Mendapatkan Komentar Tak Menyenangkan di Media Sosial? Inilah 5 Cara Menangani Haters Tanpa Baper

Love & Friendship

[Image: livedoor.blogimg.jp]

1.5K
Mendapatkan komentar tak menyenangkan di media sosial memang tidak nyaman. Apalagi jika komentar tersebut berulang kali datang dari orang yang sama. Haters! Bagaimana mengatasinya tanpa bete?⁠⁠⁠⁠

Sebuah obrolan singkat dengan seorang teman di suatu hari,

"Kenapa ya tiap kali aku posting status di medsos, selalu saja ada yang berkomentar negatif? Yang komen kebanyakan yang hubungannya sebatas kenalan, pula!"

"Ah, tukang bully itu mah! Emangnya kamu posting apa? Isu provokatif atau pro salah satu klub bola?"

"Cuma posting foto makanan di hotel. Dia komentar, 'Sok kaya, sok kebule-bulean, sok ga merakyat!'"

"Loh padahal itu di hotel kan lagi meliput acara, ya? Wajar kalau dapat fasilitas makan siang. "

"Tauk ah gelap!"


Media sosial sejatinya digunakan untuk menjawab kebutuhan manusia akan komunikasi melalui jaringan internet. Pedagang online seperti saya akan mempergunakan media sosial untuk berjualan, mencari supplier, ataupun menjalin jaringan bisnis baru. Sebagai blogger, saya memanfaatkan media sosial untuk mengumpulkan informasi, memublikasikan tulisan dan tentu bergabung dengan jaringan penulis yang lain. Sayangnya, kadang beberapa pihak menanggapi dengan sindiran, baik langsung maupun di belakang punggung.

Agar kewarasan tetap terjaga, berikut cara saya menangani haters:


1. Pemahaman Haters adalah Fans Berat

Menurut saya, haters sesungguhnya merupakan penggagum berat. Tak ada orang yang akan begitu memperhatikan kita, dari ujung jempol kaki sampai pangkal rambut, kalau tidak mengagumi kita. Yang mereka komentari pun ada-ada saja, bukan? Hingga ke hal-hal yang kadang luput dari perhatian kita, bahkan.

Pemahaman semacam ini membuat pikiran saya lebih tenang menghadapi sindiran dari mereka. Oh ya, seandainya kamu belum tahu, kritik itu beda lho dengan saran.

Kritik selalu berawal dengan kata-kata negatif dan diakhiri kecaman, sedangkan saran selalu diawali pujian dan disudahi dengan kalimat yang membangun.



2. Simpan Rahasia

Haters bukan saja berasal dari luar lingkaran pertemanan, kadang orang yang mengaku sahabat justru adalah haters sejati. Banyak faktor yang bisa menyebabkan hal tersebut terjadi, kecemburuan atas talenta, sakit hati, perebutan cinta adalah beberapa di antaranya.

[Image: kidmaishit.com]

Jadi, simpanlah rahasia hidup Anda untuk diri Anda sendiri. Kalaupun ingin berbagi, secukupnya saja, tak perlu seluruhnya. Pilih baik-baik kepada siapa Anda mencurahkan isi hati. Ingat, lidah manusia tak bertulang. Percayalah hanya kepada Tuhan.

Baca Juga: Sahabat Sejati atau Sekadar Kawan? Inilah 10 Tanda yang Menjadi Pembedanya



3. Abaikan Lebih Baik daripada Melawan

Anda pernah bermain tenis atau basket? Well, tak perlu pernah bermain pun, Anda pasti mengerti soal ini: bola dalam dua permainan olahraga tersebut akan terus bergerak sepanjang tangan kita menyentuh dan memantulkannya. Bahkan, tak jarang bisa membuat cedera bila dipantulkan sekuat tenaga. Nah, bagaimana kalau tangan kita diam atau menghindarinya? Bisa jadi bola tak akan bergerak, atau mungkin saja bergerak, tapi memantul ke arah yang lain.

[Image: wisgoon.com]

Demikian juga dengan haters, semakin kita menanggapi, niscaya komentar mereka akan semakin mengusik hidup kita. Tak jarang, komentar-komentar itu merambat ke soal lain - yang sebenarnya sudah melenceng jauh dari permasalahan awal.

Baca Juga: Bertahun-tahun Menjadi Korban Bullying, 9 Hal inilah yang Menyembuhkan Luka dan Membuat Saya Kembali Menemukan Keberhargaan Diri



4. Tetaplah Bertumbuh

Memang pohon beringin yang dibonsai lebih mahal harganya daripada beringin yang menjulang di hutan. Namun, jika dapat menjawab, apakah bonsai akan berkata bahwa dia berbahagia?

Demikian juga bila kita terus menerus melayani, membalasi setiap komentar dari para haters. Waktu kita akan habis tersita untuk sekadar memperindah citra di mata mereka. Tetaplah bertumbuh hingga mereka tak akan dapat menjangkau bahkan tak terlihat lagi oleh kita.

[Image: ributrukun.com]

Baca Juga: 4 Hal Indah yang Akan Kamu Temukan setelah Mengubah Pandanganmu tentang Hidup, yang Ternyata, Tak Melulu Soal Kompetisi



5. Remove atau Unfollow Akun Haters

Kadang, jika kadar menyebalkan haters sudah keterlaluan, tindakan terakhir ini perlu dilakukan. Oh ya, haters bukan selalu mereka yang hobi menyerang Anda ya. Bisa juga orang yang memberitakan atau menyebarkan informasi berupa kalimat-kalimat bernada negatif dan bersifat hoax.



Baca Juga:

Tentang Kita, Manusia yang Mudah Menghakimi Orang Lain, Rasa Aman Palsu, dan Keengganan untuk Bertumbuh

Awas! Media Sosial Merampas dan Membunuh 3 Hal Penting ini dari Hidupmu. Segera Lakukan Sesuatu!

Membagikan Berita Kriminal Lewat Media Sosial? Hati-Hati, Ungkapan Keprihatinan Anda Malah Bisa Menjadi Inspirasi bagi Para Pelaku Kejahatan!



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mendapatkan Komentar Tak Menyenangkan di Media Sosial? Inilah 5 Cara Menangani Haters Tanpa Baper". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


VikaKurniawati (VKurnia) | @vika

Owner ciomay280 | Content Writer| www.vikakurniawati.com. IG + Twitter : @VikaKurniawati

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar