Merdeka atau Mati! 3 Pelajaran Berharga dari Para Pahlawan Kemerdekaan

Reflections & Inspirations

photo credit: kelas kita

2.1K
Tak hanya mengenang para pejuang kemerdekaan RI ini, ada beberapa hal yang jauh lebih penting yang bisa kita pelajari dari mereka.

Dengan bangga, kita warga Indonesia memperingati HUT RI setiap tanggal 17 Agustus. Upacara kita lakukan untuk mengenang dan menghargai jasa para pahlawan. Tak hanya mengenang para pejuang kemerdekaan RI ini, ada beberapa hal yang jauh lebih penting yang bisa kita pelajari dari mereka.


Merdeka dari mementingkan ego pribadi

photo credit: Rebel Circus

Saat seorang pejuang memutuskan untuk berangkat ikut berperang, mereka harus terlebih dulu melepaskan egonya. Mereka tak lagi bisa memikirkan kepentingannya sendiri, namun memikirkan kepentingan banyak orang, yaitu bangsa Indonesia.

Dalam kehidupan ini, apakah kita masih dikuasai oleh ego kita? Apakah setiap hal yang kita lakukan hanya berfokus untuk kepentingan diri sendiri? Saat kita memberikan sesuatu kepada orang lain, apakah itu karena kita ingin memberi dengan kasih, atau karena ingin dipuji atau “dilihat” oleh orang lain?

Sebagai contoh, saat seorang wanita melahirkan, ia tidak lagi memikirkan nyawanya, yang ia pikirkan adalah berjuang demi bayinya. Setelah melahirkan, tubuh wanita umumnya juga akan berubah, tidak seindah saat belum menikah. Ini semua adalah bentuk pengorbanan yang rela dilakukan wanita karena kasih. Wanita berhasil merdeka dari ego untuk memikirkan kesehatan dan kemolekan fisiknya.


Merdeka dari rasa takut yang menghantui

photo credit: pexels
1

Bukan hal yang mudah untuk berangkat berperang. Rasa takut tentunya menyelimuti, apalagi nyawa adalah taruhannya. Tetapi para pejuang Indonesia mampu mengalahkan dan membuktikannya. Jika pada saat itu mereka memilih untuk kalah terhadap rasa takutnya, kemerdekaan tak dapat kita nikmati sekarang.

Begitu pula halnya dalam kehidupan kita. Seringkali kita memilih untuk tidak melakukan sesuatu karena dihantui rasa takut. Takut gagal, takut salah, takut ditolak, dan lain sebagainya. Padahal seringkali hal yang kita takutkan tidak menjadi kenyataan.

Manusia juga suka takut menghadapi hal-hal yang sesungguhnya tak bisa dihindari, seperti takut menjadi tua atau takut menghadapi kematian. Daripada kita sibuk memikirkan hal-hal tersebut, lebih baik jika kita berfokus menjalani hidup sebaik-baiknya agar bermakna.

Baca juga: Kunci Kesuksesan: Sikap Positif dalam Situasi Terburuk. Narapidana ini Buktinya

Ketakutan lainnya seperti takut akan ketinggian, biasanya orang yang seperti ini tidak berani naik pesawat karena takut jatuh. Ada orang yang takut kehilangan, sehingga menjadi terlalu posesif dan hidupnya tidak tenang. Ada pula orang yang tidak berani untuk menawarkan produk yang dijualnya karena takut ditolak. Hasilnya? Tentunya lebih buruk daripada jika kita mencoba. Kita harus berani berjuang menghadapi segala rasa takut yang menghantui kehidupan kita. Hidup harus diperjuangkan, jangan kalah sebelum berperang!


Merdeka dari segala bentuk penjajahan

Tujuan utama dari para pejuang Indonesia adalah untuk memperoleh kemerdekaan, untuk melepaskan diri dari para penjajah. Dalam kehidupan kita, seringkali tanpa disadari kita masih terjajah. Bukan ditindas atau disiksa oleh bangsa lain, tapi oleh banyak hal-hal yang ada di dalam diri kita.

Apakah di dalam diri Anda masih ada sakit hati, iri hati, atau kebencian? Atau mungkin Anda tak bisa lepas dari alkohol, atau bahkan narkoba?

Seorang teman saya sejak kecil memendam sakit hati pada orang tuanya. Sebagai balas dendam akan sakit hatinya, ia melakukan hal-hal yang tidak baik. Ia bergaul dengan teman-teman yang salah, mabuk-mabukan, bahkan jatuh dalam narkoba. Hal itu dilakukan sebagai pelampiasan kebencian terhadap orang tuanya, ingin orang tuanya memperhatikannya.

Apa yang dilakukan teman saya menunjukkan bahwa dirinya masih dijajah oleh sakit hati dan kebencian, yang akhirnya merugikan dirinya sendiri. Jangan mau dijajah oleh sakit hati, kemarahan, atau pun iri hati. Lepaskan diri kita dari “penjajah” yang merusak kehidupan kita. Apakah kita mau mengalahkan sakit hati? Ataukah kita mau dikalahkan oleh sakit hati tersebut?

Baca juga: Merdeka? Belum Tentu, Bisa Saja Media Sosial Menjajah Kita! Bebaskan Diri lewat 4 Hal Ini

Hidup ini adalah perjuangan. Sepanjang kita masih bernapas, perjuangan tak akan ada akhirnya. Apakah Anda mau jadi orang yang merdeka? Pilihan ada di tangan Anda.

Jika pejuang Indonesia berjuang untuk mencapai kemerdekaan Republik Indonesia, Anda juga harus berjuang untuk memeroleh kemerdekaan dalam hidup Anda sendiri.

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Merdeka atau Mati! 3 Pelajaran Berharga dari Para Pahlawan Kemerdekaan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Melissa Setiawan | @melissaberlianna

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Marsdaniela Calestial | @marsdanielacalestial

Tulisan yang sangat membangun kita utk dapat belajar dari pahlawan yang tak kenal menyerah dalam memperjuangkan kemerdekaan,saatnya kita juga belajar untuk memperjuangkan hidup kt agar menjadi pribadi yang lebih bermakna utk Indonesia