Menjadi Istri Kesayangan dan Kebanggaan Suami, Ini 4 Rahasianya

Marriage

[Image: Huffington Post]

43.2K
"Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri." - Salomo

Bagaimana istri yang cerdas mengelola keluarga?


Ada 4 kecerdasan yang harus dimiliki istri untuk mengelola keluarga dengan baik. Begini caranya menurut Salomo, orang paling cerdas dan kaya sepanjang masa:



1. Cerdas Berkomunikasi

“Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya. Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.”

Pertama, berbicaralah dengan suami Anda dan bukan tentang suami Anda | Jika Anda bicara dengan suami Anda itu artinya mengobrol, namun jika Anda bicara tentang suami Anda, itu artinya Anda mengobrolkannya di belakang punggungnya.

Kedua, jangan cerewet dan suka bertengkar | “Better to live in a desert than with a quarrelsome and nagging wife.” Adalah lebih baik hidup di padang gurun daripada dengan istri yang suka mengomel alias cerewet.

Ketiga, menahan diri | Intinya, dengarkan dulu, tunda untuk bereaksi. Klarifikasi, kata kuncinya.


Jangan responsif sebelum situasi kondusif

Saat suami lelah, lapar dan mengantuk jangan membuatnya suntuk dengan laporan keluhan harian, apalagi langsung menyemprotnya dengan hal-hal yang bisa membangkitkan amarahnya. Bukankah lebih baik menyambutnya dengan senyuman dan ciuman? Saya melihat kakak saya, setiap melihat Papa pulang kantor dalam kondisi lelah, dia langsung memijiti leher dan punggung Papa saya sehingga rileks.

[Image: thetalko.net]

• Jangan berasumsi sebelum melakukan klarifikasi: Jangan cepat curiga sebelum ada data atau fakta

“Pa, kamu pakai handukku, ya?” teriak istri saya dari jemuran di belakang.

“Nggak! Aku pakai handukku sendiri kok,” ujar saya membela diri.

Ternyata setelah saya cek, saya memang memakai handuknya. Kok bisa? Begini ceritanya. Handuk saya jemur di deretan paling depan. Oleh istri saya, handuk itu dipindahkan ke deretan belakang sedangkan handuknya sendiri dia taruh di tempat yang semula saya pakai untuk menjemur handuk saya. Lampu di halaman belakang rumah saya kurang terang. Akibatnya, saya tidak bisa membedakan antara biru muda - handuk saya - dengan merah muda - handuk istri saya - sehingga salah ambil. Setelah tahu duduk persoalannya, kami tertawa bersama.

Baca Juga: Jangan Terlalu Cepat Menghakimi Pasangan, Inilah 5 Bahaya dan 5 Solusinya


• Jangan menuding sebelum duduk bersanding: Semuanya bisa dibicarakan dan bukan dipertengkarkan.

Bukankah jauh lebih baik jika kita ngeteh atau ngopi dulu sambil membicarakan hal-hal ringan dan menyenangkan? Jika hidup terlalu serius, nyawa mudah putus!

Baca Juga: Inilah Pembunuh Relasi Nomor Satu. Simak dan Hindari, Niscaya Hubungan Akan Harmonis Selamanya



2. Cerdas Berelasi

"Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya."

Kuncinya: terima suami apa adanya dan bukan ada apanya. Hindari 'transactional love'.

Ganti kasih ‘jika’ dengan kasih ‘walaupun’:

“Jika engkau mengasihiku, maka aku juga mengasihimu.”
“Walaupun engkau tidak mengasihiku, aku tetap mengasihimu.”

Pertama, hindari bertengkar karena masalah sepele | Masalah sepele tidak layak untuk diperjuangkan, apalagi dipertengkarkan. Mengapa? Karena akan membuat kita kehilangan kesempatan membahas masalah yang lebih penting. Jadi gagal fokus, deh!

Kedua, ketimbang mengubah suami lebih baik mengubah diri sendiri | Seorang istri yang bertahun-tahun mencoba mengubah suaminya akhirnya bosan. Dia mengubah strategi. Saat dia berubah, suaminya ikut berubah. “Terima kasih, Pak Xavier, atas nasihatnya,” ujar istri itu sambil membawakan saya pisang. Rezeki wkwkw.

Ketiga, terima kesalahan suami dan kesalahan Anda sendiri serta hadapi bersama-sama | “Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.”

[Image:pinterest]
Saat pasangan melakukan kesalahan, pelukan dan tepukan di punggung jauh lebih efektif. Saling menyalahkan tidak ada gunanya. Kita justru bertambah lemah dan musuh bertambah kuat.

Baca Juga: Bukan Perselingkuhan, Namun Tak Kalah Hebat Menghancurkan Hubungan. Atasi sebelum Terjadi!


Kenali dan hindari ‘hot button’ suami

Sahabat saya, Yenny, paling tidak suka jika disebut ‘grusa-grusu’. Namun, apa yang tidak disukai oleh suaminya? Saya belum sempat tanya ... hehehe ...

• Sampaikan kesalahan suami dengan jujur

Benci kesalahannya, kasihi orangnya, sampaikan dengan lemah lembut. Pasangan kita bukan ahli nujum.

• Jangan sedikit-sedikit dimasukkan ke hati

Jadi istri jangan mudah baper, caper, lebay [alay]. Terima masukan pasangan dengan lapang dada.

Baca Juga: Biarkan Orang Berkata Apa, Kurangi Ribuan Pertempuran Tak Perlu, Jadilah Bahagia! Ini Teknik Cerdasnya



3. Cerdas Berkolaborasi

“Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.”

Kuncinya: Bersinergi!
[Image: kelownanow.com]

Pertama, memberinya kehangatan | “Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.” - St. Paul

Kedua, menjadi pendamping di saat suka maupun duka | “Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.”

Ketiga, beri kesempatan bagi suami untuk mempunyai ‘me time’ | “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” St. Paul

Me time untuk devosi dan menyucikan diri.

Me time untuk evaluasi dan mengembangkan diri.

Me time untuk hobi dan memanjakan diri.

Baca Juga: Fenomena Suami Kesepian: Bukan Sekadar Seks, Inilah 6 Hal yang Dapat Dilakukan Istri untuk Mendampingi Suami



4. Cerdas Berinvestasi

“Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.”

Kuncinya: rajin dan cerdas mengelola uang.

Pertama, jadilah istri yang realistis dan bukan idealis |“Siapa mendapat istri, mendapat sesuatu yang baik, dan ia dikenan TUHAN.” Istri yang baik tidak memaksakan keinginannya tanpa melihat kemampuan suami untuk memenuhinya. Seorang sahabat mengirimi saya tulisan menarik. Orang stroke ternyata disebabkan oleh kesenjangan yang sangat lebar antara strook gaji suami dengan strook belanja istri. Wkwkwk.

Kedua, jadilah istri yang rajin | “Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya. Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.” Saya menulis di RibutRukun tentang Veronika Tan, istri Ahok, yang mempunyai kebiasaan bangun pagi dan rajin mengurus rumah tangganya.

Ketiga, jadilah istri yang pandai bekerja | “Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang.”

Baca Juga: Suami Selingkuh, Istri Cerdas Bertindak Realistis. Begini Strategi Teman Saya Mengatasi Perselingkuhan Suaminya


• Ibu rumah tangga pun bisa mencari nafkah

[Image: purewow.com]

Seorang sahabat saya di Sydney membantu suaminya dengan jualan barang bekas via eBay. Dia mampu bekerja tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai istri dari suami dan ibu bagi anak-anak. Bisnis online tampaknya cocok untuk zaman sekarang.


• Menyimpan untuk masa depan

Seorang suami di-PHK dari kantor karena pengurangan tenaga kerja. Istrinya justru mendorongnya untuk menulis. Uang belanja? Ternyata sang istri sudah menabung. Suaminya sukses jadi penulis.


• Mempersiapkan diri saat terpaksa harus hidup sendiri

Tidak seorang istri pun menginginkan sang suami dipanggil Tuhan lebih dulu. Namun, jika hal itu terjadi, istri yang cerdas sudah mempersiapkan diri.

Baca Juga: Single Parents: Segenap Hati Mencintai di Tengah Keterbatasan Diri


“Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.”

- Salomo



Baca Juga:

Satu Rahasia Menaklukkan Pria yang Harus Diketahui Wanita

Wanita, Sering Mengalami Kesulitan Memahami Pria? Inilah 3 Rahasia Pria yang Perlu Kamu Tahu

Peran Wanita dalam Relasi dengan Pria: Dijajah, Menjajah atau Adakah Pilihan Lain?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Menjadi Istri Kesayangan dan Kebanggaan Suami, Ini 4 Rahasianya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar