Mengampuni Memang Tak Mudah, Namun Bukan Mustahil. Lakukan 4 Langkah Ini!

Love & Friendship

[image: Doktor.is]

4.3K
Ampunilah seorang akan yang lain, jangan menuntut kasih, tetapi berilah kasih itu dengan tulus. Saat itulah Anda sedang menikmati kasih itu sendiri!

Membicarakan pengampunan bukanlah hal yang mudah.

Orang akan lebih mudah mengatakan, “Anda sudah menyakiti saya, saya akan balas lebih dari Anda menyakiti saya!”

Hal ini yang sering kali ada di dalam pikiran orang-orang yang tidak menyadari makna kasih.

Orang boleh mengatakan, “Saya mengasihi teman saya, mengasihi saudara saya,” bahkan ada yang berani mengatakan, “Saya mengasihi musuh saya.”

Secara lisan mungkin Anda mampu mengatakan bahwa Anda mengasihi seseorang. Akan tetapi, coba tanyakan hati Anda, ketika seseorang itu melakukan kesalahan terhadap Anda, bagaimanakah reaksi Anda?

Banyak orang mungkin akan mengatakan, “Saya memaafkanmu, tetapi saya belum bisa mengampuni.”



Apakah Memaafkan dan Mengampuni itu Berbeda?

Ada yang berpendapat, perkataan “Iya saya memaafkanmu,” hanya keluar dari mulut kita. Namun, perkataan “Iya, saya mengampunimu,” tidak hanya keluar dari mulut. Hati kita pun menjadi damai dan tidak mengingat kesalahan orang lain lagi. Sebagian orang setuju dengan statement ini dan sebagian lagi tidak.

Saya termasuk yang tidak setuju dengan statement di atas. Kenapa? Menurut saya, memaafkan dan mengampuni esensinya sama. Sama-sama melepaskan kesalahan orang lain, sama-sama tidak membalas dan tidak menyimpan lagi kesalahan orang lain.



Dari Pengalaman Seorang Teman yang Dikecewakan

Teman saya pernah dikecewakan oleh seorang temannya. Selama mereka berteman, dia melihat temannya baik kepadanya. Begitu peduli kepadanya saat dia sakit dan selalu memberikan semangat di saat dia mulai jatuh. Mereka pun menjalani kehidupan yang sulit bersama-sama dengan saling mengasihi.

Namun, temannya ternyata bermuka dua. Di belakang, teman saya ini dipermalukan. Temannya seolah membela, tetapi sebenarnya mencela. Dia seolah menolong, tetapi sebenarnya mejatuhkan. Dia menceritakan rahasia terdalam teman saya yang kepada orang lain.

Ketika mengetahui kebenarannya, teman saya pun sangat kesal. Dia merasakan hal yang begitu menyakitkan ketika mengetahui bagaimana teman yang selama ini dia percaya mengkhianatinya. Dia begitu sangat marah dan bahkan membencinya. Dia mengurung diri dan tidak mau berteman dengan siapa pun, bahkan hanya berbicara seperlunya. Dia pun banyak berubah. Wajahnya terlihat begitu kusut, tidak ada keceriaan. Saat berjalan, dia pun hanya menunduk.

[image: Modanium]

Suatu saat, dia menghampiri saya karena lama tak berjumpa. Saya langsung memeluknya karena begitu senang. Namun, dia tampak begitu kaku. Melihat perubahannya, saya pun mempertanyakan keadaannya. Singkat cerita, dia mau menceritakan semuanya, bahkan dia mengatakan hal yang membuat saya sedih,

“Apakah kasih itu mengecewakan?”

Saya bukan orang yang mudah memberikan nasihat. Saya bukan orang yang tahu bagaimana mengatasi hal itu. Namun, karena saya mengasihi teman saya, saya ingin teman saya merasakan bahwa kasih itu tidak mengecewakan. Saya ingatkan kembali, kasih itu sabar, ia lemah lembut, dan kasih itu mau mengampuni. Setiap orang berhak merasakan dan menikmati kasih itu. Seperti anak-anak yang dengan mudahnya mengatakan maaf ketika berbuat salah, dan temannya pun langsung memaafkan. Setelah itu, mereka masih tetap bermain bersama.

Baca Juga: 8 Cara Anti Gagal Move On dari Pengkhianatan Orang Terpercaya



Pengampunan yang Sesungguhnya

Pengampunan itu berasal dari hati. Hati yang tulus. Hati yang penuh kasih. Kasih yang mampu mengampuni orang yang menyakiti kita. Saya hanya berkata kepada teman saya, “Kasih itu mau berkorban, kasih itu memberi dengan tulus tanpa imbalan.”

Memang tidak mudah melakukannya, tetapi jika terus dipikirkan dan tetap mengurung diri, bahkan memilih tidak mau berteman, apakah itu menyejahterakan hati? Dengan hidup dalam tekanan karena benci dan kecewa, apakah hidup kita dapat maju?

Seumur hidup, Anda tidak akan merasakan kasih itu! Oleh karena itu, saya menyarankan beberapa langkah kepada teman saya. Tentang bagaimana caranya agar kita dapat mengampuni dan merasakan kelegaan dalam hati kita. Ikutilah 4 langkah ini!


1. Mengakui kesalahan diri sendiri

Mengapa harus mengakui kesalahan diri sendiri? Penting! Pertama-tama, diri Anda sendiri yang harus dibereskan. Hati dan pikiran Anda tidak boleh menyimpan kesalahan orang lain dan pemikiran untuk membalasnya dengan lebih menyakitkan. Anda perlu memiliki kemauan merendahkan hati untuk meminta maaf kepada Tuhan dan meminta maaf kepada diri Anda sendiri. Menyadari kesalahan Anda yang menyimpan dendam dan kebencian sehingga membuat Anda sulit merasakan kasih.

Kasih tidak menuntut, tetapi memberi. Tidak berpikir, “Kalau Anda baik, maka saya akan baik kepada Anda. Kalau Anda tidak baik? Jangan harap saya akan bersikap baik.”

[image: Theology & the City]

Kasih yang kita beri tidak akan merugikan kita. Manusia itu tidak sempurna. Sadari diri Anda pun bukan makhluk ciptaan yang sempurna.

Mengakui kesalahan diri dan mengampuni diri sendiri adalah hal utama yang harus Anda bereskan sebelum Anda dapat mengampuni orang lain.

Mengapa? Sebab, jika kita tidak mengakui kesalahan dan tidak mengampuni diri sendiri, hal tersebut akan menghambat kita mengampuni orang lain dengan tulus. Sekalipun kita mengatakan, “Saya megampunimu.”

Baca Juga: Kejujuran, Satu-satunya Jalan Penyembuhan. Inilah 7 Pengakuan yang Akan Membebaskan Diri dari Rasa Sakit karena Menyimpan Luka Batin


2. Memfokuskan diri kepada Tuhan bukan kepada masalah

Ketika Anda memfokuskan diri kepada permasalahan, Anda hanya akan merasakan hati yang terbebani. Anda akan terus merasa tertekan. Anda akan menjaga jarak dengan banyak orang. Anda menjadi tidak suka bersosialisasi dan hanya ingin berada dalam dunia Anda sendiri. Anda lupa bahwa setiap masalah tidak bisa diselesaikan dengan cara seperti itu.

Fokuskan hidup Anda kepada Tuhan dan kepada apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup Anda! Cari tahu apa rencana Tuhan dalam hidup Anda melalui masalah yang Anda alami. Ketika Anda mengalami masalah dan pergumulan yang berat sekalipun, tetap fokuskan diri kepada Tuhan. Langsunglah mengingat Tuhan, bukan masalah Anda! Masalah tidak menolong, tetapi Tuhan akan menolong!


3. Belajar dengan tulus mengatakan, “Saya sudah mengampuni”

Hal ini lebih mudah jika Anda sudah mengaku salah kepada diri sendiri karena memiliki pemikiran yang jahat (membenci, tidak mau mengampuni, balas dendam, menjauh, dll), lalu memfokuskan diri kepada Tuhan dengan menanggalkan masalah Anda.

Anda dapat belajar dengan rasa syukur mengatakan, “Saya sudah mengampuni.” Ucapkan terus berulang kali, sampai Anda bisa merasakan kelegaan dan keringanan dalam hati dan pikiran Anda, karena Anda sudah melupakan kesalahan orang lain.


4. Nikmatilah proses hidup Anda bersama dengan Tuhan dan kasih-Nya

Kita merasakan kasih, karena kita mau bersandar dan bergantung kepada Tuhan yang adalah sumber kasih kita. Setelah Anda mampu melakukan langkah-langkah sebelumnya, Anda akan mampu menjalani kehidupan bersama Tuhan.

Anda juga dapat menikmati kasih yang Anda rasakan dari Tuhan, sekalipun Anda dikecewakan.

Secara manusia mungkin Anda tidak mampu, tetapi ingat, fokuslah kepada Tuhan dan belajarlah menikmati proses kehidupan Anda untuk menjadi lebih baik melalui setiap badai kehidupan.

Anda akan menyadari bahwa hidup Anda berarti bukan karena orang lain. Anda akan merasakan kelegaan setelah mengampuni, karena Anda mau menikmatinya dengan kasih dan berjalan bersama dengan Tuhan. Bahkan, Anda mampu menguatkan orang yang mengalami hal yang serupa. Anda akan mampu memberi kasih dengan tulus. Anda tidak akan menuntut apa-apa ketika mengasihi sesama. Kasih itu memberi, bukan menuntut!

Baca Juga: Kala Badai Menerpa dan Kamu Merasa Telah Kehilangan Segalanya, Ingatlah Ini Saja



[image: Univision]

Ampunilah seorang akan yang lain, jangan menuntut kasih, tetapi berilah kasih itu dengan tulus. Saat itulah Anda sedang menikmati kasih itu sendiri!


Baca juga artikel-artikel inspiratif berikut ini:

Mengampuni Bukanlah Melupakan! Inilah Tanda Pengampunan Sejati dan Cara Melakukannya

Demonstrasi Kasih: 10 Cara Menunjukkan Rasa Cinta demi Kelanggengan Relasi






Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mengampuni Memang Tak Mudah, Namun Bukan Mustahil. Lakukan 4 Langkah Ini!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bernadeta Ellen | @bernadetaellen

Love JC

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Crystal Monica | @alibabaalibabi

Nice Info Good Article Kata Bijak