Pria Menggantungkan Hubungan, Layakkah Diberi Kesempatan?

Love & Friendship

[Photo Credit: Portland Photographer]

3.5K
Kira-kira apa yang menjadi pikiran para pria, ketika dia belum menyatakan cinta, belum “nembak” dan membuat relasi itu menjadi resmi?

Emang enak digantungin? Tentu bukan baju yang digantung di jemuran, tetapi hati yang digantung karena sang pria tidak segera menyatakan cinta kepada pujaan hatinya. Tidak sedikit pria dan wanita yang sudah dekat selama bertahun-tahun, tetapi tidak ada kejelasan status di antara mereka. Teman tapi mesra, hubungan tanpa status, atau apa pun istilah lainnya.

Memang hal ini bisa kita lihat secara positif, karena dia masih belum mantap jadi tidak perlu terburu-buru, daripada asal "nembak” tetapi ternyata nanti gagal. Iya sih, tetapi tentu bisa terlihat negatif juga, karena kalau memang belum resmi kenapa relasinya sudah seperti seorang kekasih, yang tentu bisa membuat tidak nyaman salah satu pihak atau bahkan keduanya.

Kira-kira apa yang menjadi pikiran para pria, ketika dia belum menyatakan cinta, belum “nembak” dan membuat relasi itu menjadi resmi?



"Aku belum siap serius"

photo credit: HighRated

Ada banyak orang yang memang belum siap untuk melangkah ke relasi yang lebih serius. Dengan alasan masih ingin menikmati masa muda, punya banyak teman, dan juga menikmati kebebasan. Akhirnya relasi hanya berjalan untuk memenuhi kebutuhan akan adanya seseorang yang dekat, tetapi tetap bukan menjadi yang paling spesial. Secara perasaan, memang tahu sama tahu kalau saling mencintai, tetapi belum dirasa perlu status resmi karena bisa membatasi kebebasan. Hal ini dipilih karena kadang memang bisa lebih nyaman, tidak ada komitmen yang harus diambil, dan masih bebas untuk berelasi dengan orang lain, bahkan dengan lawan jenis.

Sebuah relasi yang tidak serius, akan sulit untuk meminta komitmen, dan tentu itu bukan sesuatu yang baik. Karena tidak akan ada tujuan yang jelas, jangankan berbicara tentang pernikahan, karena jadian saja masih entah kapan. Relasi ini lama-lama bukan hanya membosankan tetapi juga akan bermasalah.

Karena itu, para wanita harus menanyakan keseriusan dari pria yang mendekatinya, apakah memang ingin menjalin relasi yang serius atau tidak? Kalau belum serius ya lebih baik jaga jarak dulu, membuat batasan yang jelas, dan bahkan berani mengakhiri relasi semacam ini.

Baca Juga: Wanita, Jangan Sampai Menjadi Korban PHP! Inilah 5 Tanda Pria Tidak Serius Menjalani Relasi



"Aku tidak berani"

photo credit: Love Aroma

Tenyata tidak semua pria bisa dengan mudah menyatakan cinta. Karena itu para wanita jangan senang dulu ketika ada seorang pria yang dengan cepat “menembak”, karena bisa jadi dia memang sudah sering mengatakan cinta, sehingga hal itu akan terucap dengan mudah, dan bukan keluar dari lubuk hati terdalam. Tetapi bagi orang yang belum berpengalaman, sebuah pengalaman pertama tentu tidak akan mudah, perlu mengumpulkan nyali dan juga mempersiapkan hati untuk menerima jawaban yang diberikan. Belum lagi kalau orang itu juga pemalu, pendiam dan bahkan minder, pasti akan lebih sulit lagi untuk menyatakan cinta.

Baca juga: Tanpa Kata, Taklukkan Hatinya. Ini Pengalaman Saya

Kalau memang hal ini yang terjadi, wanita boleh sedikit aktif dan menolong pria untuk berani. Tentu bukan “menembak” langsung, meskipun boleh juga sih kalau relasi memang sudah berjalan lama dan tahu kalau dia memang serius. Tetapi bisa dicoba dengan memberikan “pancingan,” menanyakan keseriusannya, apa yang menjadi rencananya ke depan dan bagaimana dia melihat relasi yang sudah berjalan ini. Tentu perlu waktu untuk memupuk keberanian, tetapi kalau memang siap mengambil komitmen, seharusnya dia akan mau berjuang dan menjadi lebih baik.

Baca Juga: Boleh Nggak Sih Wanita Nembak Duluan?



"Aku bingung memilih"

photo credit: Huffington Post

Di dalam satu waktu yang sama, sering kali ada beberapa orang yang memikat hati. Tentu hal ini baik ketika memang masih dalam masa memilih, dan belum ada komitmen lebih serius. Tetapi yang sering terjadi adalah ketika sudah masuk dalam tahap pendekatan yang serius, ternyata masih ada banyak orang yang didekati. Bisa jadi ada pemikiran untuk berjaga-jaga, kalau seandainya ditolak, masih ada orang lain yang siap menerima. Lebih parah lagi kalau dia belum menyatakan cinta, karena ternyata sudah memiliki pacar, tetapi mungkin sedang ada masalah ataupun merasa tidak cocok.

Itulah sebabnya ketika relasi sudah mengarah ke hubungan yang lebih serius, perlu dilakukan proses investigasi yang serius juga. Bukan karena curiga, tetapi supaya kita bisa menjadi lebih yakin.

Tidak sedikit yang bukan hanya ketika masih pacaran, tetapi ketika sudah menikah baru tahu kalau pasangannya ternyata sudah memiliki istri dan anak. Hal ini bisa dilakukan dengan meminta bantuan orang lain yang cukup mengenal dia, ataupun meminta keterbukaan dari si pria secara langsung untuk bercerita tentang hidupnya, dan memastikan kalau memang tidak orang lain yang saat ini juga menjalin relasi dengan dia.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah Pilih Jodoh, Jangan Juga Terlalu Pilah-Pilih. Pertimbangkan 3 Hal Ini Saja!



"Aku masih mendoakan"

Bagaimana kalau sudah serius, punya keberanian dan tidak memiliki wanita lain di hatinya, tetapi dia masih belum juga menyatakan cinta? Mungkin karena dia tidak mau salah melangkah, merasa belum waktunya, dan mungkin masih mendoakan apakah si wanita adalah jodoh terbaik yang Tuhan berikan bagi dia. Wow, tentu ini sesuatu yang baik. Asalkan ada batas waktu yang masuk akal untuk sebuah penantian seorang wanita.

Jangan sampai untuk mendoakan saja memerlukan waktu bertahun-tahun! Bukankah ketika semua sudah jelas, seharusnya ia sudah siap untuk sebuah relasi yang lebih serius?

Kalau memang dia masih mendoakan, kita harus menghargainya, tetapi tetap diperlukan sebuah kejelasan di dalam sebuah relasi. Kalaupun masih memerlukan waktu untuk berdoa, akan jauh lebih baik ketika pria dan wanita yang ingin berpacaran bisa berdoa bersama-sama, mempersiapan satu relasi yang baik untuk masa depan, bukan hanya kesenangan sesaat saja. Dan ketika keduanya sudah mantap, maka relasi harus diperjelas, supaya bisa mempersiapkan diri ke jenjang yang lebih lanjut yaitu pernikahan.

Baca juga: Hubungan Tanpa Status: 7 Langkah agar Status Hubungan Tak Terus Menggantung


Selamat mengevaluasi dan berpikir ulang.

Jangan mau terus digantungin! Kalau dia sudah siap, bukalah hatimu bagi dia. Tetapi kalau dia memang belum siap, tentu jangan buka hati dulu, daripada malah sakit hati.





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pria Menggantungkan Hubungan, Layakkah Diberi Kesempatan?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Davy Hartanto | @davyedwin

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar