Merasa Sepi dan Hancur Setelah Patah Hati? Saya Mengusir Sepi dan Menata Diri dengan 7 Cara Ini

Ex & Broken Hearts

photo credit: Odyssey

2.9K
Tak mudah menghadapi rasa patah hati. Di hadapan orang-orang lain, kita bisa jadi berpura-pura tegar atau malah sebalikya nampak hancur lebur. Namun, pada akhirnya rasa sepi menyapa. Inilah 7 hal yang saya lakukan untuk mengatasi rasa sepi sesudah patah hati.

Saat ini saya sedang merasakan kesepian yang aneh. Sebuah kesepian yang muncul hampir satu tahun menghadapi kesendirian setelah putus hubungan dengan kekasih. Kesendirian semacam ini tentu saja berbeda dengan kesendirian biasa. Kesendirian ini muncul setelah berakhirnya sebuah kebersamaan. Di dalam kebersamaan sebelumnya terdapat berbagai hal indah sebagai dasar untuk merasakan perasaan bahagia. Karena terbiasa merasakan kebahagiaan, ketika kebersamaan itu pergi, timbullah kesendirian dalam patah hati yang pahit.

Kesendirian dalam patah hati semacam ini tentu saja harus diperlakukan dengan cara yang khusus agar tidak membawa diri menuju hal-hal yang negatif.

Kemudian, saya mengingat kembali apa saja yang saya lakukan saat menghadapi kesendirian dalam patah hati itu. 7 Cara yang saya lakukan ini, mungkin bisa juga kamu coba, yang sedang melawan kesendirian.


Mengadopsi Hewan Peliharaan

photo credit: Cat Fur In My Coffee


Untuk mengusir kesepian, tentu saja dibutuhkan kehadiran seseorang. Ketika masa-masa awal patah hati, saya merasakan ada trauma yang mengganjal. Oleh karena itu, sebagai pilihan bijak saya memutuskan untuk mengadopsi kucing. Toh, ternyata dengan melakukan kegiatan seperti memandikan, memberi makan, dan memeriksakan kesehatan kucing membuat saya merasa senang dan sedikit melupakan sedihnya patah hati.


Pergi ke Tempat Baru

photo credit: YouTube

Ketika kekasih pergi, itu tidak berarti saya sepenuhnya sendiri. Saya masih mempunyai sahabat, atau sekadar teman biasa. Saat itu saya mengajak mereka untuk pergi berwisata menuju tempat baru yang jauh dari rumah. Sesampainya di tempat tujuan, muncul kekaguman atas alam yang tidak pernah dilihat secara langsung sebelumnya. Dengan itu, muncullah keengganan untuk melihat masa lalu yang pahit.


Pergi ke Tempat yang Sudah Lama Tak Dikunjungi

photo credit: Daniel Bamford

Terkadang ketika merencanakan sesuatu, tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Ada kalanya saya harus mengubah tujuan wisata menuju kota masa kecil untuk bertemu dengan sanak saudara.

Jika tujuannya adalah kampung halaman, maka melakukan perjalanan sendirian bukanlah masalah. Karena setibanya di sana, tentu saja akan disambut oleh sosok-sosok yang dirindukan.

Dengan suasana kekeluargaan dan persaudaraan klasik, bercerita kembali tentang masa kecil yang penuh dengan kenakalan perlahan-lahan akan mengubur cerita patah hati yang baru saja terjadi.


Fokus pada Rutinitas

photo credit: The Telegraph

Tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pergi jauh atau membeli sesuatu yang baru. Ketika baru patah hati, berusaha sajalah untuk fokus pada rutinitas. Saat itu, saya justru menuangkan emosiku pada tugas akhir yang sebelumnya sangat sulit untuk diselesaikan.

Saya membuang waktu-waktu malas yang biasa dipakai untuk bercengkrama dengan smartphone. Toh, orang yang biasa membuat saya dekat dengan smartphone kini telah tidak ada. Untuk sementara, menjaga jarak dengan smartphone untuk lebih fokus pada Tugas Akhir sepertinya tidak menjadi masalah. Benar saja, tidak membutuhkan waktu lama saya mampu menyelesaikan Tugas Akhir. Sekali lagi, patah hati telah saya perlakukan dengan bijak.


Mencoba Sesuatu yang Baru

photo credit: Anything Over Ice

Terkadang melakukan aktivitas seperti biasa terasa membosankan. Kebosanan itu nantinya bisa saja justru membuat kita menjadi tidak produktif. Cobalah sesuatu yang baru.

Beberapa waktu setelah patah hati, saya tertarik untuk masuk ke dunia Stand Up Comedy. Berkumpul dengan beberapa komika baru maupun yang berpengalaman. Dari pertemuan itu, saya senantiasa belajar hingga akhirnya memberanikan diri untuk naik panggung. Berada di atas panggung, menerima tawa bahagia dari penonton dengan mudah mengusir kejenuhan atas aktivitas rutin dan sekaligus mengusir kegelisahanku atas patah hati.


Mencari Seseorang yang Baru

photo credit: Slism

Jika trauma akan menjalani hubungan telah berkurang, mungkin sudah waktunya untuk mencari seseorang yang baru. Mungkin saja di tempat baru akan bertemu seseorang yang mencuri perhatian. Kalau sudah begitu, jangan menutup diri untuk kembali jatuh cinta. Memberanikan diri untuk kembali menjalin hubungan. Dengan begitu, seiring berjalannya waktu patah hati akan tergantikan dengan perasaan berbunga-bunga. Kembali melihat ukuran bulan yang tiba-tiba membesar atau tersenyum hanya karena mendengar suara kipas angin.

Menikmati jatuh cinta yang baru adalah hal terbaik untuk mengusir patah hati.


Mencari Seseorang yang Lama

photo credit : google

Ketika melakukan pendekatan terhadap orang baru, mungkin saja akan timbul ketidaksukaan pada diri kita karena berbagai alasan. Mungkin saja karena alasan kenyamanan, atau karena merasa orang baru itu berbeda dan tidak lebih baik dari orang lama. Kalau begitu, meneruskan pendekatan tentu saja tidak baik untuk kesehatan jiwa. Coba hubungi teman-teman lama di mana kita bisa menunjukan diri kita apa adanya. Berada di lingkungan yang membuat kita nyaman tentu baik untuk diri kan?


Saat ini saya tidak lagi merasakan kesepian. Setelah berhasil menghadapinya seorang diri, kini seseorang datang dan menemani saya. Sambil duduk di sebuah coffee shop, kami mulai membicarakan pesanan catering untuk hari bahagia itu. Bersiap mengupayakan kebahagiaan baru dalam tahap hubungan selanjutnya pada jenjang pernikahan.

Saya bisa mengusir sepi dan menata diri untuk relasi yang baru. Kamu pun pasti juga bisa!


Buat kamu yang lagi berjuang untuk bangkit dari patah hati, tulisan-tulisan ini akan mencerahkan hari dan membangkitkan semangatmu :

Ketika Cinta itu Pergi, Percayalah yang Lebih Baik akan Datang

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan? Jangan Putus Harapan! Bangkit dan Tata Masa Depan dengan Lima Langkah Ini

Cinta Perlu Pengorbanan Bukan Kebodohan! Jangan Berkorban tanpa Memikirkan Kebahagiaanmu


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Merasa Sepi dan Hancur Setelah Patah Hati? Saya Mengusir Sepi dan Menata Diri dengan 7 Cara Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


BACA JUGA

Nicko Aditya | @nickozainnanda

Ah, hanya seorang pencerita saja.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar