Miliki Anak dengan Autism Spectrum Disorder, Begini 3 Cara Agatha Suci Jadi Ibu Penuh Inspirasi

Parenting

875
Do not compare your happiness to others. Find your own happiness and live in it. I found mine. -Agatha Suci-

Agatha Suci, begitu dia mengenalkan namanya, bagi saya dia adalah seorang artis ibu kota, penyanyi jebolan Indonesia Idol. Just it. Namun, rasa penasaran mulai membawa saya ke ruang pribadi kehidupan seorang Agatha Suci yang sebagian kecil terekam di posting-an Instagramnya maupun suaminya, Jeffry Thung.

Sepintas tidak ada yang aneh dengan foto-foto maupun video yang di-posting di akun Instagram Agatha Suci, dan boleh dibilang mereka adalah cerminan keluarga bahagia yang diidamkan banyak orang. Namun, semakin jauh saya membaca caption dan komentar di akun Instagram Suci, saya menjadi tahu mengapa di setiap foto maupun video yang di-share mata anak-anak Agatha Suci seperti tidak fokus pada lawan bicaranya.

Ya, anak-anak mereka mengalami ASD (Autism Spectrum Disorder) yang menurut informasi mesin pencariaan google, ASD adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Menjadi seorang public figure dan memiliki 2 orang anak berkebutuhan khusus, begini cara Agatha Suci menyingkapinya, dan membuat saya kagum dengan apa yang ia lakukan.


1. Bijak dalam membagikan postingan inspiratif

photo credit: Aura

Public figure, muda, cantik, dan memiliki anak berkebutuhan khusus bisa dibilang sebagai gambaran yang tepat bagi seorang Agatha Suci. Bagian yang saya suka dan respect dari akun Instagram seorang Agatha Suci seolah-olah berbicara, “Ok anak saya keduanya memang berkebutuhan khusus dan mereka butuh therapy, but its fine.” Karena sesungguhnya menerima keadaan yang bukan terbaik bagi anak-anak kita adalah hal yang menantang dilakukan oleh orang tua manapun. Tidak ada seorang pun yang pernah berpikir bahwa mereka akan dipercayai untuk membesarkan anak-anak berkebutuhan khusus.

Dan Agatha Suci mengemas pesan tersebut secara baik dan inspiratif melalui posting-an foto maupun video di Instagramnya. Beberapa komentar di foto/video yang memang sengaja saya baca, pasti akan ada yang berterima kasih karena dia menjadi tahu bahwa anaknya juga mengalami hal serupa dan ingin mencoba terapi yang sama. Selain itu, juga ada pula seorang ibu yang tadinya merasa putus asa, menjadi lebih bersemangat lagi karena merasa memiliki masih ada teman yang memiliki perjuangan sama. Bukankah ini sebuah langkah awal yang baik untuk menjadi saluran berkat-Nya?


2. Bijak dalam menanggapi komentar yang nyinyir

photo credit: YouTube

Nyinyir dan blow up tampaknya seperti sebuah kekuatan magis di pergaulan warganet dewasa ini. Ibu mana yang tidak akan naik pitam jika ada orang yang berkomentar nyinyir bahkan pedas terhadap anak-anaknya? Hanya bermodalkan sedikit informasi, mereka tidak akan segan untuk melontarkan pendapat yang negatif bahkan cenderung nyinyir. Tapi, jangankan membalas dengan nyinyiran yang lebih pedas ataupun pembelaan yang keras, Agatha Suci malah menanggapinya dengan adem, elegan dan tegas.

Kepala boleh panas, namun hati yang dingin akan mengurungkan perang. Begitulah seharusnya role model seorang ibu bagi anak-anaknya.


3. Bijak dalam mengartikan kebahagiaan

photo credit: cerpen

Kebahagiaan menjadi sebuah kata yang abstrak dan relatif untuk diartikan karena setiap orang memiliki faktor dan ukuran kebahagiaan masing-masing. Dengan media sosial yang semakin mudah diakses, hidup bukan lagi sebatas bisikan tetangga ataupun gosip arisan tapi menjadi lebih kompleks dengan adanya cuitan dan komentar warganet. Dan sebagai ibu muda yang aktif di media sosial, Agatha Suci mampu menularkan ideologi kebahagiaan yang bisa ditiru oleh siapa saja di luar sana.

"Do not compare your happiness to others. Find your own happiness and live in it. I found mine". Karena sejatinya kebahagiaan itu sendiri bukanlah sebuah pertandingan ataupun perbandingan. Jika ia pertandingan, maka siapakah lawannya? Dan jika ia perbandingan, maka apakah patokannya? Kunci kebahagiaan hanya satu yaitu bersyukur, ya kan?

Baca juga: Kisah Nyata: Ketika Kelembutan Hati Ibu Membebaskan Anak dari Jerat Narkoba

Kehidupan Agatha Suci hanyalah satu cerita dari sekian banyak ibu di luar sana yang bisa saya bagikan di laman ini. Dia bukanlah ibu yang paling sempurna namun hanya kebetulan saja kehidupannya menginspirasi saya. Saya yakin setiap ibu adalah yang terbaik bagi keluarganya, maka mari mulai menjadi bijak dalam mengelola media sosial kita. Agar tercermin sosok Ibu yang selalu memberikan kehangatan bagi anak-anaknya. Selamat Hari Ibu.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Miliki Anak dengan Autism Spectrum Disorder, Begini 3 Cara Agatha Suci Jadi Ibu Penuh Inspirasi". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Dian Rosania | @dianrosania

Karyawan swasta Penikmat kopi

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar