Mencicipi 10 Makanan Ini Sama Saja dengan Bunuh Diri. Kamu Berani?

Reflections & Inspirations

[Photo credit: Katya Alagich]

6.9K
Ternyata makanan-makanan ini dapat membunuh. Hindari, jangan kompromi!

Dalam perjalanan dinas, saya mengajak rekan-rekan sekerja makan siang. Ternyata kami tidak hanya makan enak dan kenyang, tetapi juga belajar banyak tentang makanan yang dapat membunuh kita.

Di taplak meja rumah makan itu, saya menemukan kata-kata bijak yang bisa kita jadikan perenungan untuk hidup yang lebih baik. Hindari dan jangan kompromi:



1. Makan Gaji Buta

“Ambil sejumput kemalasan, secangkir bolos kerja, kocok sampai pulang cepat, jangan ambil kerjaannya, dan tidak perlu dipertanggungjawabkan.”
[giphy]

Salah satu cara perusahaan untuk mem-PHK Anda tanpa pesangon adalah dengan memberi Anda gaji buta agar Anda malu dan akhirnya mengundurkan diri. Itu masalah di perusahaan. Jangan sampai Andalah yang melakukannya hanya karena malas. Cepat atau lambat, Anda pasti akan ketahuan dan akhirnya di-PHK beneran!

Baca Juga: Jenuh dengan Pekerjaan? Jangan Buru-Buru Resign, Coba Lakukan Dulu 3 Hal Ini!



2. Makan Impian/Khayalan

“Keinginan yang besar dicampur sebutir imajinasi, digoreng dengan fatamorgana.”
[onedio.com]

Dua orang pengangguran beristirahat di sebelah sawah yang luas.

“Seandainya kita punya tanah seluas ini, tanahmu di sebelah tanahku, apa yang akan kamu lakukan?” tanya pengangguran pertama.

“Oh, saya akan tanam sayuran organik yang sedang menjadi tren agar cepat menghasilkan uang,” jawab pengangguran kedua. “Tanahmu sendiri mau kamu apakan?”

“Saya akan pelihara kambing agar cepat besar. Setelah besar aku jual.”

“Jika kambingmu sampai memakan sayur organikku, awas!”

“Salahmu sendiri mengapa ladangmu tidak kamu pagari!”

Tidak lama kemudian mereka bertengkar hebat karena sama-sama mempertahankan tanah khayalan mereka. Kita bukan hanya geli tapi bisa jengkel dan berkata, “Makan tuh tanah khayalanmu!”



3. Makan [Uang] Suap

“Seraut muka [yang tebal] direndam dalam perasan kerakusan, dihidangkan panas-panas dengan ditaburi komisi parut. Kadang kala dinikmati bersamaan dengan birokrasi yang kental.”

“Coba Bapak lihat polisi yang sedang jaga itu,” ujar seorang sopir travel kepada saya. “Yang paling gendut perutnya pasti makan suap,” tambahnya.

Meskipun tersenyum, di dalam hati saya berkata, “Betapa marahnya bapak ini kepada polisi yang makan suap sehingga langsung menjatuhkan palu penghakiman begitu melihat polisi gendut.” Padahal, masih banyak polisi yang sungguh-sungguh mengabdi. Bahkan, saat menulis listicle ini, ada kapolda yang memberi kado handphone canggih kepada seorang sopir yang berani melaporkan polisi yang melakukan pungli.

Baca Juga: E ... KTP Lagi KTP Lagi: Dari Kasus Megakorupsi Pengadaan E-KTP, Ini yang Bisa Kita Perbaiki!



4. Makan Uang Haram

“Hampir sama bahannya dengan makan uang suap, tapi tidak perlu birokrasi, hanya selalu disajikan dengan aneka harta, misalnya hasil judi, pencurian, penggelapan, korupsi, dan riba.”

Kasus penggelapan baik secara pribadi maupun korporat seperti yang belum lama ini terjadi di salah satu biro perjalanan membuat kata ‘uang haram’ meningkat popularitasnya.



5. Makan Teman

“Dua sendok iri hati, dituang dalam wajan pengkhianatan, ditumis dengan perebutan kepentingan yang sudah dibuang lapisan kepercayaan.”

Orang Tionghoa berkata ‘hopeng ciak kupeng’. Artinya, hanya teman dekat yang bisa ‘makan’ telinga temannya. Istilah lain yang tidak kalah populernya adalah ‘musuh dalam selimut’.



6. Makan Rayuan Gombal

“Sejenis makan umpan, tetapi tambahkan minyak rayuan pulau kelapa.”

Seorang istri kaget saat menikah dengan seorang pemuda yang ternyata miskin dan tidak punya apa-apa. Saat istrinya mempertanyakan hal ini, sang suami dengan tersenyum berkata,

“Bukankah saya jujur sejak semula. Berulang kali saya katakan, saya tidak mempunyai apa-apa selain kamu!”

[giphy]

Baca Juga: Inilah Trik dan Rayuan Pria untuk Mengajakmu Berhubungan Seks sebelum Menikah. Begini Caramu Menolaknya



7. Makan Pikiran

“Rebusan sebutir telur dari ayam hitam yang masih muda, yang kalau sudah matang, beratnya harus pas 45,6789 gram [jangan lebih atau kurang]."
[tenor.com]

Memikirkan cara menimbangnya saja membuat kita malas masak, apalagi makan! Wkwkwk.

Baca Juga: Biarkan Orang Berkata Apa, Kurangi Ribuan Pertempuran Tak Perlu, Jadilah Bahagia! Ini Teknik Cerdasnya



8. Makan Kaki Lawan

“Siapkan sepotong kesengajaan, iris tipis-tipis, oles dengan tipuan, sajikan dengan tendangan menyamping.”

Kita tidak sedang membicarakan pelanggaran di dunia sepak bola, melainkan tindakan mengambil rezeki orang dengan cara yang tidak halal.

Baca Juga: Rasa Sakit Tak Perlu Dipelihara Seumur Hidup. Dikhianati? Balas Dengan Anggun! Begini Caranya



9. Makan Korban

“Biasanya terbuat dari satu bahan berbahaya utuh, dibentuk dengan ketidakpedulian yang dilapisi keteledoran.”
[tenor.com]

Bukan hanya teroris yang menggunakan bom atau menabrakkan kendaraannya ke para pejalan kaki, jalan berlubang yang tidak diperbaiki pun akan memakan korban.

Namun, yang lebih mengerikan adalah saat pikiran jahat kita dibuahi sehingga matang dan menjadi dosa.

Baca Juga: 4.5 Tahun Menantikan Kehamilan, Terenggut Begitu Saja karena Kecerobohan Seseorang



10. Makan Ati

“Kegeraman yang sudah dipenuhi rasa kesal, ditumbuk sampai membatin, dalam kegemasan yang memuncak.”
[tumblr]

Tanpa kita sadari, sering kali kita membiarkan orang lain menyakiti kita terus-menerus. Jika tidak kita bereskan, dengan teguran atau pengampunan, hati kitalah yang akhirnya kena kanker ganas stadium akhir yang membuat kita binasa.

Baca Juga: Melepas Kepahitan, Menyembuhkan Hati


Itulah 10 makanan yang harus kita hindari agar tubuh jasmani dan rohani kita sehat seutuhnya.


“Food for the body is not enough. There must be food for the soul.”

- Dorothy Day




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Mencicipi 10 Makanan Ini Sama Saja dengan Bunuh Diri. Kamu Berani?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


XavierQuentin Pranata | @xavierquentinpranata

BAGAIMANA MENURUTMU ?

Silahkan login untuk memberi komentar