Mengapa Wanita Berani Berselingkuh? Inilah 3 Penyebab Utamanya

Marriage

photo credit: sunny923

44.3K
Fenomena wanita berselingkuh di zaman sekarang ini pun sepertinya sudah tak aneh lagi didengar. Tiga faktor ini disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya perselingkuhan bahkan hingga perceraian.

Jika selama ini kita sering menjumpai para pria atau suami berselingkuh, karena ada “pancingan” yang menarik, tak lain adalah sesosok wanita yang memiliki daya pikat tersendiri bagi si pria tersebut, bukan? Oleh sebab itu, entah pria atau wanita yang terlebih dulu memulainya, terkadang hubungan gelap menjadi tak terhindarkan.

Fenomena wanita berselingkuh di zaman sekarang ini pun sepertinya sudah tak aneh lagi didengar. Tiga faktor ini disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya perselingkuhan bahkan hingga perceraian.


1. UUD: Ujung-Ujungnya Duit

photo credit: First

Seorang teman bisnis saya menceritakan kisah pilu yang menimpa keadaannya saat itu. Dulu saat pertama kali menikah, dia sedang mengembangkan bisnis hingga lambat laun usahanya semakin berkembang dan secara ekonomi kehidupan rumah tangganya pun meningkat. Namun ketika bisnisnya mulai mengalami kebangkrutan dan satu persatu hartanya mulai lenyap ditambah dengan banyaknya hutang yang harus dilunasi, membuat kehidupan keluarganya menjadi 'oleng'.

Sebagai seorang suami yang sedang mengalami kejatuhan finansial, tentunya membutuhkan support dari seorang istri. Tetapi apa daya, yang terjadi justru sebaliknya, caci maki dan hinaan istri yang menganggap suami tidak pintar dalam mengelola bisnis membuatnya semakin terpuruk. Maka ketika sang istri kabur meninggalkan dirinya dan lari kepada pria yang lebih mapan, dia tak dapat berbuat apa-apa.

Memang, sebagai seorang kepala keluarga tentunya tanggung jawab keuangan ada di pundaknya. Tetapi bukan berarti istri tak bisa bekerja untuk membantu menopang ekonomi keluarga. Bahkan ketika penghasilan yang diperoleh istri lebih besar dari suami pun, tak seharusnya orang ketiga hadir dalam kehidupan rumah tangga, seperti tulisan saya sebelumnya

Baca Juga : Suami Tampan dan Mapan Bukan Jaminan Istri Tak Selingkuh. Tak Percaya? 3 Kisah Nyata Ini Buktinya

Masih ingatkah kita dengan janji pernikahan yang pernah kita ucapkan di hadapan banyak orang dan terlebih-lebih di hadapan Tuhan? Ketika kita berjanji untuk setia, baik suka maupun duka, apakah itu hanya berlaku untuk jangka waktu dan situasi tertentu saja? Tentu tidak! Kasih mampu menutupi segala kesulitan, ketika kita mau dan bersedia menerima pasangan kita dalam keadaan apapun baik kaya atau miskin.

Berselingkuh dengan orang yang lebih mapan bukanlah solusi yg tepat. Ini hanyalah alibi untuk menemukan kenyamanan hidup dengan cara instan. Hanya istri yang bijaklah yang mau dan mampu untuk bergandengan tangan menghadapi segala sesuatu yang terjadi bersama suami.


2. HTM: Hati Tak Menyatu

Punya suami yang tampan dan kaya ternyata tak selalu membuat istri setia.

Ketika pagi tiba, suami yang selalu disibukkan dengan urusan pekerjaan sudah harus berangkat ke kantor, sementara istri cantik ini mempersiapkan diri untuk mengantar anaknya ke sekolah. Untuk mengisi waktu kosong sembari menunggu jam pulang sekolah tiba, maka sang istri menghabiskan waktunya ke gym agar tubuh tetap ideal dengan bimbingan instruktur handal.

Hari demi hari, intensitas pertemuan dengan instruktur yang berperawakan gagah perkasa ini semakin meningkat. Tak hanya di jam latihan saja, namun selesai olahraga pun mereka masih menyempatkan diri untuk ngopi bareng di mall. Berawal dari nongkrong rame-rame, akhirnya keterusan hingga berduaan saja. Mulai dari membicarakan hal yang ringan, hingga curhatan yang menyentuh hati pun tak terelakkan.

Merasa menemukan sosok yang tepat dan bisa menjadi tempat membuat hati semakin nyaman berelasi dengannya, apalagi ditunjang dengan kesamaan hobi yaitu olahraga bersama. Bertahun-tahun kemudian, perselingkuhan ini mulai terungkap, wanita ini justru lebih memilih lari ke pelukan PIL (pria idaman lain) ketimbang mempertahankan pernikahannya dengan suami, dengan alasan sudah tidak cocok lagi.

photo credit: Redbook

Bila merasakan ketidakcocokan setelah menikah, mungkin saatnya kita mengevaluasi diri bersama pasangan, duduk bersama untuk membuka telinga dan hati kita agar relasi dalam pernikahan kita tetap bertahan dan semakin bertumbuh mekar. Tak perlu segan bila harus merekonsiliasi hubungan dengan pasangan dan membangun kembali dari awal bahtera rumah tangga yang sempat hancur demi kebahagiaan bersama.

Mungkin diperlukan pula kesamaan dan kecocokan yang dulu pernah menggetarkan jiwa dipupuk lagi untuk mengisi ruang hati kita yang pernah kosong, agar hati kita kembali menyatu dengan pasangan, bukan dengan PIL/WIL.

Baca juga: Pasangan Berselingkuh, Duniamu Tak Harus Runtuh. Inilah 5 Cara Bertahan ketika Pasangan Tak Setia


3. BMW: Bawaan Mewah Wanita

photo credit : luxury lifestyle

“Loh, suamimu mana say?” tanya saya kepada teman saya yang selalu berpenampilan glamour tiap kali bertemu dimana pun. Dia menoleh dan menunjukkan jarinya pertanda bahwa suaminya masih berjalan jauh tertinggal di belakangnya. Entah ada unsur kesengajaan atau tidak, tiap kali ketemu dia selalu berjalan sendiri mendahului suaminya, sementara suaminya yang sering berpenampilan sederhana sambil menggandeng anak-anaknya mengikuti arah istrinya berjalan.

Tak lama berselang beberapa hari, saya kembali bertemu dengannya, namun kali ini dia berjalan mesra dengan seorang lelaki yang berpenampilan necis layaknya pasangan harmonis. Karena penasaran, akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya. Tanpa basa basi dia mengungkapkan bahwa lelaki tersebut adalah rekan kerjanya di kantor yang selama ini membuat dia bersemangat untuk bangun pagi dan cepat berangkat kerja.

Sama-sama punya penampilan modis dan pekerjaan elite yang rutin dikerjakan bersama semakin menumbuhkan benih-benih cinta di antara mereka. Sedangkan suaminya yang tiap harinya membuka depot makanan sambil mengurus anak di rumah tak mampu mengimbangi gaya hidup istrinya yang serba mewah.

Saya sebagai wanita bersuami, sangat menyayangkan jika peran istri/suami terhadap keluarga terabaikan hanya gara-gara PIL/WIL. Terlalu banyak waktu dan tenaga yang kita buang percuma bila fokus hidup kita hanya demi kenikmatan diri saja, tanpa memikirkan dampaknya bagi keluarga.

Ketika kita menentukan standar hidup pribadi yang terlalu tinggi tanpa mempertimbangkan kehidupan keluarga yang layak, di situlah letak awal kita jatuh dalam perangkap memanipulasi diri.

Kita bertindak seolah-olah sudah melakukan yang terbaik untuk keluarga dengan alasan bekerja demi membantu meringankan beban suami atau mencukupi kebutuhan keluarga, namun pada kenyataannya, yang dikejar tak lain adalah kepuasan diri sendiri.

Baca Juga : Suami Selingkuh, Istri Cerdas Bertindak Realistis. Begini Strategi Teman Saya Mengatasi Perselingkuhan Suaminya

Itulah 3 faktor, wanita akhirnya berpaling dan mengakhiri pernikahan. Semoga tiga penyebab di atas tidak menjadikan kita, sebagai wanita gelap mata. Karena sesungguhnya, kebahagiaan yang didapatkan pun hanya sementara dan akan berakhir pada sesal semata.



Anda yang sedang memperjuangkan keutuhan rumah tangga, artikel berikut ini bisa memberi inspirasi.

Selingkuh itu Indah? Inilah Sisi-Sisi Gelap yang Seringkali Tak Terungkap

Merasa Salah Memilih Pasangan setelah Menikah? Inilah 5 Penyebab Utamanya

How to Make Our Families Great Again? Runtuhkan 5 Tembok Penghalang Kebahagiaan Keluarga Ini

Jangan Biarkan Orang Ketiga Merusak Relasi. Bangun Hubungan dengan Mengingat Tiga Hal Ini



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mengapa Wanita Berani Berselingkuh? Inilah 3 Penyebab Utamanya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Lany Inawati | @lanyinawati

seorang ibu rumah tangga yg sedang berbagi waktu untuk bekerja dan mendidik anak sembari menulis agar bisa menjadi berkat bagi banyak orang #bighug

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar