Hati-Hati, Ibu Rumah Tangga Baik-baik pun Bisa Berselingkuh karena 5 Hal Ini

Marriage

[Image: counselling]

40K
Tak terasa, ibu rumah tangga baik-baik pun bisa meladeni permintaan mengirim gambar vulgar, phone sex, hingga hubungan seksual, di kamar hotel atau malah di rumah sendiri.

Pagi ini saya baru saja menjawab pertanyaan seorang ibu rumah tangga melalui email. Ibu tersebut mengisahkan perjalanan perselingkuhannya dengan cukup rinci. Ada kalimat yang menarik di awal email-nya. Kurang lebih ia menulis bahwa ia adalah seorang ibu rumah tangga biasa alias baik-baik, tak pernah aneh-aneh, cenderung tradisional. Di bagian akhir, setelah menceritakan perselingkuhannya, ia bertanya mengapa bisa menjadi seperti ini?

Ini bukan pertanyaan pertama yang saya dapatkan. Baik dari ibu rumah tangga pelaku perselingkuhan itu sendiri ataupun dari orang-orang yang sedang menceritakan perselingkuhan tertentu. Santet? Pelet? Begitu dugaan sebagian orang untuk kasus yang terjadi pada ibu rumah tangga baik-baik yang kedapatan berselingkuh. Saya rasa jawaban ini adalah penyederhanaan untuk menggambarkan realita yang terjadi.

Ibu rumah tangga baik-baik yang kemudian terlibat dalam perselingkuhan pada umumnya "jatuh" setelah mengalami tahap-tahap ini:



Pertama,
ada ruang kosong dalam hidup.

Ya, ruang yang kosong di tengah rutinitas menyelesaikan urusan rumah tangga. Rutinitas itu membosankan, bukan? Sementara sang suami melanglang buana dan bertemu dengan banyak orang, hidup ibu rumah tangga menyempit. Mungkin sebagian ibu rumah tangga yang sempat menikmati asyiknya bekerja, kini makin merasakan betapa dunianya berubah hanya menjadi urusan dapur, mesin cuci dan kamar tidur. Tak lagi menggairahkan dan memesona hidup dalam dunia yang menyempit seperti ini.

Dalam rutinitas ini kadang muncul penyesalan, mengapa hidup tak lagi seperti dulu. Kadang muncul juga rasa lelah yang diam-diam menyelinap di hati.

Ada sebuah ruang kosong yang tercipta. Tak ada hiruk pikuk manusia. Tak ada lagi apresiasi dari suami atau anak.
[Image: Naukri Nama]

Sepi dan kosong.



Kedua,
ada kebutuhan emosional untuk terhubung dengan seseorang.

Bukanlah hal aneh apabila banyak perempuan mengeluh bahwa suami mereka tak lagi romantis.

Kecuali adalah buaya darat, pria memang cenderung tak romantis setelah mendapatkan apa yang ia harapkan. Ia tak lagi 'romantis' dan menjadi 'ekonomis'.

Keromantisan yang berlebihan, misalnya dengan berulang kali post di media sosial, kemungkinan besar adalah indikasi ada 'sesuatu' di balik itu. Repotnya, perempuan jutru mengharapkan sebaliknya. Perempuan berharap pria akan menjadi lebih romantis di dalam pernikahan. Jarak antara harapan dan kenyataan ini menimbulkan keputusasaan.


[Image: Nancy Wilde]

Ada kerinduan untuk terhubung secara emosional yang lebih mendalam yang tampaknya tak mendapatkan tanggapan. Beberapa ibu rumah tangga menjawab kerinduan ini dengan membalas pesan dari mantan, sebagian - yang lebih berani menceburkan diri dalam pergaulan digital atau di dunia nyata demi kebutuhan terhubung secara emosional dengan seseorang. Kembali merasakan getar-getar pacaran ala ABG, walau bukan dengan suaminya.

Baca Juga: Pria Berubah setelah Menikah? Ketahui 5 Hal yang Menjadi Penyebabnya dan 10 Cara untuk Mengembalikan Romantisme Masa Pacaran dalam Pernikahan



Ketiga,
keterikatan emosional ini mudah berubah menjadi hubungan seksual.

Nah, inilah salah satu hal terpenting.

Mayoritas ibu rumah tangga 'jatuh' secara seksual setelah 'jatuh' secara emosional. Motivasi perselingkuhan yang utama bukanlah kepuasan seks.

Dalam hal ini perempuan memang berbeda dengan pria. Ujung perselingkuhan bagi mayoritas pria sudah jelas: seks. Sementara perempuan akan sampai di titik ini karena sudah terlebih dulu jatuh hati. Beberapa pria di luar sana sangat piawai untuk membawa hubungan emosional menjadi relasi seksual. Permintaan dan rayuan mulai dari mengirim gambar bisa berlanjut sampai ke ranjang. Sekadar saling merayu, menjadi bertukar gambar, dan akhirnya ke tempat tidur.

[Image: Huffington Post]

Tanpa terasa, ibu rumah tangga baik-baik pun bisa meladeni permintaan mengirim gambar vulgar, phone sex, hingga akhirnya terjadilah hubungan seksual, di kamar hotel atau malah di rumah sendiri.

Baca Juga: Suami Tampan dan Mapan Bukan Jaminan Istri Tak Selingkuh. Tak Percaya? 3 Kisah Nyata Ini Buktinya



Keempat,
begitu hubungan seksual terjadi, penyesalan dan harapan menyertai.

Apa yang dirasakan setelah hubungan seksual terjadi? Bagi pria, hubungan seks ini adalah puncak pencarian dan petualangan. Pria akan mengulanginya sampai pada titik di mana ia merasakan kebosanan dan kembali butuh tantangan. Bagi ibu rumah tangga baik-baik? Ada penyesalan tentu saja, namun juga kadang terbersit harapan.

Beberapa perempuan yang terlibat dalam perselingkuhan bahkan sampai berpikir untuk meninggalkan rumah tangga yang lama dan membentuk keluarga yang baru. Ide dan gagasan yang pasti nyaris tak terpikirkan oleh pria yang berselingkuh dengannya. Pada titik inilah biasanya konflik terjadi.

Saling mengancam ada. Posisi perempuan selalu lemah, apalagi dengan bukti chat mesra dan gambar-gambar hubungan yang ada.

[Image: pinterest]

Pun ketika perempuan ingin keluar dari perselingkuhan ini, tak semudah yang dibayangkan, bila pihak pria ingin memanipulasi dengan motivasi kenikmatan atau uang.

Baca Juga: Mengapa Pria Berselingkuh? Inilah Pengakuan Mengejutkan 5 Pria Peselingkuh



Kelima,
berhadapan dengan realita, rasa bersalah membayang seumur hidup.

Ya, beberapa ibu rumah tangga baik-baik itu pada akhirnya bergumul dengan rasa bersalah. Tak lagi menikmati perselingkuhan, namun tak mungkin keluar begitu saja darinya. Apalagi ketika harus berhadapan dengan tindakan manipulatif dari pria. Mau mengaku pada suami? Bukan hal yang mudah.

Rasa bersalah membayang seumur hidup.

[Image: Tina Sosna]

Beberapa perempuan membayar rasa bersalah itu dengan pergi menjauhi keluarga, sebagian menjadi depresi, atau malah memilih bunuh diri.

Baca Juga: Selingkuh Itu Indah? Inilah Sisi-Sisi Gelap yang Seringkali Tak Terungkap


Penyesalan tak harus datang belakangan, jika kita mampu belajar dari pengalaman. Bukan hanya pengalaman sendiri tetapi juga pengalaman orang lain.



Baca Juga:

Mengapa Wanita Berani Berselingkuh? Inilah 3 Penyebab Utamanya

Hubungan Terasa Jenuh dan Membosankan? Jangan Dulu Menyerah dan Memilih Pisah. Hidupkan Kembali Cinta, Sekali Lagi Saja

Ketika Pernikahan Terasa Hambar dan Perceraian Bukan Pilihan, Apakah Hubungan dengan Orang Ketiga Menjadi Jalan Kebahagiaan?

Kehidupan Setelah Menikah Tak Seindah Saat Pacaran? Jika Dulu Mengejar Pernikahan, Kini Saatnya Memperjuangkan Hubungan


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hati-Hati, Ibu Rumah Tangga Baik-baik pun Bisa Berselingkuh karena 5 Hal Ini". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wahyu ‘wepe’ Pramudya | @pramudya

Wahyu 'wepe' Pramudya adalah seorang pembicara, nara sumber acara di radio dan penulis buku. Wepe tinggal di Surabaya.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar