Jangan Biarkan Dirimu Terjebak dalam Hubungan yang Salah. Temukan Keberanian, Pergi dan Bukalah Lembaran Baru!

Singleness & Dating

[Image: huffingtonpost.com]

3.1K
Pernahkah kamu melihat seseorang yang bertahan dalam hubungan yang tidak menunjukkan apresiasi pada satu sama lain? Apakah cinta saja cukup untuk melanggengkan hubungan? Simak artikel ini.

Beberapa hari terakhir ini, saya dan teman sekamar, sebut saja Putri – seorang sepupu jauh yang bekerja sebagai asisten tante – kerap berdebat sengit. Saya memang harus menerima bahwa kami jauh berbeda dalam banyak hal, terutama masalah percintaan. Meskipun lebih ekspresif, saya pribadi yang cukup dingin dan tidak suka ‘membuang waktu’ untuk hubungan yang tidak jelas. Adalah sebuah rekor untuk saya akhirnya berkencan lagi setelah sekian tahun. Sementara di matanya, rekor adalah ketika dia harus menjadi single untuk sekian lama. Saya begitu menikmati kehidupan saya saat ini sampai harus dikejar-kejar orangtua untuk menikah. Sedangkan dia, ngebet banget menikah sampai pernah bersumpah bahwa akan mengiyakan siapa pun yang melamarnya segera.

Baca Juga: Saya Ingin Menikah, tapi Tidak karena Alasan-Alasan yang Keliru Seperti ini


Suatu waktu pada bulan Mei yang lalu, dia mengaku baru saja bertengkar dengan kekasihnya. Intinya, si lelaki mengatakan bahwa Putri ‘cewek gampangan’. Naik pitam saya dibuatnya! Sayang sekali saya dan si lelaki tidak berkesempatan untuk bertemu. Saya katakan kepada Putri, “Berhentilah menemuinya!” Saat itu dia mengiyakan, hingga sekitar seminggu yang lalu, Putri pulang ke rumah dengan ojek. Padahal paginya dia pergi dengan sahabatnya. Setelah diusut, Putri mampir makan siang dengan kekasihnya, mereka bertengkar, dan sang kekasih meninggalkannya begitu saja. Iya, si lelaki yang menyebutnya ‘cewek gampangan’.

Kali ini saya marah kepada Putri. Mengapa dia membiarkan seseorang memperlakukannya seperti itu? And after all those things, Putri masih berpikir untuk meminta sang kekasih menikahinya. Meskipun sang kekasih belum menunjukkan tanda-tanda keseriusan dan komitmen untuk membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih tinggi.

Ini bukan pertama kalinya saya melihat perempuan mengemis cinta. Sahabat saya semasa kuliah juga melakukan hal-hal yang saya anggap bodoh untuk mempertahankan hubungan percintaan. Masalahnya, pengorbanan yang dilakukan secara [katanya] sukarela itu tidak serta-merta berarti bahwa hubungan tersebut baik untuk dijalani. Lalu mengapa banyak orang masih bertahan dalam hubungan yang salah? Ini beberapa penyebabnya:



Setiap Orang Memiliki Gambaran Ideal tentang Hubungan Percintaan

[Image: acrolinx.com]

Bagi Putri, lelaki yang keren adalah lelaki yang membiayai seluruh pengeluaran kencan, mengantar-jemput, dan melakukan hal-hal yang romantis. Mungkin sang kekasih memenuhi kriteria ini. Namun, bukankah sang kekasih juga memiliki gambarannya sendiri? Bagi sang kekasih, selama ketiga hal tersebut dapat terpenuhi, dia berhak memperlakukan Putri seperti barang miliknya. Membatasi geraknya, memilihkan teman-temannya, dan mengatur kehidupannya. Sedikit saja Putri melenceng, dia pun merasa boleh mengoreksi Putri dengan perilaku atau kata-kata yang menurut saya, abusive. Meskipun demikian, gambaran ideal Putri tentang hubungan mereka tetap aman-aman saja. Hal ini membuat Putri tampak hidup di dalam sebuah bubble yang membuatnya sulit membedakan antara yang nyata dan yang tidak.



Status Single Jauh Lebih Mengerikan daripada Hubungan yang Buruk

[Image: ributrukun.com]

Bagi sebagian orang, tidak memiliki pasangan adalah akhir dunia.

Mereka selalu merasa kesepian walaupun berada di tengah keluarga atau sahabat yang begitu baik. Di mata mereka, takdir manusia adalah berpasangan, dan mereka merasa harus mengejarnya. Bukannya saya menyangsikan hal itu, namun saya lebih senang saat mengetahui makna kebahagiaan dalam diri, tanpa perlu menggantungkan kebahagiaan itu kepada orang lain. Untuk orang seperti Putri, sedikit berbeda. Kebahagiaan itu adalah ketika memiliki seseorang yang selalu ada untuknya. Kembali lagi ke poin pertama: Lelaki yang siap berkata dan berlaku manis untuk menyenangkan hati. Yang sayangnya datang dalam satu paket – dia yang juga siap mencerca saat Putri berbuat salah.

Baca Juga: Tentang Saya, yang Memilih untuk Menjadi Single dan Menjalani Hidup Lajang yang Penuh Berkat



Tidak Memiliki Tujuan yang Jelas dalam Membina Hubungan

Takut untuk single membuat seseorang cenderung menerima siapa pun yang menawarkan cinta. Masalah bagaimana kepribadian sang kekasih dan bagaimana kelanjutan hubungan itu, urusan belakangan. Yang paling penting saat ini adalah memiliki kekasih, atau bisa memampang status ‘in a relationship’ pada akun media sosial. Idealnya, seusia kita telah memikirkan implikasi sebuah hubungan terhadap kehidupan dan masa depan.

Seberapa pun singkatnya sebuah hubungan, tentu akan meninggalkan kenangan dan pengalaman. Jika kamu terus-terusan terjebak dalam hubungan yang salah, hal ini bisa mengganggumu saat menjalani hubungan yang lebih serius.

Baca Juga: 'In a Relationship' Setelah Lama 'Single'? Perhatikan 5 Hal ini untuk Hubungan yang Lancar Sampai ke Pernikahan



Lalai Membaca Tanda-Tanda dari Tuhan

Saya percaya, Tuhan, pemberi rasa kasih sayang tidak akan membiarkanmu tersesat.

Hampir sama dengan orangtua yang akan bersedih hati ketika kamu patah hati, namun ingin kamu mengambil keputusanmu sendiri dan bertanggung jawab atasnya. Untuk itu, orangtua sering memberikan petunjuk atau pertanyaan, yang membuatmu merefleksikan hubungan yang sedang kamu jalani. Tuhan pun juga melakukannya, lewat tanda-tanda yang Dia sisipkan pada keseharianmu. Mulai dari hal-hal kecil seperti kencan yang berulang kali batal, hingga pertengkaran yang tak berujung pangkal. Lalu bagaimana cara membedakan antara tanda dari Tuhan bahwa seseorang tidak ditakdirkan untuk kita dengan ujian cinta? Simak poin berikutnya.



Hubungan ini Membuatmu Terlalu Nyaman

[Image: ributrukun.com]

Saya telah memaparkan pada poin-poin di atas, bahwa kadang terasa ‘cukup’ untukmu bahagia dengan seseorang yang menerima kamu apa adanya. Namun, tentu kamu ingin menjalani sebuah hubungan jangka panjang, dan hal itu tidak dapat terjadi jika kamu dan pasangan tidak belajar untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul. Kadang Tuhan memberikan ujian cinta yang dimaksudkan untuk mengokohkan hubungan kalian. Kamu pun dapat mengenal lebih dalam tentang kepribadian sang kekasih saat dia membantumu mencari solusi. Kamu juga bisa melakukan introspeksi diri dan merenung, apakah memang kamu ingin menua bersamanya. Melalui proses ini tidak selalu mudah, sehingga mungkin kamu cenderung untuk menyerah dan menerima pasanganmu seburuk apapun dia. Padahal, sudah seharusnya sebuah hubungan – dan juga ujian cinta yang terjadi di dalamnya – menjadikan dirimu dan dia pribadi yang lebih baik.

Ketika kalian terlalu nyaman dan tidak belajar apapun dari ujian cinta, kamu harus berpikir ulang tentang hubungan kalian.

Baca Juga: Sering Bertengkar dengan Pasangan? 3 Hal ini akan Menyelamatkan Hubunganmu dari Dampak Pertengkaran yang Merusak



Berpegangan pada Hal-hal yang Artifisial

[Image: shutterstock.com]

Kembali ke masalah Putri, sebenarnya bukannya dia tidak memiliki pilihan. Saya tahu ada seseorang yang menaruh rasa kepadanya. Seseorang yang lebih dewasa dan berkomitmen. Sayangnya, Putri mengabaikannya karena kurang tampan dibanding kekasihnya yang sekarang. Putri bersikeras bahwa dia memahami perasaannya. Perlu beberapa waktu untuk saya menyadari bahwa hal paling sia-sia di dunia adalah memberi nasihat kepada orang yang sedang jatuh cinta. Namun, pada akhirnya kamu tidak hanya ‘makan’ cinta untuk bisa terus bersama.

Kamu membutuhkan seseorang yang siap berjuang untukmu. Jangan sampai hanya kamu sendiri yang terus berkorban dalam hubungan ini.

***

Pada akhirnya, dengan segala hal yang terjadi dalam hubungan, jangan pernah memaksakan diri. Seperti lirik lagu Maliq & d’Essentials Coba Katakan berikut ini, "Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan, Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa, Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti, Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini."

Mungkin kamu membutuhkan keberanian untuk pergi dari hubungan ini dan membuka lembaran baru dengan seseorang yang lebih menghargaimu.



Baca Juga:

Tak Terbayangkan! Inilah 8 Alasan Wanita Memilih Bertahan dalam Hubungan yang Menyiksa

5 Kebohongan yang Diyakini Korban yang Membuat Kekerasan dalam Pacaran Terus Berulang

Bagi Pacar, Anda Separuh Jiwanya atau Separuh Pembantu Gratisnya? Cek Status Anda dengan 7 Indikator ini



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jangan Biarkan Dirimu Terjebak dalam Hubungan yang Salah. Temukan Keberanian, Pergi dan Bukalah Lembaran Baru!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Primadita Rahma | @primaditarahma

Currently juggling between writing thesis and posting my thoughts on http://theprimadita.blogspot.co.id. Lately enjoying zumba and cold-pressed juice. Obsessed with the Crown Prince of Dubai.

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar