suka dengan perkataan yang membangun. Ia lebih merasa dicintai dengan acts of service dan hadiah. Sedangkan Ibu saya, quality time adalah bahasa cintanya.

Memang tidak mudah untuk segera menebak apa bahasa cinta seseorang. Butuh trial and error. Jangan mudah menyerah! Itu kuncinya. Seberapa tertutup pun pasangan anda, suatu saat akan luluh juga bila Anda cukup tekun bereksperimen dengan berbagai bahasa cinta!

Kamu bisa klik di sini untuk mengetahui bahasa cinta kamu. Ajak pasanganmu untuk mengisi test yang sama. Selamat mengisi dan saling mengenal bahasa cinta masing-masing!


5. Beribadah Bersama

Wow, hey ... Klise sekali! Sabar dulu, Sob. Ini bukan klise kok. Selama beberapa waktu menjalani masa pacaran, saya menyadari bahwa di antara kami berdua banyak sekali terdapat perbedaan dan keterbatasan. Dan saya menyadari, seberapa keras pun saya dan kekasih berusaha, pasti suatu saat akan mentok juga. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya mengajak dia untuk beribadah bersama. Bukan sekedar menghabiskan waktu di tempat ibadah, lho! Tapi sungguh-sungguh mengajak pasangan menjalani ziarah spiritual bersama. Tujuannya? Simple, actually.

Akan ada saat-saat di mana salah satu dari kami akan merasa lelah dalam hubungan ini, bahkan bisa jadi kami berdua sama-sama lelah! Di saat itulah kami butuh sebuah perekat yang melampaui batasan duniawi. Kecantikan akan hilang, kekayaan akan berkurang, kesabaran akan habis, bahkan tidak mustahil perasaan cinta akan pudar. Inilah mengapa melibatkan Tuhan dalam hubungan menjadi sangat krusial.

Sebagai konselor, saya banyak menangani permasalahan rumah tangga yang retak oleh karena kekecewaan akan keterbatasan pasangan hidup. Bila hanya mengandalkan kekuatan manusia, hampir mustahil untuk bertahan. Akan tetapi bila kita sejak dini terbiasa untuk mencari Tuhan bersama dengan pasangan, niscaya akan ada kekuatan cinta Ilahi yang menutupi keterbatasan-keterbatasan yang ada dalam hubungan kita.


Memulai hubungan baru setelah lama menjalani kesendirian bisa menjadi sebuah momok yang menakutkan dan membingungkan. Butuh upaya keras dan kerendahan hati agar hubungan yang kita damba-dambakan sungguh dapat terwujud. Namun, jangan khawatir! Bila Ia memang orang yang tepat bagi kita, apa yang terlihat menakutkan dan membingungkan akan terasa nikmat dijalani. Selamat mencinta!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "'In a Relationship' Setelah Lama 'Single'? Perhatikan 5 Hal Ini untuk Hubungan yang Lancar Sampai ke Pernikahan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Yosua Agung | @yosuaagung

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar